Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
teringat


__ADS_3

Dengan berat hati jia meninggalkan Brian. tatapannya tak lepas melihat kearah bawah yang semakin menjauh dari pandangannya.


Di kediaman Mahess, Mirra dan Jody sedang menunggu kedatangan putrinya. raut wajah mirra terlihat sangat bahagia, berbeda waktu yang lalu sebelum mendengar kabar keberadaan Jia.


Pagi itu Jody sedang menemani mirra dikamar yang larut dalam kesedihan. tiba-tiba bunyi ponsel Jody berdering dan mendapatkan kabar tentang keberadaan jia dari seseorang yang menghubunginya.tanpa menunggu lama Jody menyuruh anak buahnya untuk menjemput jia, Valent yang mendengar pun ingin ikut serta menjemput adiknya.


********


Tengah malam jia dan valent tiba dirumah.


jia tersenyum lebar mendapati Rumah yang sangat ia rindukan.


"kakak aku senang sekali bisa kembali lagi kesini"ucap jia sembari melebarkan senyumnya


"ia sayang, ayo kita masuk mama, papah pasti sedang menunggu" Valent mengajak jia sambil merangkulkan tangannya ke bahu jia. jia mengangguk di sertai melangkah menuju rumah.


"mamah, papah, " panggil jia yang mendapati kedua orang tuanya terlihat duduk di sofa.


" jia.. " seketika mirra dan Jody bangkit dari duduknya dan memeluk putrinya.


"jia, mama kangen sekali nak, apa kamu baik-baik saja? " tanya mirra sambil mengelus-elus kepala tak lupa mengeratkan pelukannya.


" jia baik-baik saja mah" jia membalas pelukannya dengan erat. tak lupa bergantian memeluk Jody.


" mah, pah sebaiknya jia istirahat dulu, besok di lanjut lagi kangen-kangenannya" sela valent.


" ia mah, kasian jia lelah, biarkan anakmu istirahat dulu" tambah Jody


"iya sudah,jia kamu istirahat gih," pinta mirra sambil mengecup kening anaknya. jia mengiyakan dan segera berlalu menuju kamarnya.


"Bi.. Tolong panggilin jia buat makan siang" Perintah mirra kepada salah satu pelayan dirumah.


" Baik nyonya" Bi tuti segera menuju kamar jia.


" Nona.. Non, dipanggil nyonya besar, makan siang sudah siap Non" Bi tuti sambil mengetuk pintu kamar jia.


" Iya bi, tunggu sebentar" Sautnya dari dalam kamar.


Jia yang baru selesai mandi bergegas turun dari ranjang menemui mirra, langkahnya terhenti ketika melewati cermin yang cukup besar sehingga tampak pantulan jia dari ujung rambut sampai kaki. Jia termenung mematung di depan cermin tangannya mengabsen mulai dari pipi, bibir leher dan berhenti dibagian dada, kemudian tersenyum, lamunannya terpusat dengan wajah seseorang yang sangat ia cintai. "Brian.. " Lirihnya.


" Nona jia.. " Bi tuti memanggil lagi.

__ADS_1


Seketika lamunannya buyar " Iya bi.. " Jia melanjutkan langkahnya.


Di meja makan mirra dan tiara menunggu Jia.


"Sini nak, ayo kita makan" Ucap mirra ketika melihat Jia menuruni tangga.


"Iya mah" Disertai senyum yang lebar.


" Jia apa kabar? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya tiara yang baru sempat bertemu Jia setelah kepulangannya.


"Iya, aku baik - baik saja" Disertai Meraih bangku kemudian mendudukan dirinya.


" Papah sama kak Valent mana mah? " Tanyanya karena tidak melihat keberadaan mereka.


" Papah pergi sayang, ada urusan sebentar. Valent lagi di panggil bi tuti" Ujarnya sambil mengelus puncak Jia yang duduk di sebelahnya.


" Oh.. " Jia.


Tak lama Valent pun datang dan menghampiri mereka untuk makan siang.


" Sayang, nanti malam temenin aku ya, datang ke pesta ulang tahun temenku" Ucap tiara dengan manja kepada suaminya.


" Iya.. " Jawabnya singkat. Sebenarnya Valent sangat malas bertemu dengan teman2 istrinya.


" Ehemm.... Jia, siapa pria yang kemarin itu, kau terlihat sangat akrab" Tanya Valent dengan penuh selidik. Karena kemarin Valent sempat melihat adiknya memeluk sosok pria itu.


" Hah?.. It... Itu... Temen Jia kak" Jawabnya gugup.


" Teman? Kau yakin itu" Valent mengernyitkan dahi.


"Iya.. Dia cuma teman. Dia yang menemukan aku ketika terdampar di pantai" Jelasnya meyakinkan agar sang kakak tidak curiga dan melontarkan banyak pertanyaan.


"Oh.. " Valent mengangguk, sebenarnya masih menaruh ke ganjalan tapi memilih untuk tidak mempermasalahkan lagi.


Selesai makan, Jia kembali ke kamarnya. "Huhf... Hampir saja.. Kalau kak valent sampai tau habislah aku.. " Gumamnya, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" Brian.. " Lirihnya. Jia tak henti memikirkan Brian, kepalanya hanya terisi bayangan Brian, Brian dan Brian.


Hari ini Alesya berkunjung ke rumah Jia setelah kemarin mendapat info bahwa Jia sudah pulang. Hatinya sangat lega mendengar kabar itu. Setiba di rumah Jia, Alesya terlebih dahulu bertemu Mirra yang menyambut kedatangannya.


" Tante.. " Alesya memeluk mirra. Mirra pun menyambut pelukannya.

__ADS_1


" Kamu apa kabar sya? Sudah sehat? "Mirra bertanya kondisi Alesya, karena terakhir bertemu Alesya sedang dirumah sakit.


" Aku baik tante, Jia dimana?" Tanya lesya sambil melepas pelukannya.


"Jia dikamar sya, dia pasti senang bertemu denganmu".


" Baik tan, lesya ke kamar Jia dulu ya" Dengan senyum sumringah lesya menghampiri Jia. Dia sangat senang bisa bertemu kembali dengan sahabatnya itu.


Ceklekk..


Tanpa mengetuk pintu. Lesya langsung membuka pintu.


"Jiaaaa......" Panggilnya heboh.. Membuat yang punya nama terperanjat dari lamunannya.


"Lesyaaa!! Bisakah kamu mengetuk pintu dulu? Kau mengagetkanku! " Jia mengerucutkan bibirnya.


"Hehe... Sorry, kau ini galak sekali, apa kau tidak senang bertemu denganku? " Ucap lesya diiringi langkah menuju ranjang dan merebahkan nya di samping Jia.


Jia tak merespon sahabatnya yang kini berlanjut dalam lamunannya. Alesya mengalihkan pandangannya ke arah Jia yang tak memberinya jawaban.


" Heiii.... Jiaaaa... " Alesya menggoyang2kan lengan sahabatnya. "Kau ini kenapa? " Tanya lesya yang melihat Jia larut dalam lamunannya. Tetapi Jia masih tak bergeming.


"Lesya.. Apa kau pernah jatuh cinta? " Tanyanya dengan tatapan kosong.


"Mmmhhhh... Kenapa kau bertanya seperti itu? "


" Beginikah rasanya jatuh cinta? " Jia masih dengan tatapan kosongnya.


"Apa yang kau bicarakan Jia? Apa jangan2 kau....? " Lesya kembali menatap Jia dengan penuh selidik.


" Iya lesya.. Aku sangat mencintainya"


Lesya membenarkan posisinya yang kini duduk sigap di depan Jia, menantikan penjelasan


"siapa dia?apa aku mengenalnya? Apa dia sangat tampan? " Tanyanya penasaran.


"Brian.. Kau tidak mengenalnya" Ucapnya. Dan menceritakan tentang Brian kepada sahabatnya. Mereka melanjutkan obrolannya hingga hari tak terasa sudah sore,serasa belum cukup waktu untuk mereka mencurahkan hati, Alesya memutuskan menginap. Karena lusa Jia harus berangkat ke London untuk melanjutkan studinya.


" Aduh brisik sekali bocah itu, mereka benar2 seperti anak kecil!!!" Gerutu Valent di dalam ruang kerja yang mendengar suara bising dari kamar adiknya.


Jia dan Alesya berkaroke jika menginap di rumah sahabatnya, mereka melakukan itu semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas.

__ADS_1


Haiii...reader jangan lupa di like ya, komen juga boleh, biar author semangat ngetiknya..


__ADS_2