Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Trauma


__ADS_3

Setelah tiba, Brian membawa Jia ke salah satu bagian dari Resort yang khusus untuk dirinya dan Jia tempati. Tidak ada yang bisa memasuki kawasan tersebut tanpa seizin Brian.


Brian telah mempersiapkan semuanya dari awal pembangunan Resort ini. Menyisihkan sebagian Resort khusus untuk keluarga nya, tidak akan di sewakan kepada siapa pun, hanya keluarga yang bisa menempatinya.


" Indah sekali, dari sini aku bisa melihat lautan lepas. " Jia berada di balkon kamarnya melihat pemandangan yang bisa langsung di nikmati. Menghirup udara laut tanpa harus ke pantai.


" Apa kau suka tempat ini? " Brian melingkarkan tangannya dan memeluk Jia dari belakang, memberi kecupan di bahu Jia yang terekapos.


" Hemm.. aku menyukainya. "


" Apa kau ingin bejalan - jalan di tepi pantai? "


" Brian... Aku belum bisa, aku masih takut dengan lautan. " Jia.


" Ada aku di sampingmu, kau tidak perlu takut lagi karena aku akan selalu menjagamu. "


" Tapi... "


Brian membalikan tubuh Jia agar berhadapan dengannya dan meyakinkan Jia " Percayalah padaku, kau harus mencobanya. Menghilangkan rasa takutmu itu. "


" Aku.. belum bisa Brian.. "


" Kau harus mencobanya Jia... aku akan menemanimu, jika tidak mau bersentuhan dengan air laut, setidaknya berjalan di sekitar pantai akan membantumu mengurangi rasa takut itu. "


" Baiklah.. Aku akan mencibanya. " Jia menyetujui saran dari Brian, siapa tau Jia bisa menghilangkan sedikit traumanya. Jia bergegas berganti pakaian yang cocok untuk pergi ke pantai.


" Aku sudah siap Brian. Ayo kita pergi! " Jia.


Brian memperhatikan pakaian yang di kenakan Jia " Ganti bajumu! itu terlalu terbuka" ucap Brian sedikit kesal melihat pakaian yang di kenakan Jia.


" Ini sangat cocok untuk pergi ke pantai. " jelas Jia.


" Tapi itu terlalu terbuka! "


" Apa aku ganti dengan bikini?Atau tidak jadi saja! hanya karena pakaian kau selalu ribut. " tugas Jia.


" Aku tidak ingin pria lain melihat tibuhmu! "


" Ck, aku mau tidur saja! malas sekali pergi denganmu." Jia membalikan tubuhnya menuju ranjang.


" Ya sudah, kita akan pergi, tetapi ke tempat yang tidak ramai. "


" Oke! "


Mereka pergi ke pantai, dan benar saja Brian membawa Jia jauh dari tempat keramaian. Jia mencoba menghilangkan rasa takutnya, memejamkan matanya, menghirup udara segar.


Menghilangkan ingatan buruk yang ada di pikirannya.


Setelah puas mengajak Jia berkeliling ke pantai,mereka memutuskan kembali ke Resort tempat mereka menginap.


~


" pak Sam. Dimana Brian? kenapa aku tidak melihatnya? " Dinda menghampiri pak Sam yang sedang duduk menikmati secangkir kopi bersama Nino di cafe yang tidak jauh dari Resort.


" Tuan sedang beristirahat, tidak mau diganggu. " tentu saja pak Sam berbohong, karena dia tau, tuannya sesang menikmati waktunya bersama istri tercintanya.

__ADS_1


" Di kamar mana dia menginap? ada hal penting yang harus aku sampaikan. " Dinda mencoba cara agar bisa berdekatan dengan Brian.


" Kata pak Briano, beliau tidak ingin di ganggu,dan jika ada hal penting saya di perintahkan untuk menghendlenya. Apa hal penting itu? nanti saya sampaikan? " Nino.


" Tidak perlu, saya bisa menyampaikannya sendiri. " Dinda meninggalkan pak Sam dan Nino.


Dinda kali ini, tidak akan menyia - nyiakan kesempatan yang ada. Dengan cara apapun Dinda akan lakukan untuk mendapatkan Brian kembali.


Di lain sisi, Sonia sudah mempercantik dirinya, mengenakan dress yang begitu terbuka, Sonia terlihat begitu sexy dengan tubuh yang terbalut pakaian kurang bahan. Pikirnya, Brian akan tergoda melihat ke sexyan tubuhnya saat bekerja dengannya. Bekerja di luar kantor membuat Sonia berani menggunakan baju yang tidak formal.


~


" Sayang.. Aku ada meeting dengan pak Sam dan lainnya. Tunggu aku di sini, jangan pergi kemana - mana! " Ucap Brian setelah kembali ke kamarnya.


" Tapi.. Aku harus menemui tim ku, dan tidak bisa di sini bersama mu. Mereka sudah menunggu ku. "


" Tidak bisa kah kau menemaniku di sini? Ayolah Jia... aku ingin bersama mu. " Brian.


" Aku tidak bisa. Aku harus kembali ke tim ku, kalau tidak mereka akan curiga kepada ku. "


" Mau sampai kapan seperti ini. " ucap Brian dengan wajah kesal.


" Tunggu sebentar lagi, yah? please... " Jia merayu dengan mengecup kilas bibir Brian. Tentu saja itu membuat Brian luluh dan menuruti kemauan istrinya.


" Baiklah. " ucap Brian. Jia mengembangkan senyumnya.


" Terima kasih kapten ku... " Jia mengatakan dengan wajah yang begitu menggemaskan.


Brian dan Jia berjalan terpisah menuju aula pertemuan, berdiskusi tentang acara yang akan di selenggarakan besok malam.


" Aku baru datang.. " Jia yang berpura - pura fokus mendengarkan Brian yang sedang membuka acara tersebut.


" Mona, lihatlah bu Dinda sangat dekat sekali dengan pak Briano. Apa mereka menjalin hubungan kembali? " bisik Siska.


" Kau ada - ada saja, mana mungkin pak Briano bersama bu Dinda, wanita itu saja yang terlalu berharap. " Mona.


" Siska kau jangan menyebarkan gosip! bu Dinda lah yang terlalu berharap. Mana mungkin pak Briano menyukai bu Dinda! " Jia sedikit kesal dengan ucapan Siska.


" Kau ini kenapa? marah - marah tidak jelas! " Siska.


" Aku hanya tidak suka saja. Kau membicarakan hal yang tidak benar. " saut Jia.


" Kalian ini berisik sekali! diamlah!! " bu Livia menegur bawahannya yang sedang asik bergosip.


Seketika Siska, Mona dan Jia membungkam mulutnya dengan rapat. Mendengarkan dengan baik sampai acara berakhir.


~


Sore ini Alesya tiba di bandara Ngurah Rai, setelah tadi siang mendapat kabar dari sahabatnya yang membatalkan acara untuk bertemu kangen, Alesya segera memenyusul Jia.


Setibanya di Resort Alesya menghubungi Jia lewat ponselnya, tetapi Jia tak kunjung menjawab telpon darinya.


" Brian... " Alesya memanggil Brian sambil melambaikan tangannya. Alesya tidak sengaja melihat Brian yang tengah berjalan dengan dua wanita dan dua pria, yang tidak lain adalah pak Sam dan Nino sedangkan para wanita itu Dinda dan Sonia.


Mendengar namanya di panggil, Brian menoleh ke arah suara itu. Brian yang sebelumnya sudah mengenal Alesya , melambaikan tangannya membalas sapaan Alesya.

__ADS_1


" pak Sam, saya ada perlu sebentar. Kalian lanjutkan saja. " Brian undur diri untuk menghampiri sahabat istrinya.


Tetapi di dalam hati Dinda dan Sonia menebak - nebak siapa wanita itu? apa dia istri Briano?


" Alesya.. kau datang lebih cepat? " Brian menghampiri Alesya.


" Iya, Aku sudah meluangkan waktu untuk bertemu Jia hari ini, tapi kita gagal bertemu. Jadi aku datang lebih awal dari jadwal undangan mu, sekalian bertemu dengan Jia. " Alesya salah satu rekan bisnis Brian, lebih tepatnya Brian dan ayah Alesya menjalin kerjasama. Dan Alesya adalah tamu undangan Brian di acara pembukaan Resort besok malam.


" Soal itu, maafkan aku. Aku yang membuat kalian batal bertemu. " Brian.


" Oke, tidak apa. Sekarang Jia dimana? aku menghubunginya susah sekali. "


" Sepertinya dia bersama teman kerjanya. Mari aku antar. " Brian mengantar Alesya mencari keberadaan Jia.


Tebakan Brian memang benar. Jia sedang bercanda gurau dengan temannya.


" Alesya. aku tidak bisa menemani kalian, ada pekerjaan penting yang harus aku selesaikan. " Beian berpamitan untuk kembali bekerja setelah menemukan keberadaan Jia.


" iya, pergilah. " Alesya.


Brian berlalu meninggalkan Alesya, sebelum benar - benar pergi Brian kembali membalikan badannya.


" Alesya.. jangan lupa nanti malam ikutlah bergabung dengan kami untuk makan malam bersama. "


" Oke. Dengan senang hati. "


Setelah Brian meninggalkannya. Alesya menghampiri Jia, dengan perasaan senang Jia menyambut kedatangan sahabatnya. Tidak lupa mengenal kan Alesya pada teman kantornya.


Alesya dengan cepat bisa membaurkan diri, sehingga terlihat begitu akrab dengan teman yang baru saja di kenalnya.



*


*


*


*


*


*


*


*


Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.


Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.


Maaf jika masih banyak typo.


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....

__ADS_1


bye.. bye..


__ADS_2