Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Salah ukuran


__ADS_3

Pagi menjelang, jia keluar dari kamar mencium aroma yang sedap membuatnya lapar dan segera menuju ke dapur, dilihatnya Rio sedang memasak.


" Hai.. selamat pagi" sapa jia


" pagi nona" jawabnya tanpa menoleh.


" sedang masak apa? sepertinya enak sekali. "


" tunggu sebentar lagi ya, kamu pasti menyukai masakanku"


Jia hanya menganggukan kepalanya dan menunggu pria itu menyelesaikan masakannya.


" tarraaaa... masakan sudah siap" ucap Rio diikuti membalikan badannya, dan betapa kagetnya dia melihat jia mengenakan kemeja yang sedikit menutupi tubuhnya, panjang kemeja hanya sampai di atas lututnya. jia terlihat sangat sexy dan menggoda.


" hah.. ada apa denganmu?" tanyanya yang heran melihat tingkah Rio.


Cukup lama Rio tertegun melihat jia. Rio melihat jia yang berbeda saat dia temukan kemarin. Jia terlihat begitu cantik ditambah baju yang ia pakai membuat Rio menelan ludah.


Brian yang baru datang melihat ekspresi Rio yang tak henti menatap jia. mengerti akan keadaan itu Brian menarik tangan Jia dan membawanya ke kamar.


" kamu tunggu disini saja"


" kenapa? aku ingin makan dan sangat lapar"tanyanya heran dengan apa yang dilakukan Brian.


Brian menghela nafas " apa kamu tidak sadar, kamu berpakaian seperti ini di depan pria, apa kamu tidak malu? "


" ada apa dengan mu? aku mengenakannya semalam, dan kamu juga seorang pria? aneh sekali! " jawab jia dengan polos yang tidak mengerti maksud perkataan Brian.


" sudahlah, kamu tunggu disini nanti makanan akan kuantar dan jangan keluar" tegasnya.


Brian meninggalkan jia. menghampiri Rio yang masih mematung


" Kapten apa aku salah lihat?? "


" apa? "


" waahhhh.... aku mendapatkan jackpot di pagi hari melihat gadis seperti bidadari dan terlihat begitu sexy"


" heii.. sadarlah. kalau kamu sudah selesai pergilah ke pos utama" perintah Brian

__ADS_1


" baik kapten" Rio meninggalkan Brian dengan wajah yang masih dalam khayalan nya. hanya Tuhan dan Rio yang tau.


" dan Terima kasih " ucap Brian yang tak diperdulikan Rio.


Pagi ini Brian sengaja menyuruhnya memasak untuk jia. karena Rio yang hebat dalam masak-memasak dan semua anak buahnya pun mengakui bahwa masakan Rio yang paling enak. tapi dia tak menyangka Rio mendapatkan Jia yang mengenakan pakaiannya.


Sebenarnya Malam itu Brian sangat terkejut dan beberapa kali menelan ludah tapi dia bisa mengatasinya. Jia terlihat begitu menggoda memakai kemeja milik Brian ditambah Jia tak memakai bra sehingga sekilas memperlihatkan pucuknya.


tok.. tok.. tokk Brian mengetuk pintu kamar mengantarkan makanan untuk Jia. dan berpesan bahwa dia mungkin tidak pulang malam ini. "jadi jangan lupa nyalahkan lentera sebelum gelap dan jangan lupa juga mengunci pintunya" jelas Brian.


" kamu mau kemana? apa bertugas malam? "


" aku mau ke desa, ada keperluan" jawabnya datar.Brian sebenarnya tidak tega meninggalkannya sendirian tapi dia harus pergi untuk membelikan beberapa pakaian jia dan keperluan lainnya.


*****


Keesokan harinya Brian kembali dari Desa. saat tiba dirumah ternyata jia belum bangun.


" sudah siang kenapa di masih belum bangun juga" gumamnya.


tak lama jia keluar dari kamar,


" kamu sudah pulang? kapan kamu sampai? " tanyanya setelah melihat Brian sedang duduk menikmati secangkir kopi.


" ickkhh.. kamu ini benar2 menyebalkan" gerutu jia mendapati jawaban tanpa suara.


Brian menghampiri jia dan memberikan sebuah kantong " ini untukmu"


jia menerimanya dan membuka isi kantong.


" apa ini?" tanyanya sambil membuka isi kantong, jia tersenyum setelah melihat isinya. " wah kamu membelikan aku baju? " tanyanya heran.


"hemmm" disertai anggukan.


" apa tidak ada pilihan lain?" rautnya berubah setelah melihat pakaian itu " ini sama sekali bukan fashionku" jelasnya.


" di desa, baju itu terlihat paling bagus"


" ya sudahlah mau gimana lagi.. oh ini apa lagi?" serunya setelah melihat isi kantong. dan dia tersenyum "kau membelikan ku pakaian dalam? "

__ADS_1


" hmmm.. " lagi lagi cuma berdehem tapi kali ini Brian sedikit malu mengakuinya.


" 34? ini terlalu kecil untukku" sambil menunjukkan bra ditangannya.


" ehhmm, aku hanya bilang untuk usia 21 tahun, mana aku tahu berapa ukuranmu" sambil mengalihkan pandangan karena merasa canggung membahasnya.


" Huhh.. ukuranku lebih besar dari ini! "


" Akkhh.. kau tidak usah menjelaskannya padaku! " suaranya meninggi. " gadis ini benar2 polos atau tak tahu malu sih?" gumamnya dalam hati. Brian pria yang normal mendengar jawaban Jia dia menjumpai pikiran liarnya.


Hari ini Jia memakai pakaian perempuan, walau buka stylenya dia masih terlihat cantik dan menawan.Brian sudah siap untuk kembali bertugas.


" apa kamu mau pergi bertugas? "


" ehmm.. "


" bolehkah aku ikut? "


" tidak"


" kenapa? aku sangat bosan dirumah, aku janji tidak akan menganggumu bekerja? ranjuknya dengan manja.


" hahhh.. kau sangat merepotkan sekali"


" please, boleh ya? ya??? ya??? " bujuk Jia sambil memasang muka cantiknya.


Brian sekilas terkesima melihat wajah Jia yang begitu dekat " cantik " puji nya dalam hati.


" gimana boleh gk Kapten BRIAN???" serunya membuat Brian sadar dalam lamunannya.


" oke" jawabnya datar.


" Terima kasih Kapten"


mereka berjalan menuju pos utama dimana Brian menjalankan tugasnya.


Hai reader...


ikuti kelanjutannya ya..

__ADS_1


dari petugas Militer menjadi seorang CEO, penasarankan????


jangan lupa buat likenya biar author semangat nulis kelanjutannya


__ADS_2