Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Alex Junna Douglas


__ADS_3

Dua minggu sudah Jia bekerja di kantor Brian tanpa sepengetahuan nya. Semenjak kejadian itu, bu Livia tidak bersikap kasar lagi padanya, entah apa yang pak Sam katakan sehingga bu Livia berubah lebih baik.


Jia juga mengerjakan pekerjaan nya tanpa meminta bantuan pada pak Sam, karena pekerjaan yang di berikan nya cukuplah mudah sehingga Jia tidak merasa kesulitan.


Kringg... Kring....


ponsel Jia berdering


" hallo sya.. " jawab Jia setelah mengetahui siapa yang memanggil karena tertera di kontak telponnya. dia adalah sahabatnya yaitu Alesya.


" jiaaaa... ada kabar gembira " teriak Alesya dari sebrang sana.


" jangan berteriak kau membuat telingaku sakit! ada kabar apa? " tanya Jia.


" ATM berjalan kita sudah pulang! dia sudah di Indonesia. "


" maksudmu Alex? "


" iya, siapa lagi! Jia,dia sungguh bertambah keren. aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. "


" kau tau dari mana Alex sudah kembali? "


" Semalam dia mengabariku, kalau dia sudah tiba di Indonesia. apa dia tidak menghubungimu? "


" sepertinya tidak! "


" baiklah. aku sudah tidak sabar menemui kalian berdua. kita bertiga harus mengadakan Reoni "


" iya, iya. kabari saja jika waktunya telah tiba. "


" oke! bye Jia... "


" bye Alesya "


Panggilan berakhir.


Setelah mengakhiri panggilannya Jia melanjutkan pekerjaannya.


Alex Junna Douglas adalah teman Alesya dan Jiandra waktu SMA hingga kini. Meski Alex beberapa tahun ini menetap di Amerika mereka masih berkomunikasi dengan baik.


Alex Junna Douglas adalah aktor papan atas di Negara ini yang telah melebarkan sayapnya ke manca negara hingga menjadi actor Hollywood.


" Jiandra bersiap - siaplah kita sebentar lagi meeting " ucap bu Livia ketika keluar dari ruangannya.


" baik bu " jawab Jia. bu Livia pun berlalu meninggalkan ruangannya.


" mona, meeting apa kali ini? kenapa hanya aku. biasanya kita meeting semuanya ikut bukan hanya aku " tanya Jia.


" entahlah Jia, aku tidak tau. " jawab mona.


" semoga saja tidak menyusahkanku! " gumamnya.


****


Di ruangan Brian.

__ADS_1


" pak Sam, kau harus cepat meng-handle masalah mengenai Resort, aku tidak mau pembukaan Resort tertunda hanya masalah kecil! " ucap Brian.


" baik tuan, saya akan menyelesaikannya dan lansung turun ke lapangan " jawab pak Sam.


" bagus. lakukan yang terbaik " Brian.


" baik tuan, saya undur diri " pamit pak Sam sambil menundukan badannya untuk memberi hormat pada Brian.


" Nino, apa jadwal saya hari ini? " tanya Brian pada sekertaris Nino yang tadi berdiri di samping pak Sam.


" Tidak ada pertemuan di luar hari ini pak " jawab Nino.


" panggilkan Sonia " perintah Brian.


" baik pak " ucap Nino dan segera keluar memanggil Sonia.


Sonia adalah sekertaris yang menggantikan Rea selama cuti. Sonia bukanlah karyawan baru di perusahaan Diamon group, dia salah satu karyawan bagian divisi perencanaan. Karena menggantikan pekerjaan Rea dengan karyawan baru akan butuh waktu lama mengajari semua pekerjaannya.


Tidak lama Sonia datang menghadap Brian.


" apa jadwal ku hari ini? " tanya Brian dengan wajah datarnya.


" pagi ini ada meeting pak. untuk membahas acara pembukaan Resort "


" baiklah. silahkan kembali kemejamu. "


*****


bu Livia dan Jiandra berjalan beiringan menuju ruang meeting.


" Jiandra apa semuanya sudah siap? jangan sampai kau meninggalkan dokumen penting! "


" baguslah! "


" maaf Bu, saya ijin sebentar mau ke toilet " ucap Jia.


" ck, meeting ini sangat penting! cepatlah. jangan sampai kau terlambat! "


" iya bu " jawab Jia lalu memberikan bawaannya kepada bu Livia, Jia segera pergi ke toilet.


Di ruang meeting sudah banyak orang yang duduk disana, bukan hanya dari divisi keuangan yang hadir melainkan divisi perencanaan juga ikut serta.


Mereka semua berdiri dan memberi hormat ketika CEO mereka masuk keruangan tersebut.Brian duduk di kursi kebesarannya diikuti Nino dan Sonia duduk di samping kanan kiri Brian.


Brian menatap kursi yang masih kosong dan berdecak kesal terlihat dari raut wajahnya. Brian tidak suka dengan Karyawan yang tidak disiplin. apalagi terlambat datang di meeting yang sangat penting.


Karyawan yang melihatnya seketika menjadi tegang akan kemarahan Brian kepada Karyawan yang belum hadir, dan itu akan berdampak pada mereka semua yang ada dalam ruangan itu.


Nino memulai memimpin rapat, sedangkan Brian hanya melihat dan mendengar laporan pekerjaan dari karyawan nya.


Ceklek... suara pintu terbuka di tengah rapat sedang berlangsung. Semua mata teralihkan ke arah pintu yang terbuka.


" Maaf saya terlambat " ucap Jia yang sama sekali tidak merasa bersalah akan keterlambatan nya. karena Jia pikir pak Sam lah yang memimpin rapat tersebut seperti biasanya.


" Jia.. " ucap Brian yang terkejut melihat istrinya berada di tengah - tengah rapat. tak kalah terkejutnya Jia membelalakan kedua matanya.

__ADS_1


" maaf Pak dia karyawan baru, maafkan saya tidak mendisplinkan dia " ucap bu Livia.


" ma..a.. maaf.. perkenalkan nama saya Jiandra, saya karyawan baru di divisi keuangan " jelas Jia sambil menatap Brian penuh arti.


" sayang... " lirih Brian yang masih belum mengerti dengan tatapan Jia.


" apa pak Briano mengenalnya? " tanya bu Livia.


" dia ist--- " ucapnya terpotong.


" tidak! saya tidak mengenalnya " jawab Jia gugup dan masih menatap Brian. Brian yang ditatap segera mengangguk setelah mengerti maksud dari tatapan Jia.


" Baiklah.. kita lanjutkan kembali " ucap Brian memerintah pada Nino untuk melanjutkannya.


" kau dari mana saja! beruntung kau tidak terkena marah pak Briano! " bisik bu Livia.


" maaf bu, tadi di toilet mengantri " Jia.


Meeting pun kembali dimulai.


" Jadi, apa bintang acara nya sudah menandatangani kontrak dengan kita? " tanya Brian.


" Sudah pak " jawab salah satu orang dari divisi perencanaan.


" lalu kenapa belum ada surat kontrak nya, apa ini hanya asumsi mu? " tanya Brian.


" tidak pak. saya sudah menerima kabar dari bu Dinda bahwa dia berhasil bintang tamu yang kita inginkan bekerja sama. kontraknya sudah ada di tangan bu Dinda. " jelas karyawan tersebut.


" oke! kerja bagus "


Mendengar nama Dinda dan Brian memuji hasil kerjanya, Jia memberikan tatapan tajam pada Brian. Sedangakan Brian merasa biasa saja dengan tatapan yang di berikan istrinya.


Ceklek... pintu kembali terbuka. Ruang meeting kembali kedatangan seorang wanita yang terlihat rapih dengan pakaian kerjanya.


" bu Dinda.... " ucap Sonia ketika melihat seorang yang baru saja datang.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Nantikan kelanjutannya..

__ADS_1


jangan lupa like, komen, dan Votenya.


bye bye...


__ADS_2