Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Terciduk lagi. (Sambungan bab 39 )


__ADS_3

Saat itu tepat pukul 8 aku dan Reyhan sudah tiba di bioskop tempat biasa Bara mengajakku. Kepala ku berputar melihat-lihat sekeliling tempat mencari sosok Bara yang mungkin ada di situ. Firasat ku mengatakan kalau ia ada di situ tanpa merasa lelah aku memutari gedung bioskop tidak peduli dengan ocehan Reyhan yang terus bertanya-tanya.


Kali ini sudah hampir 4x aku memutari gedung dan memandangi satu persatu tempat duduk yang mungkin ada Bara namun tidak juga ku temui dia.


"Intan sebenarnya kamu mau nonton atau mau joging sih?" tanya Reyhan merasa risih melihatku celangak-celiguk seperti supir angkot yang mencari penumpang.


"Joging? siapa yang joging sih ada-ada saja kamu!" ujarku tak tau maksud Reyhan yang sengaja meledekku.


"Itu kamu dari tadi jalan-jalan saja tanpa duduk aku yang mandang pun ikutan capek, sebenarnya kamu cari siapa sih?" tanya Reyhan kepo.


"Gak cari siapa-siapa kok Rey, hanya pengen jalan-jalan saja," ucapku sambil cengengesan.


"Mana mungkin itu, aku tau kamu sedang berbohong atau jangan-jangan kamu sedang mencari Bara ya?" tebak Reyhan.


"Hem... tebakan Reyhan pas banget lagi aku pun mengalihkannya. Rey aku kesana dulu ya," ucapku pamit ingin mengintai di luar siapa tau Bara masih di luar masih mengantri.


"Intan! tunggu kamu mau kemana?" tanya Reyhan.


"Aku mau beli copcorn sebentar, apa kamu mau nitip?" jawabku beralasan.


"Gak ah, aku gak suka Popcon!" tolak Reyhan.

__ADS_1


"Oh, ya sudah kamu nonton aja dulu aku gak lama kok," ujarku.


Aku pun meninggalkan Reyhan melihat suasana luar. Tidak lama aku memutari luar aku memilih sosok perempuan yang ku kenal ia adalah kakak kelas ku yang bernama Santi. Ia memandang ke arahku dengan tatapan sinis membuat aku tidak nyaman.


Aku pun ingin berlalu dari situ tidak lama aku berjalan seseorang sudah mengajak Santi masuk suaranya masih terdengar karena jarak kami masih dekat aku pun menoleh kearah sumber suara itu dengan kagetnya aku melihat sosok itu adalah Bara.


Aku merasa shock seketika itu air mati bercucuran tidak ku sangka Bara melakukannya lagi padaku.


Ya ampun Tuhan kenapa Bara melakukan perselingkuhan lagi? apa kurang nya aku bagi nya? padahal aku sudah mencintai dia dengan tulus. dan sudah berkorban juga. Kuatkanlah aku menghadapi semua kenyataan ini, aku membatin sambil menangisi semua yang kulihat. Bara tampak mesra dengannya Santi ia juga kelihatan sangat akrab aku pun jadi sakit hati tidak lama terdengar Bara mengajak Santi duduk ke bangku paling pojok.


Aku ikut masuk dengan diam-diam mengikuti kemana arah mereka pergi. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh Reyhan.


Reyhan mengajakku duduk kembali ke tempat duduk kami semula dengan terpaksa aku ikut dengan Reyhan padahal niatku tadi ingin menguping semua pembicaraan Bara dan Santi.


Reyhan melayangkan pandangan ke arah pandanganku juga beruntung Bara segera pindah tempat duduk sehingga Reyhan tidak melihatnya.


Aku merasa lega karna tidak mau di ketahui Reyhan kalau aku saat ini sedang mengintai Bara dan Santi. Hatiku sangat hancur melihat kelakuan Bara. ini bukan yang pertama kalinya dia selingkuh tapi sudah berkali-kali. Aku tidak yakin padaku akan kuat bertahan jika begini terus menerus.


Reyhan melirikku dengan kecurigaan, aku makan popcorn sambil memperhatikan Bara dari kejauhan semakin lama mereka semakin mesra saja Bara merangkul Santi dan mereka sedang berbisik-bisik. Ah aku gak akan biarin mereka enak-enak bermesraan sementara aku sakit hati. Kali ini aku sudah iklas menerima apapun walau harus putus aku pun harus menerimanya. Sikap Reyhan sudah keterlaluan aku gak akan tinggal diam.


Semakin lama hatiku semakin memanas aku pun berdiri dan pergi melabrak mereka. Apapun yang akan terjadi aku tidak peduli lagi tujuanku satu ingin melihat bagaimana reaksi Bara saat aku datangi apa dia masih mau ngeles atau bagaimana.

__ADS_1


Aku berdiri di depan mereka sambil bertepuk tangan. prok-prok... "Bagus ya, kelakuan mu! jadi ini alasannya semakin hari semakin menjauhi aku. Lupanya sudah ada yang lain lagi. Kemarin Bella dan sekarang Santi. Kamu benar-benar hebat Bara... aku salut padamu... begitu pintar ya kamu bermain kata dan mengelabui para wanita! selamat buat mu kamu memang jagoan..." aku mengakhiri kata-kata ku dengan tepuk tangan.


"Intan, berhenti memojokkan aku ini tidak seperti yang kau kira. Aku sama Santi tidak ada hubungan apa-apa kami cuma berteman."


"Oh ya? aku percaya padamu. Bara sangat percaya... !" aku meludah sambil geleng kepala mata ku sudah memerah air mata yang ku bendung akhirnya tumpah di pipiku. Bara telah mengkhianati dan aku sangat kecewa.


Reyhan pergi mendekati aku. "Sudah lah Intan, tidak ada untungnya kamu menangis. Sekarang kamu tau kan bagaimana sikap Bara." ujar Reyhan sambil menepuk pundakku.


"Tutup mulut mu Reyhan! kamu jangan turut campur ini masalah ku dengan Intan." Bara menarik tangan ku mengajakku ke tempat lain untuk berbicara baik-baik. Tapi, aku mendorong tubuh Bara dan melepaskan tangannya.


"Menjauh dari ku, jangan sentuh! aku mulai saat ini kita putus..." Akhirnya aku mengucapkan kata-kata sakral itu reflek keluar dari mulut ku. Aku merasa benar-benar sudah jengkel lihat perlakuan Bara selama ini ternyata ia berpura-pura mencintaiku tapi ternyata bualan semata.


Bara terus bicara dan tidak mau mengakui kesalahannya malah ia berkilah tapi aku sudah tidak percaya lagi padanya.


"Cukup sudah kau sakiti hatiku selama ini. Aku mempertahankan kamu karena kamu adalah cinta pertamaku Bara, kuanggap Pangeran dalam hidupku ternyata semua itu hanyalah mimpi buruk bagiku kau telah menghancurkan harapanku dan cintaku." Aku pergi di hadapan Bara yang memohon-memohon minta maaf kepadaku.


"Intan kamu harus dengerin aku dulu!" seru Bara. semua mata memandang ke arah kami aku jadi malu jadi pusat tontonan orang-orang aku pun lari secepat mungkin meninggalkan tempat itu. Reyhan juga mengejarku.


"Bren*sek kamu Bara!" Bruk... Reyhan mengayunkan tangan nya di perut Bara. Bara menjerit ingin mengejar Reyhan namun di tahan oleh Santi.


"Biarin mereka pergi Bara! Aku tidak mau kau mengejar cewek tidak tau diri itu, tampang aja pas-pasan sudah berani mengaku pacarmu. Aku tidak percaya kalau Intan adalah pacarmu. Ayo duduk lagi pinta," Santi.

__ADS_1


Bara meringis kesakitan Santi mencari perhatian Bara agar tidak mengejarku.


__ADS_2