
Sore berubah menjadi malam, namun Brian tak kunjung pulang. Biasanya Brian sudah tiba di rumah pukul 5 sore. Hal itu membuat Jia semakin gusar menunggu kepulangan suaminya.
Berkali - kali Jia mengecek ponselnya berharap Brian menghubungi dirinya dan memberitahu kenapa pulang terlambat.
Jia mencoba memberanikan diri untuk menghubunginya, tapi panggilannya tersauti oleh suara operator yang bicara, pertanda ponsel milik suaminya memang tidak aktif.
Jia segera menelfon ke asisten pribadinya, yang tak lain ialah pak Sam.
" Hallo Nona.. " jawab pak Sam dari sebrang sana.
" Pak Sam, kau bersama suamiku? kenapa pulang terlambat? kenapa tidak mengabariku? " tanya Jia beruntun tidak memberikan pak Sam untuk berbicara.
" Apa kau membuat suamiku bekerja sangat keras hingga malam belum pulang! lalu apa yang kau kerjakan! " Jia.
Terdengar di sebrang sana, pak Sam menghela nafasnya sebelum menjawab. " Tadi kita bertemu dengan rekan bisnis, tapi sudah setengah jam lalu Tuan sudah pulang. Sepertinya ponsel tuan kehabisan baterai jadi sulit di hubungi. " jelas pak Sam.
Belum sempat membalas pak Sam, Jia melihat Brian yang baru saja melewati dirinya yang tengah duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi, segera Jia menutup sambungan telepon dengan pak Sam tanpa pamit.
" Kapten.. " panggil Jia.
Brian sejenak menghentikan langkahnya. " Hem.. " Brian hanya berdehem menyauti Jia.
" Kenapa baru pulang, aku menunggumu. " tanya Jia, meski sebenarnya sudah tau melalui pak Sam.
" Maaf aku lupa mengabarimu, ponselku kehabisan baterai. Aku ada pertemuan dengan rekan bisnis jadi pulang terlambat. " jelas Brian tanpa menoleh ke arahnya, kemudian berlalu meninggalkan Jia, sebelum benar-benar menjauhi Jia, Brian sempat melirik ke arahnya yang terlihat sedih.
Raut wajah Jia terlihat sendu. " Brian benar marah padaku, bagaimana ini? " lirih Jia.
Makan malam berlangsung, Brian menikmatinya sesekali menaruh beberapa sayuran ke dalam piring Jia. " Makanlah, ini bagus untuk kesehatan mu. " Brian memang tidak sepenuhnya mengacuhkan Jia, namun perlakuan Brian sebatas perhatian tanpa ada kehangatan dan Jia sangat menyadari itu.
Seusai makan, Brian kembali ke ruang kerjanya. Jia hanya bisa mendengus kesal karena biasanya Brian akan mengajaknya bercengkrama menghabiskan waktu berdua.
Jia kembali ke kamarnya. " Aku harus bisa melakukan ini.. " Jia mempersiapkan diri untuk meluluhkan hati.
Jia sudah bersiap memakai Lingerie yang sangat sexy memperlihatkan lekuk tubuhnya yang aduhai. Tidak lupa merias diri dengan make up tipis di wajahnya, menyemprotkan parfum dengan wangi yang sensual agar Brian terpikat oleh dirinya.
Jia lari ke kamar mandi setelah mendengar suara pintu terbuka, yang ia yakini adalah Brian.
Di dalam kamar mandi, Jia merasa sangat gugup sekaligus malu, karena ini pertama nya Jia akan menggoda Brian.
" Aku pasti bisa. Semangat!! " Jia meyakinkan dirinya sendiri sebelum keluar dan menemui Brian.
__ADS_1
Di lihatlah Brian tengah duduk di sofa memangku laptopnya.
Jia dengan percaya diri berjalan di depan Brian sambil memainkan ponselnya untuk menutupi rasa gugupnya.
Brian terkejut dengan apa yang dilihatnya, sungguh Brian kini tengah tergoda dengan penampilan istrinya. Tapi Brian mencoba untuk menahannya untuk melihat seberapa jauh yang akan dilakukan istrinya untuk menggodanya.
" Sayang... aku ingin lihat seberapa pandainya kau merayuku. " batin Brian.
Jia sudah berakhir beberapa kali berjalan mondar-mandir, tapi belum mendapatkan respon dari Brian.
" Apa dia tidak melihatku? apa dia tidak tergoda? ck menyebalkan!! " batin Brian.
Jia membaca artikelnya kembali yang menjadi pedoman saat ini untuk merayu Brian.
" Apa aku harus melakukan ini? " batin Jia.
Setelah membacanya Jia menaruh ponselnya di nakas dan segera naik ke ranjang. Di sana Jia mulai melancarkan aksinya, berguling-guling, berlenggak lenggok memperlihatkan gerakan yang sensual.
Brian hanya bisa menahan tawanya melihat istrinya, tapi sebisa mungkin Brian tidak memperlihatkan ketertarikan nya.
" Ck, menyebalkan sekali, aku sudah seperti jallang tapi dia sama sekali tidak memperdulikanku! " batin Jia.
Di raih lagi ponselnya untuk membaca petunjuk lainnya. Seusai membaca Jia kembali mendekat ke arah Brian.
Jia kini duduk di pangkuan Brian, mencoba menggoda dengan memberikan kecupan kecupan di wajah dan leher, sesekali Jia meremmas punggung suaminya seperti yang dikatakan oleh guru Online nya.
Namun, Brian sama sekali tidak tergoda, lebih tepatnya menahan diri. Tidak bergeming dengan apa yang dilakukan istrinya, tapi dalam hatinya bersorak ria mendapat sentuhan dari Jia.
Jia menghentikan aksinya, kemudian menatap lekat wajah Brian yang sangat datar.
Menyatukan kedua alisnya pertanda penuh tanya tapi tidak keluar sepatah kata pun dari mulutnya.
" Pria tua ini memang menyebalkan!! " umpat Jia dalam hati.
Brian terkekeh tanpa suara melihat jia turun dari pangkuannya dan meraih ponsenya. " *Ayo apa lagi yang akan kau tunjukan. Aku menikmatinya. "batin Brian.
" Apa aku harus melakukan ini*? " batin Jia meyakinkan dirinya.
Dengan ragu Jia kembali mendekati Brian, meraih laptopnya untuk di letakan di meja, Jia berjongkok di depan Brian yang masih duduk di sofa.
Jia melirik ke arah Brian. " Gila! ini sangat menjijikan... bagaimana ini? " batin Jia.
__ADS_1
Brian masih bingung dengan apa yang mau di lakukan istri nya.
Jia mengelengkan kepalanya. " Ah, bayangkan saja seperti lolipop. " batin Jia.
Dengan pergerakan lambat, Jia meraih resleting celana yang dikenakan Brian dan menurunkannya ke bawah.
Brian membulatkan matanya seakan tidak percaya. Jia membenamkan kepalanya di sekitar pahaa Brian, dan melakukan seperti yang ia baca dan tonton.
( apa hayooo, author gk tau tuh 😂😂😂 jangan di bayangin. dibaca aja.🤣🤣)
Sungguh Brian menikmati yang di berikan oleh Jia, cukup lama Jia bermain di sana. Jia menghentikan karena Brian hanya diam, dan segera beranjak sembari menghentakan kaki merasa kesal, karena usahanya yang sudah sejauh ini tidak mendapatkan hasil.
Dengan cepat Brian meraih tangan Jia dan segera menerkam nya, sungguh Brian tak sekuat itu menahan hasrat nya.
" Tunggu.. " Jia.
" Apa? "
" Apa kau sudah memafkanku? " tanya Jia.
" Hem.. " Brian kembali menyusuri leher istrinya.
Jia sedikit mendorong Brian agar menjauh. " Kau tidak akan mengacuhkan ku lagi kan? "
" Iya sayang mana mungkin aku mengacuhkan mu. "
" Tapi kau beberapa hari ini memang mendiamiku. "
" Maaf, percayalah aku pun tersiksa mendiami mu. " Brian.
" Jangan marah padaku lagi. " Jia.
" Jangan membuat ku cemburu lagi. "
" Hem.. " Jia.
" Kau sudah liar sampai merayuku seperti ini. " ucap Brian.
" Aku hanya mengikuti saran dari sebuah artikel. " jawab Jia.
Brian terkekeh. " Aku suka jika kau seliar ini setiap hari. "
__ADS_1
" Brian!!! "
Mereka pun menghabiskan malam panjang untuk menuntaskan kehangatan cinta. Malam dalam suasana baru bagi keduanya, mencoba hal baru yang belum mereka lakukan.