Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Kapten Al


__ADS_3

Keesokan harinya.


Brian sudah rapi dengan pakaiannya untuk segera berangkat ke kantor. Namun tidak dengan Jia yang masih bermalas - malasan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Sayang, apa kau tidak ke kantor Valent hari ini? " Tanya Brian.


" Tidak, aku libur hari ini " Jawab Jia yang berbohong, sebenarnya Jia malas bertemu lagi dengan bu Livia setelah kejadian kemarin.


" Apa kau mau ikut denganku ke kantor? Biar tidak merasa bosan? " Tanya Brian, kini Brian telah duduk di samping Jia.


" Tidak, aku ingin dirumah saja " Jawab Jia tapi masih memainkan ponselnya.


" Huft...." Brian yang sedikit terganggu karena Jia lebih fokus melihat ke arah ponselnya dari pada melihat Brian yang sedang berbicara dengannya.


" Apa kau mau membeli mobil baru? " Tanya Brian ketika ponsel yang di lihat Jia terdapat beberapa gambar mobil dan terlihat Jia mengamati spesifikasi nya.


" Mm.. Entah, aku hanya liat saja " Jawabnya santai.


" Kalau kau menginginkannya katakanlah padaku, aku akan memberikan apapun yang kau minta " Ucap Brian.


" Emmm... " Jia.


" Baiklah aku berangkat, ada meeting pagi ini " Ucap Brian seraya bangun dari duduknya. Dan tidak lupa memberi kecupan di kening Jia.


" Brian, bolehkan nanti siang aku menemuimu di kantor? " Tanya Jia. Jia berfikir harus segera minta maaf pada pak Sam, karena dirinya pak Sam mendapatkan hukuman dari Brian.


Brian yang mendengar segera menghentikan langkahnya. " Tentu saja boleh, aku akan menunggumu. Apa perlu aku menjemputmu? "


" Tidak usah, aku bisa sendiri " Jia.


" Baiklah aku akan menunggumu "


" Terima kasih " Ucap Jia dengan senyum mengembang di bibir mungilnya. Brian pun berlalu meninggalkan Jia dan pergi ke kantornya.


Jia merasa bosan menghabiskan waktu hanya di kamarnya. Terdengar gelak tawa Sean di bawah sana.


" Sepertinya Sean sedang bermain, lebih baik aku bermain bersamanya dari pada berdiam diri di kamar sangat membosankan " Dialeg Jia.


Jia menghampiri Sean yang sedang bermain bersama suster Lili. Suster Lili sudah mengasuh Sean semenjak Sean baru lahir, dia sangat telaten dan sabar mengasuh Sean yang sedikit nakal.


Jia menemani Sean bermain hingga terlihat lelah dan tertidur di pangkuan Jia.


" Sus..mama Renatta pulang jam berapa? " Tanya Jia pada suster Lili.


" Biasanya nyonya kalau acara arisan bisa sampai malam non, " Jawab suster Lili.


" Oh.. Gitu ya Sus "


" Non, sepertinya den Sean sudah nyenyak dan bisa di pindahkan ke kamarnya. Sini Non saya pindahkan" Ucap suster Lili yang hendak menggendong Sean dan memindahkan ke ranjang.


" Tidak usah Sus, biar saya saja yang mengangkatnya " Jia membawa Sean yang masih tertidur dalam gendongannya dan mengantarkan ke kamar Sean.


Jia baru pertama kali memasuki kamar Sean. Setelah membaringkan Sean di atas ranjang, Jia melihat sekeliling kamar Sean. Di sana terlihat ada beberapa foto yang terpajang di nakas.


" Ini yang namanya Dinda? " Lirih Jia yang memperhatikan foto Sean dan dinda.


" Hemm!!.. Aku lebih cantik! " Jia memuji dirinya sendiri setelah membandingkan Dinda dan dirinya. " Aku juga lebih muda! Dan aku lebih special! " Tambahnya dengan begitu percaya diri. Kemudian meletakannya kembali ke posisi semula.


Tangannya kembali meraih bingkai yang terdapat potret Brian dan Sean. Jia mencermati kedua figura tersebut.


" Tampan, tapi kenapa mereka sama sekali tidak mirip? Sean terlihat tampan tapi sangat berbeda dengan Brian. Tidak mungkin dia mengikuti wajah ibunya yang sangat jelek dan tua itu! " Gerutu Jia. Tidak mau berfikir lebih lanjut lagi, Jia meletakan bingkai tersebut kembali ke posisi awalnya.


Matanya teralihkan kesebuah bingkai yang terlihat cukup besar dari kedua bingkai yang tadi ia pegang. Di sana terdapat potret Brian, Dinda dan juga Sean yang sepertinya diambil pada acara ulang tahun Sean.


" menyebalkan sekali!! kenapa kau tersenyum, sepertinya kau terlihat bahagia bersama istri mu itu! " Jia menggerutu sambil memandangi bingkai foto itu.

__ADS_1


******


Jia datang ke kantor Brian setelah jam makan siang selesai, untuk menghindari bertemu karyawan yang berhamburan keluar kantor untuk makan siang, apalagi jika bertemu Mona, Siska, Doni dan bu Livia bisa gawat pikirnya.


Jia menyusuri lorong menuju ruangan Brian yang berada di lantai paling atas di gedung itu. Langkahnya terhenti ketika di depan meja Rea, tetapi Jia tidak mendapati Rea di meja kerjanya.


ceklek...


Jia membuka pintu ruangan Brian tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


Brian yang sedang sibuk dengan laptop nya segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu yang terbuka.


" sayang.. " ucap Brian lalu bangkit dari kursi kebesarannya menghampiri Jia dan tak lupa mengecup bibir Jia.


" kenapa lama sekali, aku menunggumu " tanya Brian sambil menggiring Jia duduk di sofa.


" emm..aku tadi bermain dengan Sean hingga lupa waktu " jawab Jia datar.


" apa kau sudah makan siang? tanya Brian, tangannya tak henti mengelus - elus kepala Jia.


" em.. " Jia menganggukan kepalanya. " Brian, aku tidak melihat Rea. dia kemana? " tanya Jia.


" aku memberikan cuti, dia tadi sempat pingsan karena kelelahan, jadi aku memberikan ijin untuk cuti lebih awal " jelas Brian.


" apa kandungannya baik - baik saja " tanya Jia.


" sepertinya begitu, dia hanya kelelahan "


" Oo.. "


" Sayang, apa kau ingin kita pergi untuk honeymoon? " tanya Brian. kemarin Renatta sempat memberitahu Brian bahwa Jia antusias untuk pergi honeymoon.


Sedangkan Jia yang mendengarnya membulatkan matanya. Jia sudah bisa menebak Renatta lah yang memberi tahu Brian tentang obrolan nya kemarin.


" iya, aku ingin berbulan madu dengan orang yang sangat aku cintai "


" heiiii.. aku bilang, aku akan pergi dengan kekasihku yang sangat aku cintai. bukan dengan dirimu! " jelas Jia.


" apa maksudmu. aku ini suamimu, bagaimana bisa kau pergi bulan madu bersama pria lain selain suamimu ini! " jawab Brian kesal. " memangnya siapa kekasihmu selain diriku! "


" ck, kekasihku pria yang sangat tampan dia juga sangat mencintaiku tidak seperti mu yang melupakanku! dan aku akan setia menunggunya "


" memangnya siapa dia? ayo katakan yang jelas siapa pria itu, akan ku patahkan kakinya biar tidak bisa menemuimu! Seenaknya saja mengganggu istriku! siap namanya, akan aku cari sampai ketemu! " Brian begitu kesal.


" Dia tidak disini, dia sangat jauh dan mungkin dia teman kerjamu dulu. dia juga seorang kapten. Kapten Al. namanya Al " jelas Jia.


" apa! jadi benar kau mempunyai kekasih! apa kau hanya ingin membalasku! kau tidak benarkan mencintai orang selain diriku! " Brian benar - benar di buat kesal oleh pernyataan Jia.


" Jika kau bisa mempunyai yang lain kenapa aku tidak bisa " jawabnya santai.


" Sudahlah aku tidak mau membahasnya! kau membuatku kesal saja! " Brian beranjak dari sofa dan kembali duduk di kursi kebesarannya. Brian mencoba mengalihkan pikirannya, melanjutkan pekerjaannya.


" kau mau kemana? " tanya Brian yang melihat Jia beranjak dari duduknya dan ingin keluar.


" aku mau menemui pak Sam sebentar "


" ck, apa kau mulai menyukai pak Sam? kau senang sekali menemui pria lain selain diriku! tapi kau malah menghindariku! "


" jangan berlebihan, aku hanya menemui pak Sam bukan pria tampan seperti kapten Al "


" aku yakin, aku lebih tampan dari kapten Al mu itu! "


Tidak mau melanjutkan perdebatan lagi, Jia memilih segera pergi menemui pak Sam untuk minta maaf atas kesalahannya kemarin.


" Siapa kapten Al? teman kerjaku? aku seperti nya tidak memiliki teman yang bernama Al! " dialeg Brian setelah kepergian Jia.

__ADS_1


Di ruangan pak Sam.


" siang pak Sam " ucap Jia yang masuk dalam ruangan pak Sam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Siang nona " jawab pak Sam dengan wajah datarnya.


" apa pak Sam masih marah padaku? " tanya Jia. tetapi pak Sam hanya diam tidak menanggapi Jia.


"gara -gara nona, gaji satu bulanku melayang" batin pak Sam.


" ayolah pak Sam maafkan aku " rengek Jia.


" nona, saya sudah memaafkan nona " tetapi wajahnya masih datar.


" benarkah? Terima kasih " ucap Jia.


" iya, bagaimana mungkin saya tidak memaafkan nona istri dari tuan saya " jelas pak Sam.


" pak Sam. aku janji tidak akan mengulanginya lagi. apa Brian memarahimu? "


" tidak nona " jawabnya berbohong, bagaimana mungkin tuannya tidak memarahinya.


" baguslah.. ini buat pak Sam sebagai tanda permintaan maafku " Jia menyodorkan sebuah kunci dan amplop coklat.


" apa ini nona? " tanya pak Sam yang heran melihat sebuah kunci mobil dan beberapa surat lengkap.


" ini untukmu sebagai tanda maafku. terimalah. "


" tapi ini sangat berlebihan nona, aku sudah memaafkan nona tanpa nona memberiku apapun! " tolak pak Sam yang tidak nyaman dengan pemberian sebuah mobil. Jia membelikan mobil Fortuner yang mewah bagi pak Sam tapi tidak untuk Jia.


" kenapa? aku memberikannya dengan senang hati untuk pak Sam "


" tapi.. ini sangat berlebihan nona, nanti tuan marah " jawab pak Sam.


" Kenapa Brian harus marah. aku membelinya dengan uangku sendiri! jadi tidak usah khawatir dia tidak akan memarahimu dan tenang saja uangku tidak akan habis karena memberikanmu sebuah mobil. jadi terimalah ini jangan membuatku kesal karena kau menolaknya! " jelas Jia.


Dengan berat hati dan masih terasa sungkan pak Sam menerimanya.


" Terima kasih nona " jawab pak Sam.


" jadi jangan marah lagi padaku. aku sangat baik kan pak Sam??" ucap Jia dengan kepolosannya.


" iya nona, terimakasih "


" baiklah.. aku pergi dulu. jangan lupa bersenang-senang dengan mobil barumu itu. oke! " ucap Jia seraya meninggalkan pak Sam.


-


-


-


-


-


-


-


-


Hai reader's terimakasih telah setia membaca karyaku ini.


jangan lupa like, komen, vote dan pencet love nya.

__ADS_1


maaf bila author masih banyak typo


bye bye


__ADS_2