
Jia kini berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari Resort tempat penginapannya. Menunggu kedatangan kedua sahabatnya, Jia sengaja datang lebih awal dari waktu yang di janjikan.
Jia sejak pagi sudah menghindar bertatap muka dengan Brian. Tidak habis pikir, Jia mendapatkan pria yang menurut nya maniak ssex alias pria yang sangat mesum.
Di dalam hati Jia bertanya - tanya, apa semua pria seperti itu? atau hanya suaminya saja? hal itu sungguh mengganggu pikiran Jia. Karena tidak ingin berfikir lebih jauh, Jia memilih menemui Alesya dan Alex, sahabat nya ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Alex adalah sahabat dan mantan kekasih Jia waktu Sekolah dulu. Mereka berpacaran tidak lama, karena waktu itu Jia terpaksa menerima nya walau tidak ada rasa cinta.
Meskipun di antara mereka sudah tidak ada hubungan yang spesial, mereka tetap berteman dengan baik. Terbukti waktu Jia melanjutkan studinya di London, Alex sering sekali mengunjungi Jia.
Tidak jauh dari meja tempat Jia, terlihat seseorang yang sangat dikenalnya.
" Kak Valent.. " lirihnya. Kemudian Jia mendekat di mana Valent berada.
" Jia... " ucap Valent yang melihat adiknya yang kini telah duduk di sampingnya.
Jia hanya diam, melirik ke arah wanita yang sedang bersama Valent, sebelum nya Jia berfikir wanita yang bersama kakanya itu kak Tiara, istrinya.
Jia tau siapa wanita itu, dia adalah cinta pertama dan kekasih Valent, sebelum menikah dengan Tiara.
" Mikayla... " ucap Jia.
" Hai Jia.. Apa kabar? " Mikayla menyambut Jia dengan seyumannya.
" Kaka, mana kak Tiara? " Bukannya menjawab Mikayla, Jia lebih memilih menanyakan keberadaan Tiara.
Meskipun Jia tidak suka cara Tiara mendapatkan Valent, tetapi Tiara jauh lebih baik di bandingkan Mikayla. Jia tau dari dulu, Mikayla sering sekali memanfaatkan Valent, menguras harta Valent untuk memenuhi kebutuhan glamour nya.
Tidak hanya itu, dia juga menjalin banyak hubungan dengan pria, ketika sudah berkomitmen dengan Valent. Dan anehnya, Valent menutup mata walau Jia sudah memberitahunya.
Mikayla seorang model yang terkenal, dia sangat cantik di tambah tubuhnya yang begitu menggoda. Cantik di luar belum tentu cantik hatinya bukan?
" Tiara tidak ikut.. " jawab Valent dengan wajah datarnya.
" Kaka kenapa kesini? ada apa? " Jia.
" Aku menghadiri undangan dari Brian. "
" Ooh... " Jia.
" Semalam aku tidak melihatmu Jia, kau kemana? apa benar kau sakit seperti yang Brian katakan? tapi kau terlihat baik - baik saja sekarang. " Valent.
" Iya kak, aku tidak enak badan. Sekarang sudah baikan. " jawabnya dengan gugup, mana mungkin Jia menjawab yang sebenarnya terjadi padanya.
" Syukurlah, aku pikir Brian tidak menjagamu dengan benar. "
" Ekhemm... " Mikayla berdehem, merasa dirinya di acuhkan.
Valent mengalihkan pandangannya ke arah Mikayla. " Kau mau makan apa? segera pesanlah. "
__ADS_1
" Kakaku memang bodoh! kenapa masih perhatian dengan wanita ini." batin Jia.
" Iya, Kalau kau mau pesan apa? " tanya Mikayla pada Valent.
" Sama kan saja dengan pesanan mu." jawab Valent yang di angguki oleh Mikayla.
" Kalau kau Jia? " Mikayla.
Sebelum menjawab,Jia membenarkan posisi duduknya menghadap Mikayla. " Mikayla, setau ku kau sudah memiliki suami? benarkan? " bukannya menjawab pertanyaan, Jia bertanya balik.
Mikayla yang mendengar pertanyaan Jia mengerutkan keningnya. " Kenapa kau bertanya seperti itu? "
" Sudahlah jawab saja pertanyaan ku! " Jia.
" Jia.. kenapa kau tidak sopan pada Mikayla, dia lebih tua darimu. Jaga sikapmu. " sela Valent.
" Kaka lebih baik diam saja, ini adalah tugas ku! jadi dengar kan saja jangan menyela ucapanku."
" Huuffttt... terserah kau saja. " Valent hanya bisa pasrah melihat tingkah adiknya.
" Ayo.. jawab lah pertanyaan ku.. " Jia kini kembali menatap Mikayla.
" Aku sudah pernah menikah, tetapi sekarang aku wanita single. " jawab Mikayla dan di angguki Jia.
Jia mengatur nafasnya sebelum berbicara kembali. " Kau tau kan, kak Valent sekarang memiliki istri yang sah secara agama dan Negara? " tanya Jia memastikan, sebelum melanjutkan kalimat selanjutnya.
" Aku sangat tau itu. Tapi kenapa kau bertanya seperti itu? " Mikayla.
Mikayla hanya diam mendengar kan perkataan Jia.
" Dan kau harus tau! hanya Tiara, aku dan mama ku yang boleh menikmati semua uang yang dimiliki kakaku. Kau sama sekali tidak berhak! Kalau sudah terlanjur, aku akan merelakan nya. Tetapi jangan di ulangi lagi! " Jia mengatakan nya sembari melirik papper bag yang ada di samping Mikayla. Jia sangat yakin, Valent lah yang sudah membelanjakan barang branded itu.
" Jia... Aku yang memberikan nya, Mikayla tidak meminta padaku. Kau jangan berlebihan. " Ucap Valent yang terlihat jengah dengan tingkah adiknya.
" Sebaiknya kaka diam saja! atau akan ku adukan pada Mama! " ucap Jia dengan ancaman.
" Tunggu.. Jia, aku tidak sengaja bertemu dengan kakak mu, dan aku tidak ada maksud tertentu, seperti apa yang kau tuduhkan padaku. " Jelas Mikayla.
" Sialan! kalau kau bukan adiknya dan Valent tidak menyayangi mu, sudah kubrobek mulut mu yang berani sekali menasehati ku! " batin Mikayla.
" Baguslah kalau begitu. " ucap Jia sembari memalingkan wajahnya ke arah sembarang.
" Lain kali, jangan berprasangka buruk pada orang lain. " Valent mengelus - elus kepala Jia dengan sayang. Jia hanya diam tidak menanggapi ucapan Valent.
" Sepertinya aku harus pergi, mungkin lain waktu kita bisa makan bersama. Aku pamit. " Mikayla beranjak dari duduknya dan meninggalkan Valent dan Jia.
" Aku harap tidak ada lain waktu untuk makan bersama dengan mu. " ucap Jia tanpa menatap Mikayla.
Mikayla hanya terseyum kecut mendengar nya. Dan sedikit mengaggukan kepalanya sebelum pergi.
__ADS_1
" Akan aku pastikan Valent kembali bersama ku, tunggu saja, permainan ku akan segera dimulai. " batin Mikayla.
" Kaka. Apa kaka masih mencintai Mikayla? " tanya Jia setelah kepergian Mikayla.
Valent hanya diam tidak menjawab pertanyaan Jia. Tidak di pungkiri lagi, Valent masih menaruh hati pada Mikayla walau tidak sebanyak dulu. Pertemuan nya dengan Mikayla membuat hati dan pikiran nya kembali ke masalalu.
" Kaka. Kenapa diam saja. Jawab pertanyaan ku kak? " Jia mendesak Valent untuk menjawab pertanyaan nya, tangannya tak henti mengguncang bahu Valent.
" Kau ini jangan berpikir yang tidak - tidak. " jawab Valent.
" Awas saja kalau kaka berani mengkhianati kak Tiara, aku akan membencimu. " ucap Jia yang mencibir kan bibirnya.
" Iya.. iya.. tenang saja.. " Valent mengelus - elus punggung adiknya. " Kau kesini sendiri? " tanya Valent.
" Iya, aku menunggu Alesya dan Alex, sepertinya sebentar lagi mereka akan datang. " jelas Jia.
" Ooh.. " Valent.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Author usahain up sehari 1 eps. yak... kalo gk bisa, tolong maapin yak !! author juga punya kegiatan lainnya, engga bisa ngehalu mulu setiap saat. Oke!!! 🙂🙂😁😁
Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Baca juga karya baru ku yang berjudul Adrian Haidar
Maaf jika masih banyak typo.
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
__ADS_1
bye.. bye..