Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Berkenalan dengan sean


__ADS_3

Pagi ini Jia sudah bersiap untuk pergi ke kantor kak Valent, untuk meeting bersama pak dio dan coleganya membahas pembangunan Butik.


" selamat pagi papa, mamah.. " ucap Jia setelah menuruni anak tangga.


" anak mamah sudah rapih mau kemana sayang? " ucap mirra.


" Jia mau ke kantor kak Valent mah, mau ngebahas Butik" jawab Jia sembari duduk untuk bergabung sarapan pagi.


" kamu serius Jia? mau membuka butik? " tanya jody.


" seriuslah pah, " Jia mengangguk angguk dengan mantap.


" baiklah, papa do'ain biar semua lancar"


" terimakasih papa... "


tak lama kemudian Valent dan Tiara datang untuk ikut bergabung sarapan pagi.


" kakak, nanti Jia bareng kaka yah? "


" kamu mau kemana? " tanya Valent


" aku ada meeting bersama pak dio " jelas Jia


" oh... baiklah" jawab Valent


" emmhh.. kalau gitu nanti aku datang ke kantor kita makan siang bersama ya, kebetulan sudah lama aku gk ke kantor kamu mas.. " seru Tiara. dan dijawab dengan anggukan oleh Valent.


Setelah tiba di JM group.


" Kau seperti anak kecil saja! " Ucap Valent pada Jia yang berjalan beriringan tetapi tangannya tak berhenti bergelayut di lengan kekarnya.


" Biarkan saja, aku menyayangi kaka" Jawab Jia yang tak memperdulikan Valent bahkan dengan sekilas mengecup pipi Valent.


Tanpa mereka sadari tingkah laku adik dan kakak itu menjadi pusat perhatian karyawan yang mensalah artikan kedekatan mereka.


" HEh bocah kecil! Apa kau sungguh akan menikah? Aku tidak percaya itu, tingkahmu saja masih kekanakan! Aku yakin kau hanya akan merepotkan suamimu itu! " Seru Valent.


" Biarkan saja! " Jawab Jia yang sedikit kesal.


" Selamat pagi pak Valent " Sapaan seluruh karyawan yang berpapasan dengannya. Mereka pun tak henti melirik perempuan yang ada disampingnya. Sapaan mereka dijawab Valent hanya dengan anggukan.


Setiba di ruangan Valent, Jia meninggalkannya bersama pak dio ke ruang meeting untuk membahas bukitnya, tampak beberapa orang yang telah menunggu disana. tidak terasa mereka meeting memakan waktu yang cukup lama hingga jam makan siang tiba.


Tiara Swan istri dari CEO perusahaan dimana sekarang dia berada. sesuai janjinya tadi pagi, Tiara ingin berkunjung dan menemani makan siang suaminya. Tak sedikit karyawan yang menyapa istri dari atasannya.


beberapa karyawan langsung asyik bergosip.


" *Bukannya itu istri dah dari bos kita "


" ia, dia istrinya"

__ADS_1


" wahhh... akan ada perang besar rupanya"


" kenapa memangnya? "


" bukannya tadi Pak valent datang bersama gadis yang sangat cantik! dan sepertinya gadis itu masih bersama pak Valent! "


" O.. M.. G.., kau benar*"


Tiba di ruangan Valent, Tiara langsung mengajaknya makan siang.


" kita tunggu Jia, sepertinya dia juga sudah selesai dengan urusannya " ucap Valent dengan wajah datarnya.


" oke! em.. sayang apa kita perlu mendatangi dokter Rizal? " ucapnya dengan ragu, sebenarnya sudah lama sekali tiara mengajak Valent untuk menemui dokter Rizal (dokter kandungan) tetapi Valent sering menolaknya. bagaimanapun Tiara adalah seorang wanita yang ingin sekali manjadi seorang ibu. mereka sudah 8 tahun menikah tapi belum di karuniai anak.


" ...... " tak ada tanggapan dari Valent.


" ayolah sayang.. kit... " kalimatnya terputus.


" sebaiknya jangan bicarakan itu disini! kita bahas lain kali! " ucapnya dengan tatapan dingin dan tajam.


" sayan.... " lagi lagi kalimatnya terhenti, tetapi kali ini terhenti karena seseorang membuka pintu ruangan itu. Tiara dan Valent pun mengalihkan pandangannya ke arah orang tersebut.


" kau sudah selesai? " tanya Valent kepada Jia yang masih di ambang pintu.


" hemm.... " jia hanya mengangguk.


" baiklah, ayo kita makan siang bersama" ajak Valent yang berdiri dari kursi kebesaran nya. Tiara hanya memasang wajah datar.


" hah? Mmm.. " tiara bingung memberi jawaban.


" sepertinya kau memang belum bisa masak masakan yang enak untuk kakak ku! "


" Jia jaga bicaramu! dia itu kakakmu" tegur Valent


" mmhh baiklah.. maafkan aku" ucap Jia.


mereka pun keluar meninggalkan ruangan Valent, seperti biasa Jia bergelayut di lengan kekar kakaknya, sementara Tiara hanya diam memikirkan penolakan Valent untuk menemui dr. Rizal.


Semua karyawan kembali dikejutkan dengan bosnya, ada gadis cantik yang dengan mesranya berjalan bersama, sementara istrinya berjalan di belakang mereka. melihat tatapan para karyawan nya dan sedikit terdengar gosipan yang membuat Tiara sadar dari lamunannya.


"huffftt..... " tiara hanya menghela nafas, menatap punggung kedua kakak beradik didepannya yang berjalan beriringan layaknya kekasih.


" sayang, apa kau tidak memperhatikan semua karyawanmu itu! mereka mencibirmu layaknya kau mempunyai dua istri!!! ketus Tiara. seketika langkah Valent berhenti dan memperhatikan semua karyawan nya. langkah Jia pun ikut terhenti dan ikut memandangi di sekitar.


" ishhkkk... tenang saja aku ini bukan wanita yang kalian pikirkan! " ucap Jia dengan santai pada karyawan yang bergerombol mencibirnya.


" ehemmm... perkenalkan dia ini adik saya, Jiandra" jelas Valent. semua karyawan di buat malu dengan penjelasan Valent, dan beberapa ada yang meminta maaf.


*****


Mereka makan siang di sebuah restoran yang tidak jauh dari JM group. di sela makan siang, Jia mendapat pesan dari jody yang tak lain adalah papahnya.

__ADS_1


Jia malam ini kamu ada pertemuan dengan calon suamimu, papa baru mendapat kabar dari pihak mereka, ternyata mereka setuju dengan pernikahan yang dipercepat sesuai permintaanmu.


" hufft.... " Jia mengatur nafasnya. raut wajahnya seketika berubah menjadi muram setelah mendapatkan kabar dari Jody.


" kau kenapa Jia? " tanya Valent.


"mmhh.. tidak apa-apa, sepertinya aku harus pulang sekarang?"


" apa kau tidak pulang bersamaku? bukannya kamu tidak membawa mobilmu? " ucap Tiara menawarkan pulang bersama.


" tidak, aku pulang sendiri saja naik taxi" ucapnya datar


" baiklah, hati-hati "


*****


Malam hari Jia sudah berada di sebuah restoran tempat dimana dia akan bertemu dengan calon suaminya. sebenarnya enggan sekali dia datang menemui pria yang tidak dikenalnya. tetapi di_a tidak punya pilihan lagi, nasi sudah menjadi bubur


tidak mungkin dia membatalkannya dan membuat keluarga malu karenanya.


Jia terlihat sangat cantik mengenakan dress selutut warna merah maroon dan bagian punggung yang terbuka, tetapi tidak terlihat jelas tertutupi rambut panjangnya yang digerai, membuat kesan apik tersendiri.


" malam nona, apakah anda nona Jiandra? " seseorang menghampiri Jia. Jia hanya menjawab dengan anggukan dan mengantarkan ke seseorang yang sudah menunggunya.


" selamat malam, wahh.. cantik sekali, apa kamu jiandra? " tanya wanita paruh baya.


" em.. iya tante saya jiandra, maaf tante siapa ya?


" saya mewakili putraku, maaf dia tidak bisa datang ada pekerjaan yang mendesak. oh ia perkenalkan ini Sean cucuku, anak dari putraku" jelas wanita paru baya itu.


" oh.. " cuma oh yang keluar dari mulut Jia dan sedikit senyum.


" Hai Aunty, " sapa Sean. " oma, apa aunty ini akan jadi mommy sean? tanyanya yang begitu polos.


" iya sayang, apa Sean menyukainya? tanya oma.


" iya oma Sean suka, mommy sangt cantik, pasti daddy senang"


Jia membelalakan matanya mendengar dirinya di panggil mommy.


" mm... Hai pria tampan, sepertinya panggilan Mommy terlihat tua untukku" Jia mengerucutkan bibirnya. Oma yang melihatnya hanya tersenyum dan memperhatikan dialog mereka.


" mmhh... benarkah? lalu Sean harus panggil apa Aunty" kata Sean dengan lugu. " kalau panggil moji bolehkah? " seru Sean lagi.


" moji? apa itu" tanya Jia


" Bukankah nama Aunty jiandra? jadi Sean panggil mommy Jia. (moji) bolehkah? "


" baiklah pria tampan, sepertinya moji tidak terlalu buruk"


mereka melanjutkan makan malam dan bertukar cerita, Jia yang mulai terbuka hatinya menerima Sean, terlihat sangat dekat sekali bercanda ria, tertawa lepas, sesekali mencium gemas pria kecil itu. semua tak luput dari pandangan wanita paruh baya itu, merasa kehadiran Jia yang memberi warna baru di kehidupan cucunya

__ADS_1


__ADS_2