
Baru sehari di acuhkan oleh Jia, Brian sudah merasa gelisah tidak karuan. Lain dari kemarin, kali ini Jia mengurung diri di kamar.
Brian menyesal, seharusnya dia menceritakannya dari awal, sehingga hari ini tidak pernah terjadi. Mengingat tabiat Jia yang sangat manja, apalagi di masa hamil mudanya yang sangat sensitif mengenai perasaannya.
Tengah malam, Jia keluar dari kamarnya untuk mencari makanan yang ada di dapur, jika tidak sedang mendiami Brian, biasanya suaminya lah yang akan sibuk menyiapkan makanan yang diinginkannya.
Jia membuka kulkas, namun makanan yang di inginkan berupa cemilan atau makanan ringan lainnya tidak ada. Yang tersedia hanya berbagai sayuran dan buah segar.
Jika dulu, Jia akan dengan senang hati menyantap berbagai sayuran dan buah - buahan, bahkan seharian bisa hanya memakan salad guna menjaga berat tubuhnya. Tetapi semenjak kehamilannya, Jia tidak berselera memakan makanan sehat itu, Jia lebih memilih makanan junkfood.
Jia menemukan satu bungkus mie instan di sebuah laci yang letaknya tidak jauh dari perkakas dapur.
Dibaca dengan cermat cara memasak mie yang ada di balik kemasan bungkus mie Instan.
" Kenapa isinya hanya seperti ini? tidak sesuai gambar di kemasannya. " gumam Jia dengan mengerucutkan bibirnya.
" Tapi, pria tua itu membuatkan mie lengkap seperti di gambar bahkan lebih enak. Apa aku tidak beruntung. " gerutu Jia.
Dimulailah, Jia menuangkan air ke dalam panci sesuai takaran dan meletakkan nya di atas kompor.
Brian yang baru saja keluar dari ruangan kerja mendengar suara gaduh di dapur, karena rasa penasaran Brian melangkahkan kakinya menuju dapur.
" Sayang... apa yang kau lakukan? " Brian terkejut melihat Jia yang berkutat di dapur.
Jia hanya melirik namun tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
" Apa kau lapar? " tebak Brian. " Kenapa tidak memanggilku. " ucap Brian seraya mengambil alih kegiatan Jia.
Brian membuka kulkas dan mengeluarkan bahan tambahan untuk memasak mie, Jia hanya melihat pergerakan Brian.
" Oh.. jadi dia menambahkan sendiri, aku pikir kurang beruntung tidak mendapatkan nya dalam kemasan. " batin Jia.
Setelah matang, Brian meletakkan mangkok berisi mie yang telah siap di santap.
" Sayang.. maafkan aku. " ucap Brian, Jia hanya mendengarkan sambil menikmati semangkuk mie.
" Please, jangan mengacuhkan ku. " tutur Brian memelas.
Brian menghela nafasnya dalam, karena Jia benar - benar tidak menghiaraukannya.
" Baiklah, aku akan mengijinkan permintaan mu mengenai Alex. Tapi kau jangan mengacuhkan ku lagi. " ucap Brian merasa pasrah.
Jia menghentikan kegiatan makanannya sejenak setelah mendengar penuturan Brian. " Benarkah? " tanya Jia yang telah menatap wajah suaminya.
Brian menganggukan kepalanya, sungguh dalam hati kecil Brian tidak rela.
Jia mengembangkan senyumnya, " Terimakasih kapten. " ucap Jia.
" Jadi, kau tidak marah lagi? aku bisa tidur di kamar malam ini? " tanya Brian antusias.
Jia menganggukan kepalanya.
" Baiklah, cepat habiskan makanan mu. "
Seusai menghabiskan makanannya, Brian segera mengajak Jia menuju kamarnya.
" Gendong... " rengek Jia dengan begitu manja. Tidak di pungkiri, Jia merasakan hal yang sama dengan Brian. Jia sangat merindukan pelukan hangat dari Brian.
__ADS_1
" Dengan senang hati.. " Brian menggendong tubuh Jia seperti koala. Tidak lupa Brian memberikan kecupan demi kecupan di wajah istrinya yang kini tepat di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat.
" Aku mencintaimu.. cup. cup. cup. cup. " Brian.
Jia memandangi wajah tampan suaminya yang terlihat bahagia. " Kapten.. apa kau bahagia bersama ku? "
" Tentu, aku sangat bahagia bisa memiliki mu. " jawab Brian. " Sayang.. aku ingin.. aku merindukanmu. "
Jia hanya tersenyum seraya menganggukan kepalanya.
Dan kegiatan malam yang erotis terjadi, lenguhan dan desahan terdengar bersautan di dalam kamar, kamar yang menjadi saksi bisu setiap kegiatan romantis yang mereka ciptakan.
Brian menjatuhkan diri di samping Jia setelah pelepasannya. Menarik selimut agar menutupi tubuh polos mereka.
Sebenarnya belum cukup bagi Brian untuk menyentuh tubuh Jia yang sangat ia kagumi. Wajah cantiknya, lekuk tubuhnya, aroma tubuhnya sudah menjadi candu baginya. Tetapi Brian tidak ingin menyakiti buah hati mereka dan memilih meredam hasrat yang selalu timbul jika berdekatan dengan istri tercintanya.
Jia bersandar di dada bidang milik suaminya. Memainkan jemarinya di dada bidang itu.
" Sayang, apa kau lelah? apa aku menyakitimu? " tanya Brian dengan nafas yang masih memburu setelah percintaan mereka.
" Tidak.. " jawabnya singkat.
Brian kembali mengelus puncak kepala Jia.
" Kapten, kau sangat mencintaiku. Sejak kapan kau mencintaiku? " tanya Jia.
" Kau ingin tau? "
" Hem.. " Jia seraya menganggukan kepalanya.
" Emm,, apa saat di perbatasan? " tebak Jia.
" Bukan, sebelum itu aku pernah bertemu denganmu. " ucap Brian kembali mengenang pertemuan pertama kali dengan Jia.
" Kapan? dimana? aku tidak mengingatnya. "
Brian tersenyum. " Bukan bertemu, lebih tepatnya aku yang melihatmu. Aku langsung jatuh hati padamu pada pandangan pertama. "
Jia mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah suaminya. " Dimana? "
" Di sebuah cafe. Kau terlihat sangat cantik waktu itu, kau telah memikat hati ku. Dan pertemuan kedua kita di perbatasan. Aku pikir mendapatkan mu hanya sebuah mimpi yang sulit untuk di gapai. Tetapi Tuhan berpihak pada ku hingga aku bisa memiliki mu seutuhnya, dan aku sangat bahagia. " jelas Brian.
" Kau begitu mencintaiku? "
" Sangat, aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. " Brian.
" Aku juga mencintaimu. " Jia semakin mengeratkan pelukannya.
***
Hari ini Brian menepati janjinya. Di sebuah cafe Brian dan Jia menunggu seseorang.
Tidak lama Alex datang dengan seseorang, yang seperti nya adalah temannya.
Brian mempersilahkan Alex untuk duduk, dan menjelaskan maksud tujuannya menemui Alex.
" Kau mengijinkannya tapi terlihat jelas di wajahmu sangat tidak rela. " ucap Alex pada Brian.
__ADS_1
" Suami mana yang rela melihat istri nya mencium pria lain, karena di hamil aku tidak mempunyai pilihan lain. " wajah Brian sangat datar.
" Ck, jangan berlebihan. Kita sering melakukannya. Lihat ini.. " Alex sembari memperlihatkan potret dirinya yang tengah di cium pipinya oleh Jia dan juga Alesya.
Brian kembali menatap ke arah Jia seolah meminta kejelasan, Jia hanya menyengir kuda menjawab tatapan Brian.
Tidak ingin menunggu lama, Brian memberi kode ke arah Jia untuk melaksanakan keinginannya. Melihat kedekatan mereka membuat hati Brian bergemuruh hebat, Brian memilih menutup mata dan memalingkan wajahnya ke arah sembarang. Terlalu sakit jika Brian melihatnya.
" Sudah.. " ucap Alex. " Sepertinya anakmu akan mirip seperti ku. " tambah Alex.
" Tidak!! cih, berharap sekali kau!! " Brian berdecak kesal.
" Jia, kau tahan dengan pria galak seperti nya? " Alex bergurau melihat Brian yang sangat posesif pada Jia. Alex dan Jia murni hanya bersahabat tidak lebih, perasaan yang dulu hanya cinta moonyet anak ingusan.
Jia hanya tersenyum kikuk menanggapi Alex. Sudah jelas di raut wajah Brian yang tidak bersahabat.
" Kalau sudah, Ayo pergi! " Brian beranjak dari duduknya.
" Terimakasih Alex. " ucap Jia lalu melangkah mengejar Brian yang sudah berlalu.
**
Setelah permintaan nya di penuhi, dan semenjak itu pula Brian mendiami Jia. Walau tidak sepenuhnya, Brian masih bertanya tentang keadaannya tapi tidak sehangat dan romantis seperti biasanya.
" Jadi seperti ini rasanya diacuhkan? sungguh menyebalkan. " gerutu Jia.
Di raihlah benda canggih berbentuk pipih, Jia berselancar di dunia maya. Menanyakan sesuatu yang ingin dia ketahui.
*Cara ampuh meluluhkan hati suami
Cara menyenangkan suami
Cara melayani suami dengan baik
dan sebagainya*.
Jia membaca satu persatu artikel yang menjawab semua pertanyaannya.
" Menjijikan sekali.. aku tidak mungkin melakukannya. " gerutu Jia yang melihat adegan seex orall.
" Tidak..tidak ini Memalukan sekali seperti jallang!! " celoteh Jia.
" Ini yang terbaik. " ucap Jia menemukan ide yang tidak terlalu buruk.
Dengan cepat Jia memesan online sebuah Lingerie. Malam ini Jia bertekad menyenangkan Brian agar melupakan amarahnya dan tidak mengacuhkannya lagi.
*
*
*
Coba tebak? Apa yang akan Jia lakukan guys??
kira2 Jia berhasil tidak yak meluluhkan hati kapten???? 😁😁😁
bye.. bye..
__ADS_1