Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Jadian


__ADS_3

Hari ini aku di kejutkan oleh kedatangan Bara. Tiba-tiba ia nongol di depan rumahku. Jelas aku kaget setengah mati Bara mengajakku jalan-jalan hari ini aku semakin kaget. Gak ada angin gak ada hujan sungguh di luar dugaan padahal kemarin dia kan mengacuhkan aku. kenapa hari ini tiba-tiba ngajakin jalan sungguh sulit ku tebak tentang dirinya membuat aku semakin bingung. Sejenak aku bengong memikirkan tawaran nya mau atau tidak.


"Hey, kok bengong? mau gak temani aku jalan? tanya Bara.


Sontak aku menjawab pertanyaan nya "Mau Bar, mau banget." Bara terkekeh melihat reaksiku. Aku jadi malu dan segera mengalihkan pandangan Bara kepadaku.


"Sebentar, aku ganti baju dulu ya," ucapku pamit pada Bara. Bara mengangguk aku pun beranjak pergi menuju kamarku.


Setelah beberapa baju aku coba kini aku sudah siap dengan pilihan baju terbaikku. Aku berdiri di depan cermin sambil berputar-putar melihat penampilanku di cermin lengkap dengan polesan make-up tipis. Penampilanku pun sudah terlihat sempurna. Cepat-cepat aku turun menemui Bara yang sudah menungguku.


Aku berlari ke arah dapur mencari Mama dan Papa untuk meminta ijin ternyata mereka sedang mengobrol. Aku pun meminta ijin.


Mama dan papa menginjinkan aku. Mereka mengantar aku sampai depan menemui Bara.


Melihat kedatangan kami Bara langsung menoleh ke arah kami. Sejenak ia tertegun melihat penampilan ku aku pun menunduk tersipu malu.


"Waw... Intan cantik banget malam ini," batinnya.


Melihat Bara memperhtikan ku Papa mengejutkan nya. "Ehem...!" Papa berdehem memecah keheningan dan Bara tersentak dari lamunannya.


"Om, Tante...," tegurnya.


"Iya, sudah lama di sini?" tanya Papa.


"Baru saja kok Om," sahut Bara rada malu-malu kedapatan memandangi Intan.


"Kenapa gak langsung masuk aja," sambung Mama.


"Hem, gak apa-apa Tante. Hari ini aku mau ajak Intan jalan bolehkan?" ucap bara pada Mama dan Papaku.


"Boleh, tapi ingat jangan sampai pulang malam ya...," pesan Mama.


"Baik Tante gak sampai malam kok jalannya paling sore udah pulang," ujar Bara pada Mamaku.


Setelah mendapat ijin kami pun pergi. Bara melirikku diam-diam aku dapat melihat nya dengan ekor mataku yang kulayangkan kearahnya sekejap. Aku pun penasaran dengan pandangannya ke arahku tampak Beda malam ini.


"Kenapa sih mandang nya kayak gitu?" tanyaku.

__ADS_1


"Kamu cantik banget malam ini Tan...," ujarnya.


Ucapannya membuat aku jadi grogi.


"Biasa aja kok. Ayo kita pergi sekarang!" ajakku mengalihkan.


"Tapi bagiku kamu luar biasa Tan," ucap nya lagi.


Aku berpikir Bara hanya mencoba menggodaku. Aku pun mengabaikannya tapi aku suka kok di goda Bara. Apalagi malam ini penampilan Bara aduhai membuat aku tidak berkedip memandanginya.


"Udah jalan aja!" titah ku tidak sabar.


Bara pun segera menghidupkan motornya kami pun pergi. Bara menyuruhku berpegangan yang kuat. dalam hitungan ketiga Bara menggas motornya mengebut. Aku pun kaget sontak tanganku memeluk Bara dengan erat sepertinya dia juga suka kupeluk. Aku tersenyum sendiri merasakan suasana romantis baru pertama kalinya memeluk pria selain Papa.


Hari itu Bara mengajakku ke salah satu taman terkenal di daerahku. Aku merasa senang sekali karena sudah lama aku ingin ke sana. Eh hari ini kesampaian pula berkat jalan sama Bara. Aku kaget saat kami duduk di bangku taman tiba-tiba Bara menyelipkan kembang di telingaku sambil membisikkan sesuatu dengan lembutnya.


"Aku suka kamu Tan...," ucapnya tiba-tiba.


Aku memekik seketika. "Apa?" aku tidak menyangka kalau Bara akan menembak aku secepat ini. Padahal aku sama dia baru aja kenal minggu-minggu ini.


"Bagaimana mau gak jadi pacarku?" tanyanya.


"Bararti hari ini kita resmi pacaran?" ucapnya semangat.


Aku mengangguk lagi. Bara pun merasa senang ia langsung memelukku. Aku pun membalas memeluknya dengan erat.


"Sekarang aku sudah jadi pacarmu aku bahagia banget Tan...," ujar Bara.


"Aku juga bahagia. Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat dengan cewek lain lagi ya...?" pintaku.


"Kenapa memangnya?" tanya Bara menggodaku.


"Kamu kan udah jadi pacarku," sahutku cengengesan.


"Iya aku tau kok itu Tan, kamu pasti cemburu kan akan dekat-dekat dengan mereka."


"Ya iyalah aku cemburu!" ujar ku bicara cetus sambil mencubit tangan Bara.

__ADS_1


"Duh pacar aku garang banget sih!"


"Sakit ya...? uh maaf ya...!" ledekku sambil tertawa.


Aku tidak pernah menyangka kalau Bara akan menembak ku hari ini. Hatiku menjadi tidak karuan.


Tidak terasa sudah dua jam kami berada di taman itu, kami saling mengobrol dan bercanda. Menceritakan masa lalu membuat kami berdua cikikikan tertawa. Bara sangat lucu orang nya ia pun bisa buat ku tertawa. Aku sangat bahagia bisa berduan dengan Bara apalagi saat ini kami sudah resmi pacaran. Setelah menghabiskan waktu di taman. Tidak terasa hari semakin gelap aku pun mengajak nya pulang. Tapi sebelum pulang Bara mengajak ku makan aku pun tidak menolaknya.


Hari sudah semakin gelap Bara pun mengantar ku pulang. Suasana rumah ku sudah sepi saat itu.


Aku turun dari motor Bara. Sesaat kami sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku pamit akan masuk rumah pada Bara tapi tiba-tiba Bara meraih tanganku dan menggenggamnya.


"Intan...," ucapnya menatap mataku.


"Yah," sahutku.


Bara mendekati wajahku. Jantungku jadi tidak menentu sepertinya Bara mau mencium ku.


Ia meraih puncak ku dan mengecup keningku dengan lembut. Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Bara melakukannya. Sehabis mengecup keningku Bara merangkulku dan menenggelamkan tubuhku di pelukannya.


"Eehem... Intan...!" ucap Papa tiba-tiba. Kami pun tersentak buru-buru melepaskan pelukan masing-masing. Menoleh kearah Papa.


"Malam Om," ucap Bara menyapa.


Papa mengangguk membalas sapaan Bara.


"Kalian tau ini sudah malam!" ujar Papa bicara sedikit ketus.


"Maaf Pa," ucapku menunduk.


"Nak Bara sebaiknya kamu pulang karena sekarang sudah malam," ujar Papa mengusir Bara secara halus.


"Baik Om!" sahutnya.


Papa balik masuk kedalam tinggal aku dengan Bara. Sesaat kami saling memandang lalu cikikikan. Aku merasa lega Papa tidak mengomeliku tentang insiden peluk-pelukan tadi. Bara pun berpamitan. Dia bilang besok akan main ke rumahku lagi. Aku pun mengijinkan nya untuk datang. Aku mengantar kepergian Bara sampai tak terlihat lagi.


Tiba-tiba terdengar suara Papa memanggilku. Aku pun buru-buru masuk dengan perasaan was-was.

__ADS_1


Pasti Papa akan mengintrogasi aku tentang hal tadi. Aduh gawat ini ucap ku kuatir.


__ADS_2