
Hari ini Brian membawa Jia ke suatu tempat yang sangat indah. Sebenarnya Jia masih sangat malu bertatap muka dengan Brian namun tidak bisa di hindari lagi karena mereka tinggal satu atap.
Jia memiliki segudang cara untuk bertemu dengan Brian tanpa memperlihatkan wajahnya. Jia memakai syal untuk menutupi dari bawah mata hingga ke leher sehingga Brian tidak bisa melihat pipi merahnya karena menahan malu saat di dekatnya.
Brian yang menyadari tingkah kekasihnya itu hanya diam membiarkannya sesekali tersenyum.
" Ehhemmm.. Apa kamu kurang sehat hari ini? " Tanya Brian memecahkan keheningan
" Tidak.. "
" Apa kamu yakin tidak kepanasan? Menggunakan syal di cuaca seperti ini? " Goda Brian
" Hah?? Mm... Mmm.. Ini salah satu fashion ku" Jawabnya gugup.
"Ohhh.. " Brian tersenyum mendengar jawabannya.
" Kita mau kemana? " Tanya Jia penasaran.
" Sebentar lagi kita akan sampai, dan kau akan melihatnya"
"Oh.. "
Mereka melanjutkan perjalanan tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat.
Brian pov
Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat, aku harap kau akan selalu mengenangku Jia, aku sangat bahagia ketika di dekatmu tidak pernah aku merasa sebahagia ini. Jika waktu bisa di ulang aku ingin bersamamu lebih lama.
Brian yang sedikit menyesal karena terlalu cepat menginformasikan keberadaan Jia. Brian meyakini mungkin hari ini atau besok keluarga Jia akan segera datang menjemputnya.
Sampai di tempat tujuan
" Wahhhh.... Indah sekali tempat ini" gumam Jia melihat rumput yang terdampar luas.
pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
__ADS_1
" apa kamu suka? "
" emmm" jawabnya singkat yang masih sibuk melihat sekitar. " terimakasih membawaku kesini" Jia menatap Brian dengan lekat.
" Jia, "
" iya"
" apa kamu akan selalu mengingatku? walau kita tidak bersama? " tanya Brian dengan penuh keseriusan.
" iya, bagaimana aku bisa melupakanmu, aku akan selalu mengingatmu" kemudian tersenyum." apa itu kamera? " lanjutnya saat melihat yang dibawa Brian.
" iya"
tanpa banyak kata Jia mengambilnya dan memotret pemandangan disana. sesekali memotret Brian. " mari kita foto bersama" ajak jia.kemudian mereka berfota bersama.
Brian memandangi Jia dengan penuh arti" apa kita bisa bertemu lagi? apa kita benar2 akan berpisah? aku tidak ingin berpisah denganmu" gumamnya dalam hati.
" Jia"
" apa kamu senang tinggal disini? "
" iya aku sangat senang, tapii..... " kalimatnya terhenti dan terbayang sosok kedua orang tuanya, dia sangat merindukan mereka. begitupun kedua orang tuanya pasti sangat merindukan Jia.
Tanpa penjelasan Jia, Brian sangat tahu kalau kekasihnya merindukan keluarga nya.
" apa kamu sangat merindukan keluargamu? " sambil memegang kedua tangan Jia. Jia menjawab dengan anggukan.
" tenanglah sebentar lagi kamu akan bertemu dengan mereka" jelas Brian. Jia tersenyum mendengar kabar itu, senyumnya terhenti ketika mengingat kalau dia pulang berarti dia akan berpisah dengan Brian.
" apa kita akan berpisah? " Jia menatap Brian dengan lekat.
" iya" Brian mengangguk.
" apa kamu tidak bisa ikut bersamaku? "
__ADS_1
" tidak bisa, tempatku disini" jelas Brian.
Jia termenung mendengar jawaban Brian." aku ingin bersamamu, bisakah kamu tetap disisiku" lirih Jia dalam hati.
" aku janji, aku akan segera menemuimu. bisakah kamu menungguku? "
" berapa lama aku harus menunggumu"
Brian terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Jia, dia ragu seberapa lama meminta Jia untuk menunggu.
Jia yang menyadari Brian dalam keraguannya
" aku ingin menikah diusia yang ke 26tahun, sebelum usiaku 26tahun aku akan selalu menunggumu, tetapi jika kau tidak datang juga aku akan berhenti menunggumu" jelas Jia.
Brian tersenyum " iya aku akan menemuimu, jadi tunggulah aku"
" Terima kasih Jia " Brian mendekatkan wajahnya membuka syal yang menutupi bibir manis Jia. di tatap nya dengan lekat terlihat pipi merah merona dan kembali mendekati wajah jia, pelan pelan Brian mengecup bibir Jia, mel*mat nya dengan sangat lembut. Jia memejamkan mata menerima ciuman lembut dari Brian dan membalas ciuman Brian. kedua nafas mereka beradu, melepaskan ciuman untuk mengatur nafas dan kembali berciuman, kali ini Brian melakukannya dengan penuh gairah membuat Jia tidak bisa mengimbangi. Jia melingkarkan tangannya ke leher Brian dan sedikit berjinjit memudahkan Brian yang menunduk dengan kedua tangannya melingkar di pinggul kekasihnya.mereka cukup lama bergelut dalam cumbunya.
Semakin lama gairah Brian tak terkendali, Brian membuka syal yang mengeliliti leher Jia. ciuman itu pun beralih ke leher jenjang jia. Jia hanya menerima dengan pasrah,tubuhnya bergetar dengan hebat.
Pagutan mereka terhenti karena hujan yang turun. Brian dan Jia berlari mencari tempat untuk berteduh. tidak jauh dari sana terdapat sebuah pondok yang tak berpenghuni.
Keduanya basah kuyup dan kedinginan. Brian mencari kayu bakar untuk menghangatkan mereka. melihat jia menggigil kedinginan Brian memeluknya untuk memberi kehangatan.
Suasana yang sangat canggung diantara mereka. Jia memilih menunduk menghindari tatapan Brian.
" aaaaakkkkhhhh... " teriak Jia yang melihat seekor tikus dan beranjak memeluk Brian dengan erat.
"ada apa? "
" itu.. ada tikus" tunjuk nya.
"mana? " Brian melihat lihat sekeliling tapi tidak ada..
nantikan kelanjutannya....
__ADS_1