
Happy Reading....
~
Senin, hari dimana memulai aktivitas kembali setelah libur sejenak. Sudah seminggu yang lalu Jia tidak bekerja lagi di perusahaan milik suaminya, karena harus mengurus butiknya yang telah berjalan.
Siang ini, Jia berencana pergi ke kantor suaminya setelah mendapat kabar dari sahabatnya, Alesya. Hari ini Alesya dan ayahnya berada di kantor Brian untuk menjalin kerjasama.
Jia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kantor Brian. Wajah cantiknya terlihat begitu bahagia, dirinya akan menemui Alesya sekaligus suaminya.
Jia sengaja tidak memberitahu Brian kalau akan berkunjung ke kantornya. Ingin membuat surprise pikirnya.
Sesampainya di lobby, Jia tidak perlu bertanya atau meminta bantuan untuk ke ruangan suaminya, karena Jia sudah hafal betul dimana ruangan Brian berada. Belum sampai menekan tombol lift untuk menuju ruangan Brian, seseorang memanggilnya, suara itu pun tidak asing lagi bagi Jia.
" Jiandra.. " panggil bu Livia dari kejauhan dan segera menghampiri Jia.
" Bu Livia... " sapa Jia.
" Jiandra apa yang sedang kamu lakukan disini? bukankah kamu sudah resign? " tanya bu Livia, kedua matanya sambil meneliti dari atas sampai kebawah penampilan Jia saat ini. Berbeda sekali dengan Jia yang sebelumnya.
Jia terseyum pada bu Livia, tidak tau harus menjawab apa.
Dari kejauhan pak Sam yang melihat Jia bersama dengan bu Livia segera menghampiri mereka.
" Siang Nona, apa anda ingin menemui Tuan? " pak Sam sedikit menundukan badannya untuk memberi hormat. Bu Livia memperhatikan pak Sam yang terlihat menghormati Jia merasa bingung.
" Ada apa ini? kenapa pak Sam bersikap hormat pada Jiandra" batin Bu Livia.
" Iya pak Sam, aku ingin menemui Brian. " jawab Jia.
Bu Livia membulatkan matanya saat mendengar Jia menyebutkan nama pada atasannya.
" Pak Sam... " panggil bu Livia dengan menggerakan kepalanya untuk meminta penjelasan.
Pak Sam yang mengerti tanpa bu Livia mengatakannya segera menjawab. " Bu Livia, Nona Jiandra adalah istri dari Tuan Briano. "
Bu Livia nampak terkejut setelah mendengar penjelasan dari pak Sam, tanpa menunggu lama bu Livia sedikit menundukan kepalanya memberi hormat, Jia membalasnya dengan senyuman.
" Mari Nona, saya antar. " pak Sam. Jia hanya terseyum menaggapinya.
" Jadi istri pak Briano itu Jiandra? hah. Pantas saja dia terlihat berbeda, kenapa aku begitu bodohnya tidak menyadarinya. " gumam bu Livia setelah kepergian Jia dan pak Sam.
~
Di ruangan Brian.
" Sayang, kau kemari? kenapa tidak mengabariku " Brian berdiri dari duduknya, menyambut kedatangan istrinya, tidak lupa mengecup sekilas bibir Jia.
" Aku kesini ingin menemui Kaptenku dan Alesya. Apa Alesya masih disini? " tanya Jia.
" Alesya masih di ruang meeting bersama Nino dan Dinda. Kau merindukanku? " tanya Brian, kini tangannya sudah merengkuh pinggang istrinya.
" Hem, aku sangat merindukanmu. " Jia melingkarkan tangannya ke leher Brian.
" Apa kau senang dengan jawabanku? " tanya Jia.
" Tentu saja, aku senang mendengarnya. Aku sangat mencintaimu Jia. " Brian memberikan ciuman lembut pada Jia. Tidak lupa memberi kecupan yang bertubi - tubi pada wajah istrinya.
__ADS_1
" Stop Brian, kau membuatku geli. Kau terlihat konyol Brian. Hentikan. " Jia mencoba menjauhkan wajahnya dari Brian.
" Aku konyol? hem? kau yang membuatku konyol dan gila Jia. Aku sangat menggilaimu. " Brian kembali menghujani ciumannya ke wajah Brian.
tok.. tok.. tokk.. ceklek...
Terdengar suara pintu diketuk, tidak lama pintu langsung terbuka tanpa izin dari pemilik ruangan.
Dengan cepat Jia melepaskan diri dari dekapan Brian.
" Leo.. " Brian.
" Sorry, apa aku mengganggu kalian? " ucap Leo sambil mendudukan dirinya.
" Sudah tau masih bertanya! ada apa kau kesini! " tanya Brian dengan wajah kesalnya.
" Kau ini sangat pemarah. Aku kesini ingin menemuimu. Sorry, aku tidak bisa datang ke acaramu di bali, aku baru pulang dari Sydney. " Leo.
" Kau jauh - jauh kesini hanya untuk mengatakan itu? " tanya Brian.
" Iya, selain itu aku juga ingin mengunjungi mu. "
" Aku tidak sakit, kau tidak perlu mengunjungi ku. "
" Ck, kau lihat Jia, suamimu ini menyebalkan! bagaimana kau bisa tahan dengan muka datarnya itu. " kali ini Leo bertanya pada Jia.
" Jangan bicara sembarangan!! tutup mulutmu itu!! " Brian melempar kepalan kertas ke arah Leo.
" Kau lihat Jia, di sangat galak. "
ceklek... pintu kembali terbuka.
" Alesya.. " Jia beranjak dan memeluk sahabatnya.
" Kau ini, seperti sudah lama saja tidak bertemu denganku. " Alesya membalas pelukan dari Jia.
" Aku merindukanmu Lesya.. " Jia berkata dengan mengerucutkan bibirnya sambil melepaskan pelukannya dan mengajak Alesya duduk di sofa.
Leo yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya ke arah Alesya, bertemu pandang dengan Alesya yang tidak sengaja menoleh ke arahnya.
" Ekemm.. Apa matamu bermasalah?apa matamu tidak bisa berkedip lagi? " tanya Brian yang melihat Leo terus memandangi Alesya.
Leo menjadi salah tingkah dengan ke usilan Brian, membuat nya malu di depan gadis cantik di depannya.
" Leo, kenalkan ini Alesya sahabat ku.. " Jia memperkenalkan Alesya pada Leo.
" Leo.. " Leo mengulurkan tangannya.
Alesya pun menjabat tangan Leo. " Alesya. " dengan senyum manisnya.
" Jia, aku tidak bisa berlama - lama. Aku ada meeting sebentar lagi. Aku harus segera pergi. " ucap Alesya.
" Ck, kau ini sibuk sekali. " Ucap Jia dengan wajah cemberut.
" Jia nanti kita bisa bertemu lagi. " bujuk Lesya.
" Sayang, jangan menganggu Alesya. kau bisa menemuinya di hari libur. " Brian ikut membujuk Jia.
__ADS_1
" Baiklah, kau boleh pergi. Kau di antar siapa? apa dengan Om Wisnu? " tanya Jia.
" Papa sudah pulang, mungkin aku akan cari taxi. " jawab Alesya.
" Taxi? kau diantar pak Sam saja. bolehkah? " tanya Jia pada Brian.
" Pak Sam tidak ada, dia ada meeting di luar bersama Nino. " jelas Brian.
" Sudah Jia, aku bisa sendiri naik taxi."
" Emmmm... Leo boleh aku minta tolong antarkan Alesya? kau tidak sibuk kan? " kali ini Jia mengarah ke Leo.
" Dengan senang hati.. " ucap Leo dengan mata yang berbinar. Tentu saja Leo bersorak senang dalam hati mendapat kesempatan langka. Mengantar gadis cantik siapa yang akan menolaknya.
" Ck, kau terlihat senang sekali seperti mendapat jackpot. " sindir Brian.
" Lihatlah dirimu sendiri! kau bahkan terlihat konyol jika bersama Jia. " Leo membalikan keadaan. Dan itu membuat Jia terkekeh mengisaratkan jika benar adanya.
" Apa aku tidak merepotkan mu? " tanya Alesya pada Leo.
" Tidak sama sekali. " jawab Leo dengan senyuman mautnya.
" Oke. terimakasih sebelumnya. " Alesya.
Alesya dan Leo meninggalkan ruangan Brian. Leo tidak akan membuang kesempatan untuk mendekati Alesya dan berharap bisa menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman.
( Episode selanjutnya, Dinda akan tau siapa Jia sebenarnya...Author bakal bikin Dinda syok berat dengan apa yang akan di lihatnya....penasaran? tunggu kelanjutannya yak!!! )
Jangan lupa jempolnya tekan likenya, beri Vote biar author semangat.. Oke!!?
*
*
*
*
*
*
*
*
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Baca juga karya baru ku yang berjudul Adrian Haidar
Maaf jika masih banyak typo.
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
bye.. bye..
__ADS_1