
Hari menjelang sore, Brian masih terlelap dalam tidurnya. Sedangkan wanita di sampingnya sudah sedari tadi menunggu suaminya terbangun untuk membantunya.
" Brian.. Brian.. " Jia menusuk - nusuk jari telunjuk nya ke lengan kekar suaminya, berharap cepat bangun.
" Hemm... " Brian berdehem tanpa membuka matanya.
" Brian, cepatlah bangun.. " ucap Jia dengan rengekannya.
" Sebentar lagi, aku masih mengantuk. "
" Brian, Ayo bangun.. aku ingin pip*s.. " Jia mengeluh sudah tak tahan ingin buang air kecil.
Brian mendongakkan kepalanya mengarah ke wajah Jia. " Kau ingin pip*s?? " Brian kembali bertanya untuk memastikan. Jia hanya mengangguk.
" Oke! " Brian bangkit dari tidurnya. Menggendong Jia ala bridal style, membawanya ke kamar mandi.
Setelah selesai, Brian membawa Jia duduk di sofa. Menyalakan televisi yang ada di depannya.
" Sayang, kau ingin makan? " Tanya Brian sambil membelai Jia, menyelipkan anak rambut ke belakang telinga.
" Emm.. " Jia mengangguk.
" Tunggu sebentar, aku akan memesannya. " Brian melakukan panggilan untuk memesan beberapa menu makanan yang tersedia di Resort nya.
Cukup lama menunggu pesanan datang.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu..
Brian beranjak dari sofa untuk membuka pintu.
Ceklek....
Terlihat seorang pelayanan membawa makanan yang di pesan olehnya.
" Ayo makanlah, " Brian menata beberapa piring berisi makanan di atas meja.
" Suapin.. " ucap Jia dengan begitu manja, hal ini yang sangat Brian rindukan.
Dulu ketika mereka saling menyatakan cinta, Jia sangat begitu manja padanya, tidak ingin lepas atau jauh dari Brian. Walau sebelum mengenal Jia, Brian adalah pria yang sangat membenci gadis yang manja dan kekanakan menurut nya gadis seperti itu hanya akan merepotkan saja.
Tetapi nasib berkata lain, Brian di pertemukan dengan Jia, gadis yang memiliki sifat yang sangat ia benci. Seakan di butakan karena cinta, Brian sangatlah senang jika Jia bermanja ria terhadap nya bahkan menginginkan lebih.
" Mau disuapin? dengan senang hati sayang. " Brian menyuapai Jia dengan telaten.
" Aku tidak mau itu... " Jia menunjuk daun bawang yang terdapat dalam makanan.
" Tidak mau ini? ya sudah, yang ini tidak usah dimakan. "
" Aku mau itu, tapi singkirkan daun bawang nya.. aku tidak suka. " jelas Jia.
Brian menghela nafas dengan dalam. " Iya,.. " Brian menuruti keinginan istrinya, dengan teliti menyingkirkan daun bawang di setiap suapan yang akan masuk ke dalam mulut Jia. Sangat merepotkan bukan???.
~
Pesta pembukaan Resort sedang berlangsung. Suara riuh terdengar di penjuru sudut ruangan. Kedatangan Alex Junna Douglas membuat pesta semakin ramai.
Acara di mulai dengan sambutan dari CEO Diamon Group, dan di meriahkan Alex yang menyayikan sebuah lagu. Para tamu undangan tiada hentinya memuja ketampanan Alex. Aktor multitalenta dengan segudang prestasi.
" Alex.. " seseorang memanggilnya setelah turun dari atas panggung.
" Alesya.. " sapanya, kemudian menghampiri sahabat nya.
" Kau sangat keren, Aku bangga mempunyai sahabat seperti mu. " Alesya.
" Kau ini terlalu memuji. "
" Tidak Alex, Aku berkata jujur. "
" Dimana My sweety?? " tanya Alex, kepalanya memutar mencari keberadaan seseorang.
" Tidak tau, aku menghubunginya tetapi tidak ada jawaban. " jawab Alesya. Alex nampak kecewa dengan jawaban Alesya, sepulang nya dari Amerika dia sama sekali belum bertemu dengan My sweety.
__ADS_1
" Tenang lah Alex, tidak bertemu malam ini masih ada hari esok. Kita bertiga akan menghabiskan liburan bersama. " ucap Alesya.
" Baiklah, aku akan sabar menunggu. Seperti yang biasa aku lakukan. " Alex.
~
" Mona.. apa kau melihat Jiandra? " Siska.
" Tidak Siska, aku tidak melihat nya. kenapa dia belum datang, acara sudah hampir selesai. " Mona.
" Iya, dari pagi aku tidak melihatnya. Aku hanya melihat Alesya sendiri, tidak bersama Jiandra." Jelas Doni.
" Sudahlah, nanti dia juga datang. Rugi sekali kalo tidak datang, tidak bisa menikmati ketampanan Alex. " Mona.
" Iya, dia sungguh sangat tampan. Lebih tampan melihat langsung dari pada melihatnya di televisi. " Siska.
" Ck, jangan mengkhayal yang tidak - tidak. Kalian ini para gadis sama saja! " Doni.
" Biarkan saja! " Mona dan Siska menjawab bersamaan.
~
Masih di dalam kamar, Jia benar tidak bisa datang ke pesta yang sedang berlangsung di gedung itu. Bagaimana bisa datang, gaun yang sudah di siapkan tidak bisa ia gunakan. Karena banyak sekali tanda kepemilikan tercetak jelas dan tidak bisa di tutupi jika menggenakan gaun itu.
Sebenarnya bisa saja menggunakan gaun yang tertutup, tetapi Jia tidak mau terlihat seperti lemper, dan itu bukan Fashion nya. Atau menutupi kissmark dengan Foundation, tetapi Jia tidak yakin bisa berjalan dengan baik menggunakan high heels. Sungguh merepotkan bukan?
Kini Jia memilih bersantai di atas balkon, kolam renang yang cukup luas menjadi pemandangan di bawah sana.
" Menyebalkan sekali, berdiam diri disini. Dia terlihat bersenag - senang di sana. " Jia melihat di macbook milik Brian, pesta yang secara langsung di siarkan di salah satu stasiun televisi swasta.
Disana terlihat Brian dengan senyum yang mengembang di wajahnya menyambut para tamu undangan. Tidak lupa disamping ada Dinda, mantan istrinya. Melihat itu, Jia meraih ponselnya dan segera mengirim pesan.
To : Kapten Brian ❤
Enak sekali, kau bersenang - senang di sana. Kau lupa sudah membuatku susah untuk berjalan! hahhh!!
Send...
Cukup lama Jia menunggu balasan dari Brian.
Tunggu sebentar sayang, aku akan kesana menemanimu.
Setelah membacanya, Jia segera membalas pesan dari suaminya.
To : Kapten Brian ❤
Jangan lupa bawa pak Sam untuk menemuiku! ada hal penting yang ingin aku bicarakan.
Send....
~
Langkah kaki terdengar semakin mendekat, Jia yang mendengarnya segera beranjak dari duduknya, menghampiri seseorang yang datang.
Benar saja Brian dan pak Sam tengah berjalan mendekat ke arah Jia.
Melihat ke datangan pak Sam, Jia yang bersender diambang pintu dengan kedua tangannya di lipat di depan dada dan satu kaki yang di hentak - hentakan kelantai, sudah tidak sabar mengeluarkan omelannya. Pasalnya dari tadi sore Pak Sam menghindari bertemu dengannya.
" Sayang.. kau menunggu ku? maaf aku terlalu lama. " Brian memeluk Jia dan mengecup keningnya.
" Kau duduklah, aku ingin bicara dengan pak Sam. " ucap Jia tanpa membalas atau menolak pelukan Brian.
" Oke! " Brian duduk di tempat yang tidak jauh agar bisa mendengarkan percakapan pak Sam dan Jia.
Pak Sam mulai mendekat. " Ada apa Nona? " kali ini pak Sam tidak bisa menghindar lagi.
" Pak Sam, bukannya pak Sam bekerja setiap waktu disisi Brian! kenapa pak Sam bisa seceroboh itu?! " Jia tanpa basa basi mengeluarkan apa yang ada di pikiran nya.
" Iya, saya bekerja bertugas mengikuti dan menjaga tuan. Tapi apa maksud nona saya ceroboh? " pak Sam masih belum mengerti arah pembicaraan Jia.
Brian hanya sibuk memainkan ponselnya dan memasang telinganya baik - baik.
" Pak Sam lain kali harus lebih teliti dengan apa yang Brian minum atau makan! siapa yang memberikannya, berbahaya atau tidak! " jelas Jia.
__ADS_1
pak Sam hanya diam. " Apa Nona tau tentang minuman yang kemarin malam? " batin pak Sam.
" Pak Sam, jawab?? "
" Nona.. apa yang nona maksud itu, minuman yang kemarin telah di campur dengan obat? " tebak pak Sam.
" Iya!! kenapa Brian bisa meminumnya jika pak Sam sudah tau, kenapa pak Sam tidak mencegahnya!! "
" Maaf Nona, saya telah membuangnya dan menggantikan minuman yang baru, setelah saya mendapatkan laporan dari pelayan, saya segera bertindak mengurusnya. Jadi tuan tidak sampai meminumnya. " jelas pak Sam panjang lebar.
deg. deg.
" Apa!!!! " Jia sangat terkejut.
" Minuman apa yang kalian maksud? " Brian mendekati Pak Sam dan Jia.
" Jadi Brian tidak meminum obat itu?? " Jia memastikan lagi kepada pak Sam.
" Tidak Nona. " pak Sam.
" Benarkah? " Jia masih belum bisa mempercayainya.
" Benar Nona, "
Jia mengalihkan pandangannya ke arah Brian.
" Huuuuaaaaaaa.... hiks.. hiks.. hiks...kenapa kau menghabisiku... hiks.. hiks... " tangisan Jia pecah, memukul - mukul dada bidang Brian.
" Kenapa kau menangis?? " Brian di buat bingung dengan Jia yang tiba - tiba menangis.
" Kau jahat sekali!! Kenapa tidak bilang kau tidak meminum obat sialan itu!! hiks...hiks...hiks.." Jia masih memukuli Brian.
" Obat apa yang kau maksud?? " Brian.
" Huuaaaaa... Kau tidak meminum obat itu, tetapi kenapa kau sangat buas sekali!!!! hiks.. hiks.. kau membuatku tidak tidur semalaman! hiks.. hiks.. kau membuatku susah berjalan! kau jahat sekali.. hiks.. hiks.. "
Brian sedikit mengerti arah pembicaraan Jia. " Aku tidak tau sama sekali tentang obat itu. Dan aku tidak butuh meminum obat untuk menjadi kuat. Karena aku seorang pria yang perkasa. "
Mendengar jawaban Brian,tangisan Jia semakin menjadi. " Huuuaaaaa... hiks.. hiks... aku membencimu! kau menghancurkan malam pertama impianku!! huaa.. hiks.. hiks.. "
" Jangan menangis.. " Brian memeluk Jia untuk menenangkan.
Pak Sam malu sendiri mendengar pertengkaran kecil antara tuan dan Nona nya.
" Pantas saja tadi pagi tuan terlihat sangat berbeda, jadi ini alasannya. Aku tidak menyangka tuan sangat buas di ranjang. kasian sekali Nona sampai tidak bisa berjalan. " batin pak Sam sambil menggelengkan kepalanya.
Pak Sam memutuskan untuk pergi meninggalkan tuannya, tidak ingin mendengar lebih. Mendengarkan yang tadi saja sudah membuat pak Sam bergidik ngeri.
*
*
*
*
*
*
*
*
Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Baca juga karya baru ku yang berjudul Adrian Haidar
Maaf jika masih banyak typo.
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
__ADS_1
bye.. bye..