
Happy Reading....
~
" Iya, aku menunggu Alesya dan Alex, sepertinya sebentar lagi mereka akan datang. " jelas Jia.
" Ooh.. " Valent.
Setelah menghabiskan makanannya, Valent memilih kembali ke Resort untuk beristirahat sejenak, karena nanti sore akan kembali ke Jakarta. Cukup lama Jia menunggu kedatangan Alesya dan Alex,tetapi mereka belum datang juga.
Karena merasa bosan, Jia memutuskan kembali ke Resort. Tidak lupa Jia mengirim pesan lewat ponselnya.
Isi pesan.
Jiandra
Sya, kau dimana? aku sudah lama menunggu mu di cafe, aku akan kembali ke Resort.
Alesya
Jia, bukan nya kita bertemu jam 2 siang? ini baru jam 13.00. Kenapa kau sudah datang! aku di swimming pool bersama Alex dan Suamimu. Kau menyusul lah.
Jiandra
Oke, aku menyusulmu.
Pesan berakhir.
~
Jia melangkah kan kakinya ke tempat Alesya berada.
" Hai Sweety, " Alex melambaikan tangannya ke arah Jia yang baru saja datang.
" Alex.. " Jia tersenyum lebar melihat sahabat nya yang sudah lama tidak bertemu.
" Sweety?.. " batin Brian.
Brian menatap Jia dan Alex dengan penuh tanya. Bukan hanya Brian yang heran akan kedekatan Jia dan Alex. Dinda, Sonia, dan pak Sam sangat terkejut.
" Sweety, bagaimana kabarmu? aku sangat merindukanmu? " ucap Alex yang menghamburkan pelukannya.
" Aku baik Alex. " jawab Jia membalas pelukan Alex, lalu melepaskan nya.
Seketika rahang Brian mengeras, tangannya terkepal dengan sempurna menahan amarah, melihat miliknya disentuh pria lain.
" Alex, bagaimana kau bisa mengenal Jiandra? " tanya Dinda yang merasa heran.
" Tentu saja aku mengenal My Sweety, dia adalah sahabat ku dan mantan pacarku, pacar pertamaku. " jelas Alex.
" Apa?? " Sonia sangat terkejut. " bagaimana mungkin mereka adalah mantan kekasih? sebenarnya siapa Jiandra itu? apa yang membuat dia special? " batin Sonia.
" Apa kau tidak bercanda? bagaimana kau bisa mengenalnya? " Dinda.
" Aku satu sekolah dengannya waktu SMA, sama dengan Alesya, kami bertiga berteman. " jelas Alex.
" Oh.. " Dinda hanya membulatkan bibirnya. " Satu sekolah? bukannya Alex sekolah di Sekolah elit? lalu siapa Jiandra? " batin Dinda.
Jia menghampiri Alesya, Alex pun mengikuti kemana Jia pergi. Sedangkan Brian tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya ke arah Jia, Jia yang merasa sedang di perhatian kan Brian memilih mengacuhkannya.
" Alex, jadi kapan kau mengajak kita jalan - jalan, sepertinya uangmu sudah bertambah banyak " Alesya.
" Tenang saja, kapan kalian ada waktu. Aku akan mengajak kalian menghabiskan uangku. " Alex berkata dengan angkuh.
" Wah.. senang sekali. Sumber pendapatan ku semakin bertambah. " Ucap Jia dengan mata yang berbinar - binar.
" Kau beruntung sekali Jia, aku sangat iri. " Alesya mencibikan bibirnya.
" Makanya cepat lah menikah. Mau sampai kapan kau menyendiri. " Jia.
" Tidak perlu menikah, aku dengan senang hati memberikan uangku untuk kalian habiskan, dan aku akan bekerja keras. " Alex.
__ADS_1
" Alex. Kau memang sahabat terbaik. " Alesya merangkul pundak Alex.
" Jia, mana suamimu? cepat kenalkan lah padaku. "
" Kau serius tidak mengenalnya? " tanya Alesya, Alex mengangguki nya.
" Suami Jia itu CEO Diamon group! Dia yang mengundangmu kesini!! " Alesya.
" Benarkah? pilihan mu lumayan juga. Tapi tetap saja aku yang lebih tampan. " ucap Alex dengan narsis.
" Iya.. Iya.. kau lebih tampan. " ucap Jia dengan tawanya.
" Kau tidak mau berenang Jia, ayo kita bermain air. " ajak Alesya.
" Tidak, aku sedang tidak berselera.Kau saja yang berenang. " Jia.
" Ya sudah, aku ingin berenang. " ucap Alesya lalu meninggalkan Jia dan Alex.
" Alex, aku akan kembali ke kamar. Aku ingin istirahat. "
" Oke. hati - hati. "
" Sampai jumpa Alex. " Jia meninggalkan Alex
~
Jia melangkahkan kakinya menuju kamar yang ia tempati bersama Brian. Langkahnya terhenti sebelum dirinya masuk ke dalam kamarnya. Terlihat cermin yang sangat besar hingga pantulan dirinya terlihat keseluruhan di sana.
Jia menatap bayangan dirinya di dalam cermin, meneliti setiap lekuk tubuhnya yang kini telah seutuhnya menjadi milik Brian.
Hatinya berdebar ketika mengingat kembali malam itu.
" Apa aku bahagia? apa aku senang menjadi milik Brian seutuhnya? " Jia berkata dengan telapak tangannya menyentuh dadanya, memastikan detak jantung yang berdebar.
Sepasang lengan kekar melingkar di pinggang Jia, dengan menopang dagunya di pundak.
" Sayang, kau sedang apa? " Kedatangan Brian sebenarnya ingin menanyakan penjelasan tentang Alex, tetapi mengurungkan niatnya ketika melihat istrinya melamun di depan cermin.
" Tidak akan pernah sayang.. kenapa kau berfikir seperti itu? " Brian mengecup puncak kepala Jia.
" Entahlah.. aku hanya merasa.. " Jia mengucap nya dengan tatapan sendu.
" Ssstttt.. jangan berfikir buruk. Aku akan selalu disisimu. " Brian membalikan tubuh Jia agar berhadapan dengan nya.
" Wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit? " Brian melihat dengan jelas raut wajah istrinya.
" Tidak Brian, aku hanya sedikit lelah. "
" Baiklah kau harus istirahat, akau akan menemanimu. " Brian mengajak Jia untuk beristirahat dan membaringkannya di ranjang, meletakan kepala istrinya dengan lembut untuk bersandar di dadanya.
Di ambang pintu masuk kamar yang terbuka, pak Sam yang baru saja datang memenuhi panggilan Brian. Sebenarnya pak Sam merasa ragu untuk menyapa tuannya yang terlihat mesra bersama istrinya.
" Permisi tuan, apa tuan memanggil saya? " ucap pak Sam ragu dan menundukan kepalanya,
" Pak Sam, atur jadwal untuk kepulangan semua karyawan nanti sore. " perintah Brian.
" Baik tuan. "
" Sayang, ada yang kau inginkan? bantuan pak Sam? " tanya Brian pada Jia yang masih bersandar padanya. Jia hanya diam tidak menyautinya.
" Nona, apa ada yang bisa saya bantu? "
" Sebenarnya aku masih marah pada mu Pak Samuel!! tapi karena aku anak yang baik, jadi aku akan menerima bantuanmu.Dan kau harus menurutinya!" ucap Jia, Brian yang mendengarnya hanya terkekeh dengan tingkah istrinya kecilnya.
" Iya Nona, dengan senang hati saya akan melakukan nya. " ucap pak Sam. " Nona ini kalau mau marah ya marah saja. Jangan di jadikan alasan untuk memojokan ku. " batin pak Sam.
" Oke. Kembalikan Sonia ke tempat asalnya. Aku tidak mau dia berdekatan dengan suamiku!!. " ucap Jia.
" Apa kau keberatan? " tanya Jia pada Brian.
" Tidak masalah. " Brian.
__ADS_1
" Baik Nona, apa ada yang lain? " tanya pak Sam.
Jia diam sejenak, sebenarnya ingin sekali dikatakan semenjak dulu, tapi entah kenapa ada keraguan untuk mengatakannya.
Seolah mengerti apa yang ada di pikiran istrinya, Brian tiba - tiba mengeluarkan suaranya. " Sayang, aku tidak bisa mengeluarkan Dinda dari perusahaan, sampai kapan pun dia akan bekerja bersama ku dan dia juga memiliki saham 10% di perusahaan. Itu syarat yang dia minta agar aku bisa menceraikannya dulu." jelas Brian.
" Selamanya bekerja denganmu? " ucap Jia dengan tatapan sendu, terlihat raut wajah yang kecewa.
" Iya, sampai dia keluar dengan sendirinya. Jangan takut aku tidak akan pernah berpaling darimu. " Brian.
" Awas saja kalau kau berpaling dariku, setelah kau menyikasaku! Aku akan mengadukan mu pada papa dan kak Valent! " ancam Jia sambil mencibikan bibirnya.
" Iya.. iya.. aku sangat takut dengan papa Jody. " Brian terkekeh, istrinya terlihat sangat manja.
Melihat keromantisan Tuan dan Nona nya membuat pak Sam ingin segera pergi.
" Maaf tuan, jika tidak ada yang di perlukan lagi, saya pamit. " Ucap pak Sam yang masih setia menundukan kepalanya.
" Kau boleh pergi. " Brian.
" Apa kau cemburu dengan Sonia? " tanya Brian setelah kepergian pak Sam.
" Tidak, aku tidak cemburu. Aku sangat kesal! dia selalu memamerkan lekuk tubuhnya dan terlihat jelas sekali ingin menggodamu! "
" Kau cemburu Jia, apa kau benar tidak mengerti perbedaan antara cemburu dan kesal. "batin Brian.
" Aku tidak akan tergoda olehnya. Aku hanya tergoda denganmu. " Brian tersenyum,dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Jia.
" Mau apa kau! " Jia sedikit memukul Brian untuk menjauh darinya.
" Kenapa? aku sudah tergoda olehmu. Jadi mari kita lakukan." Brian.
" Tidak mau! jangan coba menyentuhku. Aku takut padamu! "
" Tidak boleh menyentuhmu? tapi kau memelukku sangat erat. Kau takut padaku? tapi kau bersandar padaku. Kau membingungkan Jia. " batin Brian.
" Iya.. iya.. tidurlah. Aku akan menemanimu."
Tidak butuh waktu lama, Jia pun terlelap dalam dekapan Brian.
" Sepertinya aku harus banyak bersabar menghadapi mu..... " gumam Brian dengan tangan yang masih setia membelai lembut kepala istrinya.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Author usahain up sehari 1 eps. yak... kalo gk bisa, tolong maapin yak !! author juga punya kegiatan lainnya, engga bisa ngehalu mulu setiap saat. Oke!!! 🙂🙂😁😁
Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.
Baca juga karya baru ku yang berjudul Adrian Haidar
Maaf jika masih banyak typo.
Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....
__ADS_1
bye.. bye..