
Hubungan Brian dan Jia semakin membaik, Jia mulai menerima Brian dengan mencoba melupakan kesalahan Brian. Mungkin luka yang di berikan Brian tidak akan pernah sembuh, tetapi Jia berusaha untuk menerima kenyataan yang tidak akan pernah berubah.
Jia memilih dengan penuh pertimbangan, demi keutuhan rumah tangganya, Jia harus mengesampingkan ego dalam dirinya. Yang harus di lakukan hanya mempercayai suaminya.
Saling percaya adalah kunci dari keharmonisan rumah tangga, selain kehangatan cinta tentunya.
Brian begitu senang, Jia akhirnya dapat menerima dirinya kembali. Kesempatan yang ia dapatkan membuat Brian benar - benar mencurahkan kasih sayangnya kepada Jia.
Seperti saat ini, Brian dengan senang hati menemani Jia menonton televisi dari pada mengerjakan pekerjaan pentingnya. Padahal menurut Brian menonton adalah hal yang paling membosankan, melihat drama penuh dengan rekayasa yang sangat tidak masuk akal.
" Sayang, apa kau tidak bosan menonton drama ini? aku lihat kau sudah beberapa kali menonton drama yang sama. " Brian memainkan rambut Jia yang tergerai, dengan tubuh yang bersandar padanya.
" Ini bukan drama yang sama, cerita nya sangat berbeda. Hanya aktornya yang sama. Aku sangat menyukai drama yang di bintangi Park seo joon. " Jia menjelaskannya dengan rinci.
" Kau sangat menyukainya? "
" Hem.. " Jia mengangguk.
" Apa yang kau suka! Aku lebih tampan darinya! " jawab Brian kesal.
Jia mendongakkan kepala melihat wajah suaminya yang sudah begitu masam. " Kau cemburu? " tanya Jia.
" Tentu saja. Kau memuji pria lain di hadapanku! "
" Jangan berlebihan Brian, dia hanya aktor. Kau satu - satunya pria yang aku cintai. " Jia mengelus pipi Brian dengan manja.
Brian tersenyum lebar mendengarkan Jia mengatakan cinta padanya.
" Ya sudah ganti saja, jangan menonton nya lagi, aku tidak suka kau selalu melihatnya. " ucap Brian dengan posesif.
" Iya.. kau mau nonton apa?" tanya Jia.
" Tidak tau, aku tidak terlalu mengerti acara yang bagus " Brian.
" Bagaimana kalau kita nonton film Alex? " Jia segera mengganti Chanel yang menampilkan film yang di bintangi Alex.
" Alex.. " Mendengar nama Alex, Brian mengerutkan keningnya, ingatannya kembali akan dirinya yang sempat ingin bertanya tentang Alex waktu di Bali.
" Ada hubungan apa kau dengannya? sepertinya sangat dekat. " Brian dengan tatapan curiga.
" Dia sahabatku dan.... " Jia menghentikan ucapannya.
" Dan apa? " selidik Brian.
" Sudahlah tidak usah di bahas, " Jia mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Dia mantan kekasihmu? " Brian teringat dengan pengakuan Alex saat di tanya oleh Dinda waktu itu.
Jia terkejut Brian mengetahui Alex adalah mantan kekasihnya. Tetapi Jia memilih diam tidak menanggapinya.
" Dia juga cinta pertama mu? " Brian bertanya dengan serius.
" Dari mana kau tau? " Jia membenarkan posisi duduknya menghadap ke arah Brian.
" Jadi benar dia cinta pertama mu? " wajah Brian terlihat menahan amarah.
" Emm,, dia memang mantan kekasihku, dia juga Kekasih pertama ku, tetapi bukan cinta pertama ku? " jelas Jia.
" Jadi ada pria lain selain aku dan Alex, dia cinta pertama mu?hah? siapa katakanlah? "
" Tidak ada yang lain selain kau dan Alex. Aku memang kekasihnya tetapi aku tidak mencintai nya. Dulu aku menerima nya karena aku merasa tidak enak hati padanya. Aku tidak mau dia patah hati karenaku. Dia sangat baik padaku. " Jia.
" Kau pria pertama yang aku cintai. " Jia memeluk erat tubuh suaminya.
__ADS_1
" Benarkah? " dalam hati Brian bersorak gembira mendengar pengakuanistrinya, dan membalas pelukannya.
Jia hanya menganggukan kepala untuk menjawabnya.
" Jadi, Aku adalah pria pertama yang mendapatkan hatimu juga ragamu? bahkan bibirmu yang manis itu. Aku sangat beruntung. Terimakasih Jiandra Aurora Mahess. " Brian mengecup puncak kepala Jia.
" Tidak semua, " lirih Jia yang masih di dengar oleh Brian.
" hah? apa maksudmu ?" Brian mensejajarkan wajahnya dan wajah Jia, meminta penjelasan maksud dari perkataan istrinya.
" Apa? " tanya Jia dengan heran.
" Yang mana? dimana yang bukan aku pertama mendapatkan nya? " tanya Brian dengan kesal.
Jia menggeleng enggan menjawabnya.
" Ayo katakanlah.. "
" Apa kau marah? " tanya Jia.
" Tidak, aku hanya ingin tau saja. Cepat katakanlah . "
" Janji, kau jangan marah. " Jia perlahan menunjuk ke arah bibir dengan jarinya.
" Dengan siapa? "
" Alex.. " jawab Jia dengan polos.
" Ck, kau membohongi ku. Kau dulu pernah bilang ciuman pertamamu itu dengan ku. "
" Aku tidak bohong. Kenapa kau marah, kau bahkan menikahi wanita lain. Kau melakukan lebih dari ciuman! itu tidak adil bagiku. Seharusnya aku menikah dengan orang lain lebih dulu baru menikah denganmu. " Jia mengerucutkan bibirnya.
" Aku bahkan tidak mengingatnya apalagi merasakannya. Ck, kau sengaja mengalihkan pembicaraan Jia. " Brian.
" Aku tidak berbohong Brian, Alex hanya mengecup bibirku. Kita tidak berciuman. Hanya seperti ini.. " Jia meragakan kecupannya di bibir Brian.
" Jia, aku menginginkan mu. "
" Aku masih takut Brian, Kau sangat ganas dan menakutkan. Kau akan menyakiti ku lagi. " ucap Jia dengan menundukan wajahnya, menyembunyikan rona malu di pipinya yang sudah memerah.
" Kali ini tidak akan sakit, kau akan sangat menikmatinya, aku jamin kau akan memintanya lagi dan lagi. " ucap Brian dengan tatapan mesumnya.
" Brian!! kau membuatku malu. " Jia memukul dada Brian tapi tidak menimbulkan rasa sakit.
" Ayolah, tidak usah malu. Aku sudah tidak tahan... " bujuk Brian.
Jia hanya terseyum malu, tanpa menunggu lama Brian kembali melummat bibir Jia, tidak tinggal diam tangannya sudah siap siaga memainkan benda yang ada di balik baju istrinya.
Tidak lupa menyessap leher jenjang yang putih mulus beraroma kas yang sudah menjadi candu bagi Brian, sesekali menggigit meninggalkan jejak merah di sana.
" Brian.. " Jia meremmas rambut Brian seakan meminta perlakuan lebih di bagian dadanya yang sudah membusung sempurna.
" I love you, Jia.. " ucap Brian di sela - sela kegiatan nya.
" I Love you to, kapten Brian... " Jia sangat menikmati sentuhan yang di berikan Brian.
Kegiatan yang erotis terhenti ketika pintu kamar mereka terbuka.
" Daddy... Daddy... " Sean berlari kearah Brian dan Jia.
" Sean..... " Brian dengan sekejap menghentikan aktifitas nya, Jia pun dengan cepat meraih pakaiannya yang sudah tergeletak di lantai.
" Daddy dan Moji sedang apa? kenapa Moji tidak memakai baju? " tanya Sean dengan wajah polosnya.
__ADS_1
" Emm... Moji gerah sayang. " jawab Jia dengan gugup dan menahan malu.
Tidak lama, Renatta menyusul Sean.
" Sean, ini sudah malam, Sean harus tidur. " ucap Renatta yang sudah menggendong Sean.
" Sean mau tidur dengan Daddy dan Moji. " rengek Sean.
" Tidak boleh.. " ucap Brian.
" Daddy nakal, Moji.. ayo tidur di kamar Sean... " Jia hanya tersenyum melihat Sean yang begitu manja dengannya.
" Sean tidur sama Oma saja. " bujuk Renatta.
" Oma, Moji kasian tadi kegerahan. Sean liat Moji tidak memakai baju. " Renatta tersenyum mendengar cucunya mengadu, dan mengalihkan pandangannya pada dua insan yang sedang mabuk kepayang.
Sedangkan Jia menyembunyikan wajahnya di balik tubuh kekar suaminya menahan malu. Sesekali memukul Brian,karena kemesumannya membuat dirinya malu di depan mama mertuanya.
" Oma, Sean ingin tidur bersama Moji.. hiks.. hiks.. " tangis Sean.
" Sean tidur sama Oma saja. Nanti Daddy marah. " Renatta sedikit mengerlingkan matanya ke arah Brian dan Jia. Renatta sangat tau kegiatan apa yang telah diganggu oleh cucunya.
" Sean tidur sama Oma saja, Daddy ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda. " kali ini Brian ikut membujuk Sean. Tentu saja pekerjaan yang di maksud Brian adalah kegiatan erotis nya bersama Jia.
Jia yang mendengarnya langsung mencubit lengan Brian.
" Aaawww... sakit sayang. "
Jia menghampiri Sean dan mengambil alih Sean dari gendongan Renatta. " Iya sayang, Sean boleh tidur dengan Moji. "
Sean manghentikan tangisannya setelah mendengar ucapan Jia. Renatta pun segera keluar dari kamar Brian. Jia membaringkan Sean ke ranjang dengan pelan, mendekapnya sampai tertidur pulas.
" Sayang.. kenapa mengijinkan Sean tidur disini. Aku kan belum selesai, kau tidak lihat junior ku sudah menegang. " ucap Brian dengan frustasi.
" Brian, hentikan. Ada Anak kecil disini. Kita bisa melakukannya besok. Bersabarlah! " Jia.
" Shit!!!! " umpat Brian mengusap wajahnya dengan kasar.
( Malam kedua gagal lagi.. 🤣🤣🤣)
*
*
*
*
*
*
*
Author usahain up sehari 1 eps. yak... kalo gk bisa, tolong maapin yak !! author juga punya kegiatan lainnya, engga bisa ngehalu mulu setiap saat. Oke!!! 🙂🙂😁😁
Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Baca juga karya baru ku yang berjudul Adrian Haidar
Maaf jika masih banyak typo.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
bye.. bye..