Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Tunyul rambut panjang


__ADS_3

Aku mendengar suara orang mengobrol ku cari arah suara itu ternyata itu suara Mala dan Reyhan.


Aku bersembunyi di balik tembok sambil mengintip sedang apa sih mereka? Tampak Reyhan dan Mala sedang bisik-bisik terlihat sangat mesra aku jadi dongkol melihatnya. Ku pungut kerikil di tanah dan kulempar kearah mereka.


"Auw...!" suara Reyhan menjerit kepala nya terkena sasaran.


Aku tertawa geli, "Rasaain emang enak?"


"Kamu kenapa sih Rey?" tanya Mala kaget melihat ekspresi wajah Reyhan berubah.


"Kayaknya ada yang melempari aku deh!" ujar Reyhan sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.


"Siapa? di sini gak ada orang kok Rey...?" ucap Mala sambil melihat-lihat sekeliling.


"Iya juga sih." Reyhan celingukan melihat-lihat disekitar tempat itu tidak ada siapa-siapa.


Mala mengusap tengkuknya sambil memasang wajah takut. "Rey jangan-jangan kamu di ganggu sama penunggu pohon itu, ihh kok aku jadi merinding gini sih!" ucap Mala takut.


"Jangan mengada-ada di sini mana ada penunggunya. Kalau pun ada pasti itu cuma tuyul berambut panjang hihihi," ujar Reyhan sambil tertawa.


"Memang ada ya tuyul punya rambut.


Ada kok Mala kamu mana tau soal itu.


Hah kamu bisanya becanda aja. Kamu jangan takabur, bagaimana kalau dugaan ku benar?" Mala meyakinkan Reyhan.


"Sudah lah kita pergi aja yuk...aku takut," ajak Mala.


"Ngapain harus takut sih Mala, ini kan siang mana mungkin ia berani menunjukan dirinya." jelas Reyhan tidak percaya takhayul.


"Kalau dia tiba-tiba nongol depan kita bagaimana?" ujar fMala melirik Reyhan.


Bruk...! aku membuang ranting pohon dekat mereka sontak Mala memeluk Reyhan karna ketakutan.


Aku pun jadi semakin dongkol ku lempari sekali lagi kepala Reyhan tepat sasaran di jidatnya. Aku pun tertawa enak aja aku di bilang tuyul berambut panjang. Orang cantik begini di katain tuyul," ucap ku semakin dongkol.


"Heh siapa itu!" Reyhan mencari jejakku karena kaget. Aku pun langsung ngacir pergi ke halaman depan sambil tertawa.


Aku ngos-ngosan sampai di halaman depan semua yang melihatku kebingungan. aku bernapas lega tidak ketahuan oleh Reyhan dan Mala.


💞💞💞

__ADS_1


Malam ini adalah malam minggu untungnya Mama mengajakku jalan-jalan keliling kota jadi aku tidak suntuk di rumah. Akhir-akhir ini aku merasa bosan selalu sendirian. Bara tidak datang ke rumah entah apa halangan nya ketika di tanya selalu jawabnya bantuin orang tuanya, aku jadi gak enak. Malam ini aku putuskan untuk tidak menghubungi Bara.


Aku juga masih marahan sama Reyhan kalau di pikir-pikir nyesal juga marahan sama dia tapi dia juga sih yang salah kenapa juga buat masalah dengan ku aku kan jadi emosi. Padahal aku sudah minta maaf dan berusaha untuk berbaik hati, tapi Reyhan nya aja yang keras kepala gak mau damai.


Ya sudah lah, tak ada gunanya juga di pikirin hanya buat pusing aja. Sudah pusing mikirin status mikirin itu lagi haduh... aku gak kuat harus menanggung nya sendiri.


Status punya pacar tapi kondisiku sama hal nya dengan para jomblowati. Gak pernah diajak jalan sekali jalan pergi nya sama Mama nasib... benar-benar nasib. Aku membuang napas melepas tekanan dalam otakku. Mama mengajakku ke mol aku pun sedikit terhibur. Mama menyuruhku memilih beberapa baju di sana.


Tiba-tiba aku melihat bayangan Bara di tengah-tengah keramaian sepertinya dia tidak sendiri tapi sekejap saja sudah menghilang. "Hah kemana perginya Bara?" aku mencari-carinya tapi tidak juga ketemu. Mama menarik tanganku ngajakin aku ke tempat peralatan masak.


"Ayo ke sana Tan!" Mama menyeretku terpaksa deh aku ikut. Bara sudah menghilang aku jadi tidak tenang. Bara sama siapa ya... kok aku jadi curiga gini...?


Saking penasaran nya aku pun menelpon nomor Bara, tapi belum bisa dihubungi nomornya tidak aktiv aku semakin curiga. Jangan-jangan Bara sengaja mematikan ponselnya untuk menghindari aku. "Iiih Bara kok gitu sih!" aku jadi kesal di buat nya. Mama sih pake acara narik-narik segala aku jadi tak bisa melihat Bara dengan jelas dengan siapa ia pergi.


Berulangkali aku menelepon Bara tetap saja nomornya tidak aktiv sampai kami pulang pun belum aktiv juga. Aku jadi pusing sendiri.


Tidak lama kemudian setelah aku meletakkan ponselku tiba-tiba berdering. Sontak aku meliriknya.


Aku melihat panggilan itu dari Bara secepatnya aku mengangkatnya.


📞"Halo Bara...," sapa ku.


📞"Belum...!" aku menjawab datar.


📞"Emang lagi ngapain?" tanyanya penasaran.


📞"Lagi mikirin seseorang," jawabku.


📞"Oh ya? apa aku boleh tau siapa orang nya?"


📞"Hem... siapa lagi kalau bukan kamu!"


📞"Yang benar?" Bara meragukan ucapanku.


📞"Iya benaran, karena barusan aku melihatmu di Mol kamu pergi sama siapa capat katakan!" tiba-tiba aku mencetus.


📞"Aku ke mol? kapan?" Bara seolah-olah bingung dengan ucapan ku.


📞"Iya kamu ke mol tadi pakai baju hitam iya kan?"


📞"Aku gak kemana-mana kok Tan, ini aku lagi di kamarku."

__ADS_1


📞"Masa sih?" aku meragukan ucapan Bara.


📞"Iya benaran kok kamu gak percaya? buat apa aku bohong."


📞"Tapi yang kulihat tadi benaran kamu lho...!"


📞" Bisa saja itu orang lain kamu anggap aku. Paling kamu salah liat. Mungkin saja kamu lagi kangen sama aku hingga orang lain yang kamu lihat dikira aku." Bara mencoba menggodaku agar aku tidak menuduhnya.


📞"Hem... emang kuakui sih aku emang lagi kangen sama kamu. Ini kan malam minggu kok kamu gak datang ke rumah sih. Kamu tega biarin aku sendiri,* lirih ku tiba-tiba curhat.


📞"Maaf deh, aku emang lagi tak bisa keluar, Papa dan Mama membatasi ku keluar rumah. Katanya takut aku terpengaruh pergaulan bebas."


📞"Emang ada benar nya sih, Mama dan Papamu." aku membenarkan ucapan mama papa Bara ia semakin menyakinkan aku kalau yang ku lihat tadi bukan dia.


📞"Yah begitulah aku hanya bisa menurut saja, karna ucapan mereka benar kita sebagai anak harus menurut apa yang di katakan orang tua kita, agar tidak terjadi hal-hal yang negatif." Bara semakin pintar bicara membuat aku tidak berani menghakiminya lagi.


📞"Ucapan mu benar Bar...," aku jadi lupa masalah tadi.


📞"Tan maaf ya Mama manggil aku. Aku tutup dulu ya telepon nya, nanti aku hubungi kamu lagi." ujar Bara tiba-tiba.


📞"Oke?"


📞"Tapi Bar, aku belum selesai bicara," dengusku.


📞"Aku janji nanti aku telpon lagi yah. Dada... muach mm m...." Bara mengecup ku dari jauh.


Aku pun tidak bisa berkutik lagi selain membalas kecupan dari jauh untuk Bara. Panggilan terputus aku menghela napas.


Selang beberapa menit kemudian ponselku berbunyi lagi. Aku pun langsung mengangkatnya.


📞"Bara... aku kira kamu gak jadi nelpon..." ujarku langsung.


📞"Ini bukan Bara...!" terdengar suara serak dari penelpon ternyata benar bukan Bara.


📞"Hah," aku kaget sambil melihat nomor ponsel itu memang bukan nomor Bara.


📞"Ini siapa?" tanyaku.


📞"Kamu tidak perlu tau siapa aku yang jelas aku ingin memberitahu kamu. Jauhi Bara atau kamu akan menyesal!" ujar orang itu.


Panggilan langsung terputus penelpon itu mematikannya langsung. Padahal aku belum selesai bicara. Aku pun jadi penasaran siapa penelpon misterius itu. Dari suaranya mirip suara perempuan tapi siapa, kenapa dia memperingatkan aku? apa jangan-jangan itu pacar Bara... atau....? aku jadi bertanya-tanya. Aku semakin pusing memikirkan hal itu niat mau tidur jadi tertunda lagi. Malam telah larut. Terpaksa harus begadang lagi malam ini, desah ku tampak bingung.

__ADS_1


__ADS_2