
" Livia, apa kau sudah tau Jiandra itu istri dari mas Brian? " tanya Dinda ketika berjalan meninggalkan ruang Brian.
" Saya baru tau tadi, sebelum kita ke ruangan pak Briano, tidak sengaja bertemu Jiandra bersama pak Sam. " jelas Livia.
" Sial!! bagaimana aku bisa ceroboh tidak mengenalinya. Dasar wanita murahan! " Umpat Dinda.
" Wanita itu pasti hanya menginginkan harta mas Brian. Cih... sihir apa yang dia gunakan untuk mendekati mas Brian!!" sepanjang langkahnya Dinda tak henti memaki jia, sedangkan Livia hanya mendengarkan umpatan yang keluar dari mulut Dinda.
~
Dirumah tampak Tiara gelisah menunggu kedatangan Valent, setelah melihat foto yang di unggah Mikayla di akun media sosialnya. Foto Mikayla dan Valent ketika di Bali.
Tiara sangatlah tau, Mikayla adalah wanita yang sangat di cintai Valent sebelum menikah dengan dirinya.
Hingga sore, Tiara masih setia menunggu Valent di halaman rumah. Tiara berharap Valent dapat memberi penjelasan yang dapat diterimanya.
Suara deru mobil terdengar memasuki halaman rumah, Tiara bergegas menghampiri Valent.
" Tiara.. kamu menunggu ku? " tanya Valent ketika baru keluar dari mobil. Valent merasa heran, karena tidak biasanya Tiara menunggunya sampai di halaman rumah.
" Iya, aku menunggumu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan. " Tiara.
" Apa itu sangat penting? " tanya Valent.
" Ini sangat penting. "
" Baiklah, kita bicara di ruang kerja ku saja. " ajak Valent. Tiara mengikuti langkah Valent menuju ruang kerjanya.
" Mas, tunggu sebentar aku akan membuatkan mu teh hangat. " Tiara.
" Tidak usah Tiara, mari duduklah.. " Valent menepuk sofa disampingnya agar Tiara duduk di sebelahnya.
" Katakanlah, kau ingin bicara apa padaku. " tanya Valent setelah Tiada duduk di samping nya.
Tiara masih ragu untuk memulainya dari mana. Tiara mengambil nafas terlebih dahulu, baru berkata.
" Mas, aku tidak tau harus memulainya dari mana, tapi aku akan jujur padamu. " Tiara mengatakannya dengan ragu.
" Katakanlah.. " Valent.
" Tapi.. dengarkan aku dulu, sebelum aku selesai bicara kau jangan marah padaku. Kau jangan berkata apapun sebelum aku selesai bicara. " Tiara.
Valent mengerutkan keningnya, merasa ada yang aneh dari Tiara. " Baiklah, aku akan mendengarkan nya. "
" Mas, aku ingin mengatakan sesuatu dari awal kita bertemu." Tiara mengambil nafas dengan dalam dan menghembuskannya, mengumpulkan keberanian. Valent hanya menganggukinya.
" Waktu itu, aku baru beberapa hari datang di kota ini. Aku bertemu dengan Dinda dan Lita, aku sudah lama mengenal Dinda karena dia adalah seniorku waktu sekolah, sedangkan Lita aku baru mengenalnya dari Dinda. Mereka mengajak ku pergi kepesta, dan tujuan mereka datang adalah memikat pria kaya. " Tiara berbicara dengan menundukan kepalanya.
" Dan waktu itu... aku pertama kali bertemu dengan mu.. " Tiara. Valent masih mendengarkannya.
" Dinda, memasukan sesuatu dalam minumanmu, dia menyuruhku mengantarkan mu. Dan terjadilah malam itu... " Tidak terasa Tiara meneteskan air matanya, mengingat kejadian pada malam itu.
" Maafkan aku.. " Tiara masih menunduk tidak berani menatap Valent.
Valent perlahan mengelus kepala istrinya. " Lalu..? " tanya Valent.
" Aku siap menerima hukuman dari mu. " Tiara.
" Tiara, lihatlah aku. " Valent menangkup kedua pipi istrinya, " Jangan menangis lagi. "
" Apa kau tidak marah pada ku? " Tiara masih bingung dengan sikap Valent yang terlihat biasa saja.
" Kenapa aku harus marah. " Jawa Valent.
__ADS_1
" Aku telah menipumu.. " Tiara.
" Aku sudah tau semuanya, sebelum aku menikahimu. " jelas Valent.
" Kau sudah tau? kau tidak marah padaku? " Tiara masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Valent.
" Tidak. " Valent mengusap air mata yang menggenang di pipi Tiara.
" Aku kira kau sangat membenciku. Kau marah padaku karena harus menikahiku. "
" Aku tidak pernah membencimu. Aku hanya ingin kau jujur padaku. Aku menunggumu untuk berbicara jujur. " Valent.
" Maaf, selama ini aku takut jujur padamu, kau akan meninggalkan ku. "
" Sudah, jangan menangis lagi. " Valent membawa Tiara kedalam pelukannya.
" Kalau kau sudah tau, lalu kenapa kau mau menikahiku? "
" Kau ingin tau? " Valent.
" Hem.. " Tiara menganggukkan kepalanya.
" Karena aku masih ingat dengan sangat jelas, aku mendapatkan mu masih tersegel sempurna. Yang tidak pernah aku dapatkan dari wanita mana pun. " jelas Valent.
Tiara yang mendengarnya langsung melepaskan diri dari pelukan Valent. " Maksud mu apa, dengan wanita manapun? apa kau tidur dengan banyak wanita? "
Valent terseyum mendengar pertanyaan istrinya. " Sebelum menikahimu, aku bukanlah pria yang baik. " ucap Valent.
Berkencan dengan banyak wanita bukan hal yang tidak mungkin bagi Valent, dia pria tampan dan banyak uang. Tidak sedikit wanita yang ingin jatuh dalam pelukannya. Bahkan mereka rela menjadi wanita pemuas nafsu seorang Valentino Mahess.
Tetapi Valent merubah gaya hidupnya setelah menikah dengan Tiara. Walau selama ini sikapnya acuh pada Tiara, bukan berarti Valent tidak mencintai Tiara.
" Tapi.. bagaimana kau bisa tau tentang semua ini? " tanya Tiara.
" Kau tau semuanya? " tanya Tiara.
" Hem, " dengan kekuasaan yang di miliki Valent, dia bisa tau segala kegiatan yang di lakukan Tiara di luar sana.
" Kau menguntit ku? " Tiara.
" Tidak, aku hanya menerima laporan dari anak buahku. " Jawab Valent dengan santai.
" Itu sama saja. kau menyuruh orang untuk mengikuti ku. " Tiara mengerucut kan bibirnya.
" Jauhi lah mereka. Mereka bukan teman yang baik untukmu. " ucap Valent.
" Hem. " Tiara mengangguk kan kepalanya. " Kau bisa jelaskan ini. " Tiara menunjukan foto Valent dan Mikayla.
" Apa kau cemburu? "
" Jelas saja aku cemburu, melihat suamiku bersama mantan kekasihnya. " Tiara.
" Aku tidak sengaja bertemu dengannya di pusat perbelanjaan, waktu itu aku ingin membelikan mu oleh - oleh, dan aku bertemu dengannya. Untuk menebus kesalahan ku padanya, aku membelikan apa yang dia mau, " jelas Valent.
" kesalahan apa yang kau buat padanya. "
" Aku meninggalkanya begitu saja, tanpa penjelasan, untuk menikahimu. "
" Oh.. " Tiara membulatkan bibirnya, kemudian memeluk Valent. " Kau mencintaiku kan? kau tidak mempunyai wanita lain di luar sana? "
" Tentu saja aku mencintaimu. Dan aku tidak mempunyai wanita lain selain dirimu. "
" Aku harap kau tidak membohongi ku. "
__ADS_1
" Kalau aku mempunyai wanita lain, tidak mungkin aku memakan mu setiap malam. "
" Valent..!!! " Tiara mencubit lengan suaminya. Valent hanya terkekeh melihat istri nya.
" Apa sudah ada kabar baik dari Dr. Rizal? " tanya Valent.
" Kau juga tau itu? "
" Tentu saja. jadi? " tanya Valent.
Tiara membenarkan posisi duduknya, meraih tangan Valent ke dalam perutnya. " Valent, kau akan menjadi seorang ayah. " ucap Tiara.
" Benarkah? " ucap y dengan mata yang berbinar.
" hem.. "
" Terimakasih sayang.. " Valent memberikan ciuman di wajah Tiara.
" Mas, sungguh kau baru tau? " tanya Tiara.
" Iya, sepertinya pak Dio kurang cepat mendapatkan informasinya. " Valent kembali memeluk Tiara.
Sungguh kabar yang sangat di nantikan, setelah delapan tahun menjalani pernikahan, akhirnya mereka mendapatkan buah cinta mereka.
" Sayang.. "
" Hem.. "
" Kau harus mengatakan kebenaran tentang Dinda pada Jia.. "
" Apa kau juga tau itu? " Tiara.
" Kau masih memeragukanku? "
" Tidak, aku percaya pada suamiku. Jadi mulai sekarang aku harus berhati - hati, karena suamiku ini seorang penguntit. " Tiara.
" Coba saja kau berani macam - macam di belakang ku.. " Valent mencubit pucuk hidung Tiara. Mereka pun tertawa bahagia.
*
*
*
*
*
*
*
Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Baca juga karya baru ku yang berjudul Adrian Haidar
Maaf jika masih banyak typo.
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
bye.. bye..
__ADS_1