Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Hinaan Reyhan padaku.


__ADS_3

Pagi itu di sekolah dengan wajah ceria aku melangkahkan kaki ringan ku melintasi koridor sekolah, ku ayunkan tanganku ke sana, ke mari tidak lupa memasang sebuah senyuman manis ke arah beberapa teman yang berpapasan dengan ku.


Mereka melihatku dengan bingung karena jarang banget aku tersenyum seperti hari ini malah sebaliknya. Mereka berbisik-bisik ketika melintasi ku. Tapi aku jalan saja tidak peduli anggapan mereka apa.


Aku berjalan langsung menuju kelas ku. Ternyata anak-anak di sana sudah banyak yang datang.


Mereka memandangiku dengan keheranan karena biasanya aku selalu usil pada mereka saat ini aku bersikap manis. Aku datang sambil menebar senyum manisku ke semua anak termasuk Mala teman sebangku. Juga ikut heran melihat perubahan sikapku.


"Kenapa sih senyum-senyum sendiri dari tadi? lagi senang banget sepertinya," ujar Mala.


Aku tersenyum cengengesan, sambil melirik Mala.


Tiba-tiba Bara menemui dan mengajakku ke kantin.


"Hay... Bara," ucapku sambil melempar senyuman ke arahnya. Bara pun membalas senyumanku. Ia langsung meraih tanganku dan membawaku pergi. Semua mata memandang kearah kami yang saat itu jalan bergandengan tangan.


Aku sempat melirik kearah Mala melihat reaksi wajahnya sepertinya ia shok melihatku jalan dengan Bara begitu juga anak-anak yang lain juga memperhatikan kami dengan heran seolah tidak percaya apa yang mereka lihat.


Seketika ruang kelasku dipenuhi anak-anak mereka sedang membicarakan kemesraan kami.


Selesai makan aku dan Bara berpisah dia pergi ke kelasnya aku pun pergi ke kelasku. Aku melihat masih banyak anak-anak di kelasku ternyata mereka kepo dengan hubungan kami. Saat aku tiba di kelas, mereka langsung menyerbuku dan mengelilingiku meminta keterangan padaku sebenarnya ada hubungan apa aku dengan Bara.


Aku jadi bingung mau jawab jujur atau menyembunyikan hubungan kami pada mereka.


Aku terdiam sejenak. Mala mendesak ku agar segera menjelaskan tentang hubunganku dengan Bara.


Aku mengambil napas panjang dan menghembuskan lalu ku jawab pertanyaan Mala dengan jujur.

__ADS_1


"Yah aku dan Bara sedang berpacaran," ujarku datar.


"Apa? kalian pacaran?" ucap Mala kaget. "Bagaimana bisa kamu jadian dengan Bara?"


"Bisalah masa nggak? aku kan cantik jadi wajar dong punya pacar tampan seperti Bara," ucap ku membanggakan diriku.


Mala terseyum mengnggguk, "Iya memang kamu cantik sih, tapi aku beneran kaget lho...! cerita dong ke kita gimana ceritanya, kok bisa langsung jadian gitu? pasti ada hal lain kan membuat kalian dekatkan?" tanyanya kepo sambil menyenggol bahuku menggodaku.


Wajahku merona. Aku pun bercerita tentang hari itu. awalnya saat aku kecedot pintu WC minggu kemarin. Aku menceritakan semuanya pada mereka kalau Bara juga menggendongku dan mengobati lukaku. Semua histeris mendengar ceritaku. Aku sengaja membuat mereka berapi-api untuk mendengarkanku. Aku suka liat reaksi mereka yang heboh.


Padahal aku dari kecil emang sudah dekat dengan Bara. Jadi, wajar dong... kalau besar nya kami jadian. Kami kan pasangan yang sudah ditakdirkan Tuhan untuk bersama. Kalau tidak kenapa bisa Bara sedekat itu denganku dalam waktu yang singkat lagi. Bara langsung mengajakku jadian.


Mereka kepo dengan diriku bahkan ada yang memohon padaku agar bercerita lagi tentang Bara.


"Sudah ah, ceritanya. Buat apa juga di umbar-umbar kalian juga tau kan bagaimana sikap Bara ke aku tadi. Ia adalah cowok yang baik lucu dan romantis banget tau gak kalian," pamer ku.


"Pernah dong... malah Bara sering main ke rumahku," jawabku.


"Hebat kamu Tan bisa mendapatkan hati Bara, dia itu idaman semua cewek-cewek di sekolah ini tau gak!" puji Mala padaku. Aku pun tersenyum bangga pada diriku sendiri bisa menaklukan hati Bara.


"Heh, ngapain kalian ngumpul-ngumpul gini? mau bikin rusuh ya!" ucap Reyhan tiba-tiba. "bubar-bubar!" titahnya. Bukan nya nurut perintah Reyhan, malah mereka mengelilingiku sambil memarahi Reyhan karena sudah menggangu. Mereka mengabaikan ucapan Reyhan dan mengusirnya dari kelas.


"Huh, ganggu aja orang lagi enak cerita juga," cetus Mala yang berhasil menyeret tubuh Reyhan keluar.


Reyhan yang masih penasaran kembali lagi ke kelasku ia menerobos kerumunan berdiri di tengah-tengah kami.


"Hey... kalian lagi bicarakan apa sih!" ujar Reyhan bicara lantang membuat kami semua diam.

__ADS_1


Aku mendelik kearahnya, "Minggir!" ucapku tidak suka karna tubuh Reyhan hampir bersentuhan dengan tubuhku.


"Udah lah Tan, gak usah di ladenin ayo cerita lagi," pinta Mala. Anak lain pun tampak menyetujui ucapan Mala.


"Hey... sebenarnya kalian lagi bicarakan apa sih!" ucap Reyhan kesal karna di cuekin.


"Bisa diam gak!" bentak Mala. "kalau kamu nayak mulu kapan Intan akan lanjutin ceritanya dengan Bara?"


"Emangnya Intan sama Bara ngapain?" tanya Reyhan bingung.


Mala mendelik sinis melihat Reyhan masih saja bertanya.


"Mereka berdua pacaran tau! kalau masih gak mau diam juga mending kamu keluar deh atau aku akan menyeret mu lagi!" ancam Mala.


Reyhan menatapku tajam tanpa bersuara. Aku sempat bingung melihat perubahan raut wajah Reyhan yang kelihatan aneh. Dari cara ia memandangku, sepertinya tatapan lain dari yang sebelum-sebelumnya tapi mendadak Reyhan cekikikan membuat ku jadi kesal.


"Kamu pacaran sama Bara? apa aku gak salah dengar?" ucap Reyhan meragu.


"Beneran kok Rey, mereka memang pacaran. Emang kenapa kamu seolah tidak percaya kalau mereka pacaran," ujar Mala tidak suka dengan anggapan Reyhan.


"Aneh aja kok mau-maunya Bara sama dia!" Reyhan terus menertawakan aku. Aku menatapnya tajam kesabaranku hampir habis. Ia terus menghina aku bilang aku dekil dan galak. Aku pun mencoba bersabar karena gak mungkin aku marah-marah di depan teman-temanku.


Emang benar-benar nyebelin banget sih Reyhan dengusku kesal.


"Bara pasti cuma isengin kamu Tan, tampang kamu pas-pasan gak seksi sama sekali bukan kriteria Bara," ucapnya sambil tertawa.


"Kamu benar-benar jahat!" bentak ku. Aku pun berlari keluar kelas. Aku sangat marah sampai-sampai aku tak dapat menahan air mataku. Mala meneriaki aku, teman-teman yang lain juga. Tapi aku tidak menghiraukan mereka aku terus berlari hingga ke halaman sekolah.

__ADS_1


"Reyhan keterlaluan! tega banget menjelek-jelekkan aku di depan teman sekelasku. Kamu jahat Reyhan aku benci kamu!" ujar ku dongkol. Aku menyendiri di belakang sekolah dengan kesal merenungi kata-kata hinaan dari mulut Reyhan.


__ADS_2