
" Itu tadi di sana. " tunjuk nya meyakinkan Brian. Dan tidak sadar dengan posisinya yang duduk di pangkuan Brian dengan kedua tangannya memeluk erat Brian.
Brian yang tersenyum kegirangan mendapati Jia yang ada di dekapannya, dengan senang hati Brian membalas pelukannya dengan erat.
Pelukan Brian menyadarkan Jia akan posisinya dan menyelusuri tubuhnya yang berada di dekapan Brian.
Brian yang sedari tadi menatap jia, kini Jia mendapati wajah Brian dan menatap Brian. Keduanya saling bertatap muka.
" Cantik sekali. " gumam Brian dalam hati.
" Tampan, jika dilihat dari dekat dia sangatlah tampan. aku sangat mencintaimu. " lirihnya dalam hati.
" Aku sangat mencintaimu. " lirih Brian yang masih terdengar oleh Jia.
Jia hanya menatap lekat dan tersenyum mendengar pengakuan pria tampan itu.
Brian semakin bergairah melihat Jia dengan keadaan basah kuyup membuat lekukan tubuhnya terlihat jelas. Brian pria yang normal melihat Jia dan suasana pun sangat mendukung.
***
Maaf scene ini sudah di hapus...
Anda belum beruntung...
Maaf scene ini sudah di hapus...
Anda belum beruntung...
***
Jia tersenyum tidak menyangka Brian begitu mencintainya dan tidak ingin menodainya. Tidak banyak laki2 yang seperti itu bisa menahan diri.
" Sebaiknya kita pulang, sebelum aku hilang kendali lagi"
__ADS_1
Akhirnya mereka pulang walau masih gerimis.
" Apa kamu sangat mencintaiku? "
" Apa kamu akan menikahiku? "
" Kamu harus menikahiku setelah apa yang kamu perbuat padaku! " tanya Jia tak henti dan kembali dengan sifat kekanakan nya.
" Iya sayang, kau harus setia menungguku"
" Oke. Aku akan menunggumu"
*********
Hari mulai sore, hujan pun telah reda. Terdengar jauh dari atas sana suara helikopter yang hendak mendarat di sekitar lahan terbuka dekat pos utama. Kedatangan helikopter di sambut penghuni pos utama, Jia pun ada disana beserta Brian.
Terlihat dari kejauhan sosok yang Jia kenal
" Ka Valent... " ucap Jia kemudian berlari menghampirinya.
" Kaka" teriak Jia.
" Jia " Valent menyambut pelukan Jia dan sedikit menggendongnya. perlakuan itu sudah sering dilakukan antara kaka dan adik manjanya itu.
" Apa kamu baik2 saja? kaka sangat meri dukanmu" peluknya erat.
" aku baik kak, aku senang sekali bisa melihat kaka lagi,aku pikir... "
" ssttt...kamu akan baik2 saja selama ada kaka dan papah" jelasnya memotong kalimat Jia.
Valent dan Jia menghampiri para anggota militer dan berterima kasih telah menolong jia. tak terkecuali pada kapten Brian.
" Jia sebaiknya kita segara berangkat, mamah dan papah menunggu kamu"
__ADS_1
Jia mengangguk menyetujui saran kakanya. dan mengucapkan salam perpisahan kepada Andi dan Rio tak lupa kirim salam untuk Ari yang tidak ada ditempat.
Jia menghampiri Brian
" aku akan pulang" ucapnya dengan sedih.
Brian tak bisa menjawab hanya bisa menatap dengan penuh kesedihan yang tertahan.
" aku akan menunggumu"
" aku akan selalu menunggumu"
" kau harus menikahiku, kalau tidak aku akan jadi perawan tua"
Brian tersenyum mendengar penjelasan Jia.
" iya, maka tunggulah aku"
Jia memeluk erat Brian" aku mencintaimu"
" aku juga sangat mencintaimu jia."
Dari jauh Valent melihat tingkah adiknya dengan heran dan penuh tanya.
Andi dan Rio pun ikut heran melihat kaptennya dan saling memandang penuh tanya dalam hati.
Dengan penuh kesedihan Jia meninggalkan Brian.
Jiandra pov
Brian kau adalah pria pertama yang membuatku jatuh cinta, aku akan selalu setia menunggumu. tak peduli berapa lama aku harus menunggumu.
aku mencintaimu Brian.
__ADS_1
Brian pov
Jia tunggulah aku disana, aku akan menemuimu. aku sangat mencintaimu, kau adalah cinta pertamaku. dari pertama kali aku melihatmu aku merasakan perasaan yang berbeda yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.