
Tiara yang baru saja keluar dari kamarnya ikut bergabung bersama Brian dan Valent, mendudukan diri di samping suaminya.
" Hai.. Brian, Apa kabar? lama tidak bertemu. " ucap Tiara yang baru bertemu Brian, tadi pagi Tiara melewatkan sarapan paginya, jadi belum sempat bertemu dengan Brian.
Tiara mengenal Brian sudah lama, karena Tiara berteman cukup dekat dengan mantan istrinya yang tidak lain adalah Dinda. Tetapi sudah beberapa bulan ini Tiara belum bertemu dengan Dinda, semenjak Tiara memutuskan untuk menghentikan aktifitas di luar,agar tidak mengganggu kesehatannya untuk segera mendapatkan keturunan sesuai yang di sarankan oleh dokter kandungannya.
" Kabarku baik Ra.. " jawab Brian dengan wajah datarnya.
Tidak lama Jia kembali dari dapur membawa segelas jus yang di peganngnya dan dua cangkir kopi yang di bawa oleh bi Antun.
Jia menduduknya tubuhnya di samping Brian. Jia melirik ke arah Tiara yang sedang duduk di sebelah kakanya. Jia kembali bergidik dan mengeleng - geleng kan kepalanya mengingat adegan yang semalam dilihatnya.
" Kau ini kenapa? " tanya Brian yang melihat tingkah Jia.
" Tidak.. tidak apa - apa. " bohong Jia, ingin rasanya tidak mengingat hal itu, tetapi entah kenapa Jia tidak bisa menghilangkan ingatan itu meskipun ingin sekali melupakannya.
" Kakak, kapan mama dan papa pulang.. Aku merindukannya. " ucap Jia.
" Papa dan mama minggu depan baru pulang, jika pekerjaan papa cepat selesai mungkin akan lebih cepat pulangnya. " Valent menjelaskan pada adiknya yang sudah terlihat masam.
" Kenapa bukan kaka saja yang menggantikan papa?Kenapa harus papa yang bekerja keluar kota?apa kaka tidak kasihan menyuruh papa bekerja keras! " keluh Jia.
" Papa yang ingin pergi. Kata papa, mereka sekalian ingin berbulan madu.. " Valent.
" ck, seperti anak muda saja! " Jia.
" Kamu kapan pergi untuk berbulan madu Jia? " Tiara yang sedari tadi diam, kini ikut berbicara.
Jia hanya diam tak menjawab pertanyaan dari kaka iparnya, karena bingung harus berkata apa.
" Kami menundanya, aku masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Setelah pembukaan Resort, kami akan memikirkan untuk berbulan madu. " jelas Brian.
" Oh.. tentang Resort yang di pulau dewata itu kapan selesainya? " Valent.
" Tinggal beberapa hari lagi.Minggu depan acara untuk pembukaannya, kau harus datang untuk menghadirinya. " Brian.
" Oke. Aku akan usahakan datang. " Valent.
Mereka melanjutkan obrolannya, Brian yang sangat perhatian pada Jia tak luput dari pandangan Tiara.
Tiara yang sebelumnya mengenal Brian, melihat perbedaan sikapnya yang dulu sangatlah dingin, selalu memasang wajah datarnya, tidak peduli dengan orang di sekitar. Berbeda sekali yang sekarang di lihatnya, Brian begitu perhatian pada Jia, wajahnya terlihat hangat dan penuh cinta.
Tiara meyakini bahwa yang sempat ia dengar percakapan Brian dan Valent adalah benar adanya, Jia adalah wanita yang sangat di cintai Brian.
__ADS_1
Dulu, Dinda pernah bercerita bahwa Brian tidak akan mencintainya karena Brian sangat mencintai wanita lain.
" Apa gadis yang dicintai Brian adalah jia? kalau memang benar, apa aku harus mengatakan kebenaran tentang Dinda? ahh.... sudahlah, aku akan menunggu waktu yang tepat. " batin Tiara.
*****
Dua hari sebelum acara pembukaan Resort, semua karyawan dari divisi perencanaan dan divisi keuangan telah tiba di Bandara Ngurah Rai.
Tidak seperti biasanya, Diamon group mengikut sertakan karyawan dari divisi keuangan, biasanya hanya divisi perencanaan yang akan ikut berpartisipasi. Tentu saja itu karena Brian ingin Jia menghadiri acara tersebut.
" Tidak biasanya divisi kita ikut serta dalam acara pembukaan Resort ini, biasanya hanya divisi perencanaan yang akan hadir. " ucap Doni sembari menggandeng koper kecilnya.
" Iya, tidak biasanya. Tapi aku sangat senang bekerja sambil berlibur. " Siska.
" Sepertinya kita akan lebih banyak berlibur dan sedikit bekerja. Tidak ada tugas untuk kita, hanya cukup membantu pekerjaan divisi perencanaan. " Mona.
" Tapi, kenapa Jiandra tidak ikut bersama kita, padahal ini akan sangat menyenangkan. " Doni sangat berharap jika Jiandra ikut hadir.
" Mmm.. tenang saja, Jiandra akan menyusul. Dia bilang pada ku ada urusan yang harus di selesaikan terlebih dahulu. Jadi dia akan sedikit terlambat. " Mona sebelum nya telah menghubungi Jia lewat ponsel pintarnya.
" Benarkah? ini akan menyenangkan. " ucap Doni dengan wajah yang berbinar.
" Ck, kau sebaiknya jangan terlalu berharap padanya. Dia sudah memiliki kekasih, dan Jiandra sangat tidak cocok dengan mu!! " Siska.
" Sudahlah, jangan terlalu banyak bicara. Sebaiknya kita segera menyusul bu Livia. Kalau tidak, kita akan terkena masalah. " Mona.
~
Mereka semua tiba di Resort dan menuju ke kamar masing - masing yang telah di sediakan.
Dinda dan Sonia sangat antusias menunggu kedatangan CEO Diamon group, Mereka berdua sangat berharap jika situasi ini akan menguntungkan baginya berdekatan dengan Brian.
Di lain tempat Brian dan Jia berada di jet pribadi milik Brian menuju Bali, tentu saja pak Sam dan Nino ikut bersamanya.
" Sayang, apa kau masih marah padaku? " Brian melihat wajah istrinya yang masih murung.
" .... " Jia hanya diam.
" Ayolah Jia.. jangan marah padaku! " Brian menggenggam tangan Jia.
" Aku kan sudah bilang, aku tidak bisa ikut sekarang, tapi kau memaksaku! " Jia masih memasang wajah kesalnya. Hari ini adalah jadwalnya untuk pergi ke salon untuk perawatan, bukan hanya itu, disana Jia akan bertemu dengan Alesya sahabat nya.
" Aku hanya ingin kau pergi bersama ku. Di sana kau masih bisa pergi ke salon mana pun yang kau inginkan. " jelas Brian.
__ADS_1
" Tapi aku akan bertemu dengan Alesya! Aku kan bisa menyesulmu besok! kau sangat pemaksa! " Jia.
" Iya, iya maafkan aku, jangan marah lagi. " Brian mengelus - elus kepala Jia dengan lembut.
" Sudah terlambat!! " Jia menepia tangan Brian.
Pak Sam dan Nino hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Brian yang begitu takut akan kemarahan Jia. Setau mereka, kemarahan Brian lah yang sangat di takutkan, bahkan sekecil apapun kesalahan karyawan nya tidak mendapat ampun darinya.
" Nona Jia terlihat sangat spesial bagi Pak Briano,bagaimana tidak? Nona Jia begitu cantik dan menggemaskan, siapa pun yang melihatnya akan mengaguminya. " batin Nino.
Nino yang belum lama mengetahui bahwa Jia adalah istri dari Brian. Sebelum nya Nino yang belum tau kebenarannya sempat menaruh perhatian pada Jia. Tetapi nyalinya menciut setelah tau Jia adalah istri dari atasannya.
Waktu itu, Jia menghampiri pak Sam untuk menegurnya, menanyakan tentang Sonia yang menjadi sekertaris Brian. Jia merasa tidak suka pak Sam memilih Sonia menggantikan Rea.
Pak Sam pun menjelaskan bahwa bukan dirinya yang memilih Sonia menggantikan Rea, melainkan Nino. Nino yang kebetulan ada di ruangan itu,seketika menerima kemarahan Jia. Bukannya sakit hati menerima amukan Jia yang meluap - luap, di mata Nino Jia begitu menggemaskan saat memarahinya.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Maaf jika masih banyak typo.
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
bye.. bye..
__ADS_1