Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
pertemuan pertama


__ADS_3

#Cinta_sahabatku


part1


Namanya Mei, dia sahabatku waktu sekolah menengah atas.


Mei menjadi sahabat yang paling aku sayang, bahkan sudah seperti adikku karena sifat manjanya.


Mei sering berkunjung kerumah, sehingga kedua orangtuaku pun ikut menyayanginya.


Berawal 2 tahun lalu ketika kami sudah lulus SMA. Mei melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas ternama di Bandung dan mengambil fakultas kimia, sedangkan aku berhubung dari keluarga yang pas-pasan hanya bisa Melanjutkan untuk membantu kedua orangtuaku mencari tambahan. Yah, aku bekerja di pabrik sebagai administrasi gudang bahan baku.


"tiittt..tiiiittt " bunyi HPku saat sedang membuat laporan bulanan. Kulihat dari Mei


"ya Mei, kenapa?" tanyaku


"Lisaaaaa... Aku mau curhat, sumpah Lis, aku senang bukan main.. (sambil teriak heboh)"


"ya curhat apa beb? Boleh nanti aja gak? soalnya lagi buat laporan nih.."


"GAKK!!! Harus sekarang pokoknya Lis, cuma 5 menit kok ya,,,," pintanya.


"oke 5 menit, gek lebih ya"


"iya bawel, eh kamu tau kan Rendra? Ajudan kapolres Bandung Barat itu, dia ngajak aku ketemuan.."


"trus? kok bisa?"


"iya, jadi selama ini kan aku suka komen postingan dia, eh,, seperti gayung bersambut akhirnya dia ngajak ketemuan, seneng deh.. Aku cuma mau nanya nanti sabtu kamu gak lembur kan?? Klo gak, temenin aku ya untuk ketemu sama Rendra, pleaseeee..."


"aku gak bisa janji Mei, tapi aku ushakan ya."

__ADS_1


Hari Sabtu pun tiba.


Mei mengenakan dress putih polkadot orange selutut dengan


highheelsnya mirip seperti orang korea, karena Mei memiliki postur tubuh mungil dengan mata yang agak sipit. Aku menemaninya untuk bertemu dengan Rendra. Kebetulan temanku di pabrik menggantikan aku lembur hari ini. Kami menunggu di sebuah cafe di BIP mall bandung.


"gimana? Aku udah sempurna kan Lis?"


"iya, udah paling cantik deh Mei mah.. Hehe ( sambil cubit pipinya)"


"kamu kenapa pake gamis mulu sih Lis? Kayak emak-emak tau! Kan udah aku suruh pake kaos sama jeans.. Huft!!"


yah inilah aku, yang tak pernah mengikuti mode, aku yang selalu ketinggalan jaman, hehe... Tapi, bagiku semua ini sangat nyaman.


Ketika asik mengobrol..


"Hi, Mei ya??" suara yang tegas, berat tapi ada kelembutan di setiap hembusannya.


Aku yang saat itu sedang asik menyedot minuman di tarik oleh Mei.


"ini, ini,,, maksud aku ini Mei, hehe.."


aku heran, kenapa mesti aku yang jadi Mei??? Masa sih, Mei gak mau sama cowok setampan dan secool itu?? pikirku.


Dengan cekatan akupun menjawab


"i..iiiya aku Mei, he..he..(ketawa maksa)"


"ohh,, lalu ini?"


"hmmm..aku Lisa" jawab Mei.

__ADS_1


"oke, jadi kan kita nonton? Aku sudah beli tiketnya" sambil menyodorkan 3 lembar tiket.


"jadi.. jadi" jawabku. Sambil jalan ke koridor aku memperhatikan ajudan itu, dengan bahu tegap, model rambut cepak, hidung mancung mirip artis Dimas andrean. Dia berjalan di sampingku, sedang Mei sambil memeluk tanganku berbisik, "aku malu Lis, dia cakep banget sih, tolong ya pura2 jadi aku" katanya. " duh, ada-ada aja sih, kan gak tau aku harus ngomong apa Mei"


"kenapa?kok bisik-bisik??!" tanya Rendra.


"ehh.. Gapapa kok, ini Lisa kedinginan" kataku.


Sesampainya di kursi bioskop, aku duduk di antara mereka. Sebelum film dimulai Rendra bilang, " kok Mei gak mirip sama yang di FB ya?? Lebih mirip Lisa "


dengan sergap aku jawab "iya, soalnya itu emang foto foto Lisa, hehe,, aku gak pede kalau pajang foto sendiri."


"masa?? padahal cantik loh, kenapa gak pajang?! besok pajang ya, biar aku bisa mandangin wajah kamu terus (tersenyum manis dengan dua lesung pipi nya)."


aiiiihhhhh kalo buat cewek macam Mei pasti udah klepek-klepek deh, secara di gombalin begitu. Tapi, buatku itu semua gak mempan, karena sejatinya Rendra bukan typeku. Selain karena dia polisi ( entah aku gak suka sama polisi ), postur badannya juga yang terlalu perfect. Jadi, ya aku nanggepinnya santai. Cukup balas dengan "kecengiran" ku. Film yang di putar pun habis, jujur saat nonton film itu aku kurang nyaman, karena baru kali pertama juga nonton sama cowok di samping yang gak bisa diem tangannya. Kadang ngambil minum, kadang pegang dagu, ahhh,, sudahlah pokoknya gak bisa diem.


"Mei, pulang aku antar ya. Lisa juga boleh ikut"


"ah, gak usah repot-repot Ren" (nyuuuutttt) tiba-tiba perutku di cubit Mei, aku paham maksud Mei.


"kenapa Mei?" tanya Rendra


"ah, gapapa kok.. Itu,,hmm.. Anu,,, aku jadi deh nebeng sama kamu, hehe.. Maaf ya plin- plan"


"gapapa kok, aku seneng" sambil melaju menarik tanganku, menuntunku sampai mobilnya. Dibukakan pintu dan aku duduk di depan, sedang Mei asli di belakang. Aku sebenarnya tidak nyaman dari tadi saat Rendra menggandengku dan sekarang duduk disebelahnya, karena aku melihat ekspresi Mei yang menahan kesal. Tapi, mau gimana salahnya sendiri.


Bruuummmmm...... Di perjalanan kami mengobrol banyak, tak disangka Rendra humoris juga, sampai aku tertawa menangis saking lucunya. Mei pun ikut tertawa di kursi belakang.


"maaf aku cuma bisa anter Lisa sampai gang sersan bajuri 3 ya" kata rendra.


"aduh, gimana ini??" bisikku dihati.

__ADS_1


__ADS_2