Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Hari pertama kerja


__ADS_3

Hari ini, hari pertama Jia bekerja di Diamon group. Jia bekerja di divisi keuangan sebagai asisten bu Livia, tentunya dengan bantuan pak Sam.


" semoga harimu menyenangkan Jia " ucap Jia pada dirinya sendiri ketika memasuki lobby kantor Diamon group.


kedatangan Jia telah di tunggu oleh pak Sam


" selamat siang nona " sapa pak Sam.


" pagi pak Sam " elak Jia yang menurutnya saat ini masih terlalu pagi untuk di katakan siang.


" mari nona, saya antarkan ke meja anda " pak Sam. " baru pertama masuk kerja sudah datang seenaknya, haduh.. aku mempunyai firasat yang buruk akan terjadi padaku " batin pak Sam.


Jia mengikuti pak Sam menuju kemeja kerjanya.


" pak Sam, kau ingat apa yang aku katakan kan? " tanya Jia sambil mengekori pak Sam menuju meja kerjanya.


" iya nona saya mengingatnya, tuan tidak boleh mengetahui jika nona Jia bekerja di sini " jawab pak Sam.


" bagus. Terima kasih pak Sam. apa sekarang Brian ada disini? "


" tidak nona, tuan sedang ada meeting di luar " jawab pak Sam.


" Oo.. dia sangat rajin, sepagi ini dia sudah bekerja keras. apa tidak bisa digantikan oleh karyawannya sampai dia harus menguras tenaganya, aku khawatir dia semakin cepat tua jika terlalu banyak bekerja! dan aku yang akan rugi, menikahi pria yang berumur " ucap Jia yang sama sekali tidak berfaedah, sedangkan pak Sam yang mendengarkannya hanya menggelengkan kepalanya.


" pagi? ya ampun nona ini sudah siang, jam 10.30! kalau karyawan sungguhan sudah aku tegur. dan ini lagi, bagaimana dia mengatakan kalau tuan sudah berumur! astaga. nona ini ada-ada saja! " batin pak Sam.


Sesampainya di ruang ibu Livia.


tok.. tok.. tok


Suara ketukan pintu si ruangan kerja Livia.


" masuk " ucap Livia untuk mempersilahkan masuk pada orang yang mengetuk pintu ruangannya.


ceklekkk...


pak Sam membuka pintu dan masuk kedalam di ikuti Jia. bu Livia yang tau kedatangan pak Sam segera berdiri dari duduknya dan memberi Hormat pada pak Sam.


" pak Sam.. siang pak Sam " sapa bu Livia yang kini telah berdiri di balik meja kerjanya.


" siang bu Livia " balas Pak Sam.


" ada perlu apa pak Sam sehingga repot-repot datang ke ruang kerja saya " ucap Livia karena tidak bisanya pak Sam datang ke ruangannya, selama ini jika pak Sam ada perlu dengannya, pak Sam akan meminta bu Livia yang datang menemui di ruang kerjanya.


" Perkenalkan ini nona Jiandra yang akan bekerja membantu anda, seperti yang sudah saya jelaskan tempo hari " jelas pak Sam dan memperkenalkan Jia kepada Livia.


Livia mengalihkan pandangannya kepada Jia, menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

__ADS_1


" Jiandra " ucap Jia sambil mengulurkan tangannya.


" Livia " balas Livia dan menyambut tangan jiandra untuk berjabat tangan.


" iya pak Sam, saya mengingatnya. tapi apa ini tidak berlebihan pak? bukannya saya memang tidak perlu membutuhkan seorang asisten " jelas Livia yang masih memperhatikan Jia.


" saya tidak menerima bantahan. lakukan saja pekerjaan mu dengan baik " ucap pak Sam dengan penuh penekanan.


" baik pak " jawab Livia.


" nona Jiandra saya permisi, selanjutnya ibu Livia akan memberi tahu pekrjaan anda " ucap pak Sam kemudian meninggalkan Jia dan Livia. Jia hanya menganggukan kepalanya.


" Jiandra, mejamu ada di luar sana, carilah meja yang belum terisi dan ini pekerjaan pertamamu. selesaikan dengan benar. saya tidak menerima kesalahan apa pun! " ucap Livia dengan tegas dan sedikit bossy. Jia yang mendengarnya pun tidak suka. " dia tidak sopan sekali! seenaknya menyuruhku tanpa mengajariku terlebih dahulu " batin Jia.


" baik bu.. " jawab Jia yang susah payah menahan amarahnya.


" siapa dia? sepertinya aku pernah melihatnya. dia juga menggunakan barang branded " batin Livia


Jia menuju meja di balik kubikel yang belum terisi.


" Hai.. apa kau karyawan baru disini " sapa mona segera menghampiri Jia yang baru mendudukan diri.


" iya, perkenalkan namaku Jiandra " ucap Jia.


" nama ku Mona. semoga kita bisa menjadi teman di tempat kerja barumu ini "


" kalau aku Doni " ucap doni yang masih dalam duduknya sambil mengangkat tangannya untuk menunjukan keberadaannya.


" terimakasih. senang bisa berteman dengan kalian. mohon bantuannya jika aku mengalami kesulitan dalam bekerja " ucap Jia dengan senyuman.


" mm.. sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana.. " ucap Mona yang memperhatikan Jia. yah,Mona salah satu karyawan yang melihat Jia datang dengan Brian waktu itu.


" Sepertinya kau salah, aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya " jawab Jia gugup. takut kalau sampai ketahuan dirinya adalah istri pemilik perusahaan ini.


" iya, mungkin aku salah " saut Mona yang tidak mengingatnya meski berusaha untuk mengingatnya.


Mereka pun melanjutkan mengobrol, Jia merasa senang bisa memiliki banyak teman baru.


Livia yang mendengar suara garut dari luar ruangannya, segera keluar dan menegur bawahannya.


" apa kalian sudah selesai mengobrolnya! " ucap Livia yang membuat obrolan Mona, Siska, Jia dan Doni terhenti.


" saya tidak suka dengan karyawan bermalas-malasan! dan kamu karyawan baru selesaikan kerjaanmu yang sudah saya berikan.saya tunggu secepatnya sebelum jam makan siang sudah ada di meja saya! " Ucap Livia kemudian berlalu untuk melanjutkan pekerjaan di luar kantornya.


" huh..galak sekali! " lirihnya setelah kepergian Livia.


" sabar ya Jiandra.. bu Livia memang seprti mak Lampir " jelas Mona.

__ADS_1


" iya Mona..terimakasih " ucap Jia. kemudian membuka file yang harus ia kerjakan dan selesaikan secepatnya. setelah melihat file tersebut bukannya langsung mengerjakannya, Jia segera bangkit membawa filenya lalu meninggalkan meja kerjanya.


Karena Jia tau kalau Brian tidak ada di kantor saat ini, Jia memberanikan diri untuk ke ruangan pak Sam yang dekat dengan ruang kerja Brian tentunya.


" nona Jia.. " ucap Rea sekertaris yang melihat kehadiran jia. Rea mengetahui jika Jia adalah istri dari Brian, karena dia ikut serta menghadiri pernikahan bosnya.


" Hai Rea.. apa kau melihat pak Sam? " ucap Jia.


" pak Sam ada di ruangannya tetapi pak Briano sedang ada meeting di luar kantor "jawab Rea yang berfikir kalau Jia sedang mencari suaminya.


" aku tidak mencari Brian, aku mencari pak Sam.dan aku sekarang bekerja di sini tapi tolong jangan beri tahu kepada pak Briano mu itu. karena ini rahasia antara kita bertiga. oke! " jelas Jia kepada Rea. tetapi Rea belum cukup mengerti apa yang Jia ucapkan.


" baik nona " jawab Rea.


" sekarang, bisa tolong aku panggilkan pak Sam kesini " pinta Jia.


" baik nona, saya panggilkan pak Sam "


tak butuh waktu lama pak Sam dan Rea kini sudah menghampiri Jia di meja kerja milik Rea.


" pak Sam, kenapa kau mempekerjakanku dengan bu Livia yang seperti mak Lampir itu! aku kan sudah bilang beri aku pekerjaan yang tidak menyulitkanku! " ucap Jia


" maaf nona, tapi itu salah satu posisi yang tidak akan mudah bertemu dengan Tuan karena meeting selalu bertemu langsung dengan saya tanpa kehadiran tuan " jelas pak Sam.


" tapi dia memberikan pekerjaan yang sangat menyusahkan ku " ucap Jia sambil menunjukan file yang diberikan dari Livia.


" aku baru melihatnya saja sudah sangat pusing! " ucap Jia.


" maaf nona " sesal pak Sam.


" ya sudah kau kerjakan ini, kau juga Rea bantu pak Sam " Jia menyuruh pak Sam dan Rea mengerjakan pekerjaannya, sebenarnya bisa saja Jia mengerjakannya sendiri, Jia bukanlah wanita yang bodoh, Jia termasuk murid yang pandai tetapi Jia terlalu malas mengunakan otaknya untuk bekerja keras.


Sementara pak Sam dan Rea tak bergeming dengan perkataan Jia yang menyuruh mengerjakan pekerjaan nya.


" ck, pak Sam kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku dalam kesulitan. aku kan sudah bilang,aku bekerja hanya untuk bermain-main saja. tapi kau malah memberikan pekerjaan yang terlalu berat, ditambah dengan bu Livia yang sangat menyebalkan! "


" baik nona " jawab pak Sam. mau tidak mau pak Sam harus menuruti keinginan nona nya. " sudah kuduga! hal buruk akan menimpaku " batin pak Sam.


-


-


-


Hai reader's


Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin

__ADS_1


__ADS_2