Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Luka impian


__ADS_3

Matahari telah terbit, di pagi hari semua orang mulai untuk melakukan aktivasi nya. Tetapi tidak untuk dua insan yang belum lama menyelesaikan kegiatan mereka.


Brian dan Jia baru terlelep dalam tidurnya pukul empat pagi. Jangan di tanya lagi, semua ini karena ulah Brian yang tak hentinya ingin menuntaskan hasrat yang menggebu berulang kali.


Pukul 07.15 WIB.


Dering ponsel Brian berbunyi sangat nyaring, mengganggu tidur sang pemiliknya. Dengan mata masih terpejam, tangannya merabba mencari letak ponsel yang tidak jauh dari tempatnya.


" Hemm.. ada apa? " Brian menjawab telpon nya tanpa melihat kontak nama yang memanggilnya.


" ..... " jawab si penelpon.


" Baiklah, aku akan datang. " Brian mematikan ponselnya.


Kedua matanya yang terpejam mulai terbuka ketika merasakan hembusan nafas menyentuh kulitnya. Brian tersenyum melihat istrinya yang tengah tidur berbantal dada bidangnya. Di elus puncak kepala istrinya, perlahan memindahkannya ke bantal.


Di pandangi wajah cantik istrinya yang masih terlelap, kemudian mengecup kening, kedua pipinya, dibelai dengan sayang.


" Good morning honey .. " Brian berbisik di telinga Jia.


Merasa ada yang mengusik tidurnya, Jia membuka kedua matanya. Di lihat Brian tengah asik bermain di ceruk istrinya.


" Brian... apa yang kau lakukan? " Jia yang masih setengah sadar.


" Tidak ada.. "


" Hentikan! ini membuatku geli. " Jia sedikit mendorong tubuh kekar itu untuk menjauh.


Brian memandangi istrinya dengan lekat. Jia yang sadar dengan tatapan Brian, segera mendorong tubuh Brian dan memundurkan dirinya agar menjauh dari suaminya.


" Apa yang kau lihat?! " Jia.


Brian tersenyum nakal kemudian mendekat. " Aku ingin sekali lagi.. " dengan cepat Jia sudah berada di kungkungan Brian.


" Brian!!!! hentikan... aku lelah.. " Jia meronta berusaha melepaskan diri. Tapi tenaga Brian jauh lebih kuat sehingga terjadilah kegiatan seperti semalam terulang kembali.


Setelah selesai dengan kegiatan pagi yang menguras tenaga.Brian membersihkan diri, bersiap untuk meeting bersama pak Sam dan karyawan lainnya.


" Sayang.. kau tidak mau mandi? " Brian membangunkan Jia.


" Tidak. Aku masih mengantuk dan sangat lelah. " Jia menjawab dengan kedua matanya masih terpejam.


" Baiklah. Aku ada meeting dengan pak Sam, tidak lama, aku akan segera kembali. "


" hemmm... " Jia enggan menjawab nya.


Sebelum pergi, Brian mengecup kening Jia. " Aku pergi dulu. "


Jia membuka matanya sedikit. " Sial!! karena obat itu, Brian dengan sekejap berubah menjadi Hulk. " ucap Jia setelah kepergian Brian, kemudian menutup matanya kembali, melanjutkan tidur yang tertunda.


~


Di luar pak Sam sudah menunggu Brian. Kedatangan Brian membuat pak Sam sedikit heran dengan penampilan tuannya. Brian yang biasanya berpakaian rapih lengkap dengan stellan jas nya, berbeda sekali dengan yang saat ini Brian kenakan.


Pakaian casual melengkapi penampilannya,kaos lengan pendek membuat otot lengannya terlihat sangat jelas dipadukan dengan celana Jeans membuatnya semakin terlihat keren.


" Pagi tuan. " sapa pak Sam ketika Brian menghampirinya.


" Pagi.. " balas Brian dan berlalu mendahului pak Sam dengan langkah yang semangat sambil bersiul.


Pak Sam semakin di buat heran dengan tingkah bosnya yang tidak biasanya bersiul. " Ada apa dengan tuan. Terlihat sangat senang. Apa tuan mendapatkan jackpot di pagi hari? " batin pak Sam.


Di cafe yang berada di dalam Resort, Nino dan yang lain sudah menunggu kedatangan Brian untuk memulai meeting membahas acara yang nanti malam akan di selenggarakan.


" Pagi pak Briano.. " ucap Sonia ketika Brian tiba.


" Pagi juga Sonia.. " balas Brian. Hati Sonia berbunga ketika mendapat balasan dari atasannya, karena selama ini Sonia tidak mendapat balasan ketika menyapa Brian.


" Apa semalam tidur anda nyenyak? " Sonia tidak mau menyiakan kesempatannya.


" Sangat tidak nyenyak.. " balas Brian dengan senyuman, pikiran nya masih terbayang kegiatan panasnya bersama Jia. Tapi senyuman itu di salah arti kan oleh Sonia.


" Kita mulai meeting nya, agar tidak memakan banyak waktu. " sela pak Sam, melihat tingkah Sonia yang semakin berani.

__ADS_1


Meeting di mulai, mereka mempersiapkan dengan baik untuk acara nanti malam. Di lanjutkan dengan membahas beberapa proyek yang berhasil Brian dapatkan.


Dinda datang ketika meeting sedang berlangsung, dan mendudukan diri di bangku yang kosong yang memang di sediakan untuknya, entah kenapa Dinda terlambat datang, tidak seperti biasanya yang selalu tepat waktu.


Dinda tertegun melihat penampilan Brian yang tidak seperti biasanya, Brian terlihat begitu tampan dan menggoda di mata Dinda.


Dinda melirik ke lengan yang menampilkan otot kekarnya. " pak Briano, lengan anda banyak luka. harus segera di obati. " ucap Dinda.


" Iya pak, tapi kenapa banyak sekali? dan seperti luka cakaran?! " Sonia merasa aneh melihat luka yang ada di lengan bosnya.


Brian tersenyum melihat luka yang ada di lengannya, tanpa menjawab pertanyaan Dinda dan Sonia.


" Apa perlu saya membelikan obat? " Dinda menawarkan diri.


" Tidak usah. Ini luka yang saya impikan. " Brian kembali menatap lengannya, dan tidak sengaja melihat jam tangan yang melingkar di tangannya menunjukan pukul sebelas.


" pak Sam, lanjutkan meeting nya. Saya akan segera kembali. " Brian meninggalkan meeting sebelum selesai.


Semua orang di buat heran dengan jawaban bosnya " Luka yang di impikan?? ".


~


Brian kembli ke kamarnya dan di sana Jia masih setia dalam tidurnya. Perlahan Brian membangunkan istrinya.


" Sayang.. bangun ini sudah siang. " Brian mengelus - elus pipi Jia.


Karena tidak kunjung bangun, Brian memberi ciuman bertubi di wajah istrinya.


" Sayang.. Ayo bangun. "


" emm... "


" Ini sudah siang.. " Brian.


" Aku masih mengantuk." Jia mengeratkan selimut nya untuk menutupi tubuh polosnya.


" Kau tidak mau bangun? jangan salahkan aku jika aku memintanya lagi. Kau menggodaku Jia dengan tubuh polosmu itu. " Brian.


Jia beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. " Auuwww... sakit.. " langkah Jia terhenti, merasakan sakit di bawah sana.


" Kenapa sayang? " tanya Brian.


" hiks.. hiks... ini sakit sekali! hiks.. hiks. " Jia merasakan sangat sakit hingga susah berjalan.


" Hati - hati sayang.. "


" hiks.. hiks.. ini semua karena mu! kau menyakiti ku! " Jia memukul lengan Brian.


" Maafkan aku, lain kali aku akan melakukannya dengan pelan. " Brian mendekap tubuh Jia dan mengelus punggungnya.


" Tidak ada lain kali! aku tidak mau! kau mengerikan! " Jia melepaskan pelukan dari Brian.


" Sayang.. ini hanya awal nya saja sakit, jika kita sering melakukannya tidak akan terasa sakit lagi. " Brian masih membujuk dan merayu Jia, bisa gawat kalau nanti Jia tidak mau melakukannya lagi.


" Tapi ini sakit sekali.. hiks.. hiks.. "


Brian dengan sabar membelai, menghilangkan kecemasan istrinya.


" Sebaiknya kau mandi dulu, agar tubuh mu lebih relex. " bujuk Brian. Jia menganggukkan kepalanya.


Brian dengan senang hati merawat Jia yang masih lemas karena nya. Menyiapkan air untuk mandi istrinya dan menggendong Jia menuju kamar mandi.


Di saat Jia mandi, Brian menyuruh seorang pelayan untuk membersihkan kamarnya yang seperti kapal pecah, mengganti seprei yang terdapat noda merah dan noda ciptaan nya. Tidak lupa memesan makanan untuk mengisi tenaga istrinya yang terkuras habis.


Sebenarnya Brian ingin membantu Jia mandi, tetapi Jia menolaknya. Karena jika Brian memandikan Jia, tidak hanya sekedar mandi bukan??


Brian menggendong Jia yang sudah selesai mandi, memakaikan bajunya, menyisir rambutnya dengan penuh cinta. Tidak lupa Brian meyuapi makan untuk Jia.


" Sayang.. apa masih sakit? " tanya Brian.


" Masih! sangat sakit.. hiks. hiks.. " tangisan Jia pecah kembali, merasa sakit yang amat sangat sakit.


" Hei.. jangan menangis lagi. Maaf. "

__ADS_1


" Hiks.. hiks.. maaf. maaf. kau tidak merasakannya! " Jia.


Brian membuang nafasnya dengan kasar. " Maaf sayang, coba aku lihat. Nanti aku obati. " Brian membuka kaki Jia untuk melihatnya.


" Tidak! " Jia menepis tangan Brian.


" Tidak apa, aku hanya akan melihat. Tidak usah malu pada ku. " Brian membujuk Jia untuk melebarkan kakinya.


Perlahan Brian membuka kedua kaki istrinya, Jia hanya menurut apa yang di lakukan Brian. Terbukalah kedua kaki Jia, dan terlihat jelas oleh Brian. Dengan mulut yang menganga dan kedua mata terbuka lebar ketika Brian mendapati luka di milik istrinya yang putih mulus itu.


" Astaga apa yang telah aku perbuat? kenapa jadi seperti ini! " batin Brian melihat milik istrinya yang ada luka lecet dan bengkak.


" Hiks.. hiks.. sakit sekali. "


" Maaf kan aku sayang. " Brian memeluk istrinya, merasa bersalah atas perbuatan nya. " Itu akan segera sembuh. Tenanglah.. "


" Bukan hanya itu yang sakit, seluruh tubuhku sangat lelah. Kau menghabisiku.. hiks.. hiks.. lain kali kau harus berhati - hati saat meminum sesuatu!! hiks.. hik... "


" Maaf.. " hanya kata maaf yang Brian ucapkan,pikiran nya masih membayangkan perbuatan nya semalam, tidak mendengarkan rancauan istrinya.


Brian mengoleskan salep pada luka Jia. sesekali meniup - niup mengurangi rasa perih.


Karena sangat lelah dan kurang tidur, Brian terlelap dengan sendirinya yang masih memeluk Jia. Jia pun ikut tertidur.


~


Di lain tempat, pak Sam dan yang lain masih menunggu kedatangan Brian. Karena sudah cukup lama menunggu, pak Sam memilih menghubungi tuannya. Panggilan itu di ubah menjadi mode loudspeaker, karena kedua tangannya disibukan dengan beberapa file.


tutt.. tut.. tut..


Di dalam kamar, Jia terganggu dengan suara dering ponsel milik Brian. Jia segera mengangkatnya.


" Hallo.. "


Mendengar suara wanita yang menjawab telpon dari ponsel Brian, Semua orang yang sedang meeting di buat kaget. Dengan cepat pak Sam mengalihkan mode normal, dan mendekatkan ponsel ke telinganya.


" Hallo nona, maaf mengganggu. Apa tu---"


" Dia sedang tidur, tidak bisa di ganggu.! "


" Baik nona,.. "


" Pak Sam, ada yang ingin aku bicarakan. Ini sangat penting. Nanti aku akan menghubungimu. dan jangan mencoba menghindariku! " ucap Jia sebelum mengakhiri panggilannya.


Panggilan berakhir.


" Aku mempunyai firasat buruk akan menimpaku. " gumam pak Sam.


*


*


*


*


*


*


*


*


Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.


Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.


Maaf jika masih banyak typo.


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....


bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2