Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Sikap aneh Bara


__ADS_3

Penelpon misterius itu sungguh membuat aku penasaran. "Sebenarnya apa mau orang itu dan siapa dia?" pikirku penuh pertanyaan.


"Kenapa ia melarang aku mendekati Bara?" berbagai pertanyaan timbul di benakku membuatku tidak nyaman dan serba salah.


"Suatu saat nanti aku akan melacak nomor si misterius itu dan setelah aku tau aku tidak akan segan memberinya pelajaran enak saja larang-larang aku dekati Bara emang dia siapa? berani mengatur-atur aku. Aku kan pacar nya Bara jadi wajar dong kalau aku dekat dengan Bara!" dengusku seorang diri. Aku sangat ngantuk mataku sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi sekejap aku terlelap dalam mimpiku.


💞💞💞


Suatu pagi di hari Minggu sekitar jam 9 lewat. Lagi-lagi aku di kejutkan gedoran pintu yang kuat mama membangunkan aku. Aku yang masih tidur dengan nyamannya sangat terganggu dengan gedoran pintu itu aku tersentak dan terbangun "Mama kok hobby banget gangguin aku tidur gak tau apa kalau aku masih sangat mengantuk? Hugh, bikin kesal aja!" teriakku.


"Intan... cepetan bangun! kesiangan mulu, anak cewek kok bangunnya siang gak malu sama anak tetangga? Kamu lihat tuh si Reyhan pagi-pagi udah bangun udah bantuin ayah bundanya bersihkan halaman tuh, kamu masih enak-enak tidur..." cibir mamanya.


"Hah mama kok tiba-tiba bicarakan Reyhan sih padaku. Bukannya Reyhan itu memang anak yang rajin selalu bangun pagi selalu rajin bantuin orang tua terus kenapa aku harus bilang wao gitu dan aku harus meniru sikap dia gitu. Mama ada-ada saja selalu Reyhan yang di pujinya!" gerutu Intan gak terima mendengar cibiran dari mamanya.


"Intan...!" panggil mama lagi. Kali ini teriakan Mama lebih kencang dari yang tadi sepertinya Mama sengaja biar tetangga tau kalau aku masih belum bangun. Aku pun terpaksa harus bangun dan menjawab panggilan Mama.


"Ada apa lagi sih Ma?" seruku. Teriakan mama kencang banget aku tak budek aku tau kok ini udah siang trus kenapa? ini kan hari libur Ma,"


"Tapi intan itu ada telpon untuk mu."


"Telpon dari siapa Ma?"


"Dari Bara...!"

__ADS_1


Sontak aku pergi keluar kamar mengangkat telpon dari Bara.


📞"Hay... selamat pagi matahariku...! ujar Bara ngegombal.


Ya ampun meleleh deh aku nya, di bilang Matahari tapi masa sih matahari bangun kesiangan? aku tertawa sendiri.


📞"Selamat pagi juga," sahutku tersipu malu.


📞"Bara... tumben pagi-pagi udah telpon semalam kemana aja?" aku cemberut memandangi ponselku seolah itu Bara.


📞"Semalam? ya tidur lah masa Berenang sih," Bara tertawa sendiri.


📞"Kamu baru bangun tidur ya?" Bara mengalihkan.


📞"Kok tau sih aku baru bangun."


📞"Hah emang aku dedemit apa makan menyan...!" Bara ada-ada saja.


📞"Serius aku nayak semalam kamu kemana aja?" aku masih tidak percaya kalau Bara tidak kemana-mana buktinya aku sempat melihatnya ke mol. Tapi aku gak mau menuding Bara secara langsung.


📞"Gak ada kemana-mana kok Intan...," ujar Bara penuh penekanan.


📞"Katanya mau nelpon kok sampai sekarang baru nelpon?" aku merasa kesal sepertinya Bara sudah mulai pintar berbohong.

__ADS_1


📞"Oh itu, maaf aku ketiduran habis bantu mama Peking barang aku kecapean dan tertidur lupa deh mau telpon kamu," jelasnya.


Lagi-lagi alasannya bantu orang tua nya bantu mamanya lah bantu papanya alasannya sulit di percaya. Dari segi bicaranya Bara menyembunyikan sesuatu dari ku tapi soal apa aku tidak tau. Cepat atau lambat pasti akan terungkap.


📞"Hem... benaran gak kemana-mana?" tanyaku masih ragu untuk percaya.


📞"Yaellah kok gak percaya sih?" sahut Bara bernada kecewa.


📞"Iya deh aku percaya. Oya sekarang kamu lagi dimana?" tanyaku. Bara terdiam sejenak mungkin ia lagi sibuk berpikir akan menjawab apa.


📞"Bara?" aku mencoba memecah kesunyian sesaat. Aku merasa ada hal yang tidak beres hatiku jadi was-was.


📞"Iya... aku aku diluar kota sekarang. Baru aja sampai," ucapnya tiba-tiba setelah terdiam.


📞"Pagi amat sudah sampai?" aku curiga.


📞"Iya tadi perginya subuh soalnya," ujar Bara.


📞"Hari ini kamu ke luar kota lagi kok pergi nya tiap hari sih?" tanyaku heran.


📞"Iya maaf yah, aku gak bisa temani kamu dulu untuk sementara.Tapi minggu depan, aku janji akan mengajakmu ke suatu tempat yang paling indah gimana mau ngak?" tawar Bara.


"Nanti aku kabari lagi ya Bar," ujar ku ingin mengakhiri pembicaraan ku dan Bara.

__ADS_1


Aku bingung mau jawab apa karena masih ragu dengan sikap Bara. Bara pun mengakhiri pembicaraannya. Aku berusaha menenangkan diriku untuk selalu sabar menghadapi sikap Bara yang plin-plan.


Sudah jelas-jelas yang kulihat itu dirinya tapi kenapa Bara tidak mau mengakuinya? aku jadi pusing sendiri memikirkannya.


__ADS_2