Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Mencari jejak Reyhan


__ADS_3

Mama mencari aku di seluruh penjuru ruangan dari mulai kamar dapur dan ruang tamu tapi ia tidak mendapati aku. Mama pun mengomel suaranya terdengar hingga ke teras aku yang masih enggan masuk di rumah berdiam diri saja dari tadi di teras rumah sambil menatap langit malam tanpa bintang langit tampak hitam kelam seperti hatiku saat ini penuh kehampaan terlihat gelap gulita.


Aku mendengar telah terjadi kegaduhan di rumah Mama mengadukan aku ke Ayah kalau aku sedang tidak ada di rumah dia bilang aku telah keluyuran, Ayah pun ikut memarahiku. Mereka tengah sibuk memikirkan aku di sangka kelayapan di luar tak tenturudu.


Ayah marah besar padaku ia juga marah sama Mama. "Anak itu semakin hari semakin bandel aja ini lah akibatnya kamu terlalu memanjakan dia mulai sekarang...," Ayah membuka pintu dan melihat aku duduk termenung di teras rumah. Ia berhenti berucap.


"Intan! ternyata kamu ada di sini? kenapa duduk di luar?" tanya ayah tiba-tiba.


Aku menatap sinis ke arah Papa dan Mama yang kaget melihat keberadaan ku yang ternyata ada di teras rumah aku mendengar semua pembicaraan mereka yang asik memarahiku.


Bisanya main marahin aja, tanpa melihat dengan jelas dulu. gerutuku.


Aku pun menatap mereka satu persatu.


"Kamu benar-benar bandel Intan, di kirain kemana tau-tau nya ada di teras," Mama tersenyum.


"Makaya Pa, lain kali jangan marah dulu. Lihat dulu keadaannya," cetus Mama jadi marah-marah pada Papa. Kedua orang tuaku jadi ribut saling menyalahkan saat mereka ribut-ribut aku pun nyosor masuk kamar, aku makin tambah pusing mendengar perdebatan mereka.


Benturan keras pada pintu membuat Papa dan Mama terdiam. Mereka jadi senyap tidak lagi ribut-ribut dan saling menyalahkan.


Aku masih penasaran dengan kepergian Reyhan tumben banget dia pergi gak ngajak-ngajak aku. Biasanya ia selalu bilang, tapi kali ini tidak. Hal itu membuatku gak nyaman. Sejak kapan aku kepo sama urusan Reyhan ya... Ah masa bodoh pokoknya aku harus tau dimana keberadaan Reyhan saat ini.


Ponsel Reyhan tidak dapat di hubungi. Aku memutuskan untuk menelpon Mala. Mudah-mudahan Mala mau mengangkat ponselnya karna aku dan Mala masih mengalami perang dingin alias tidak teguran. Aku pun mulai menelponnya.

__ADS_1


"Halo Mala... selamat malam," ucapku menyapa.


"Malam," sahutnya datar.


"Tumben malam-malam nelpon, ada apa? aku sudah ngantuk banget nih, cepatan ngomongnya."


Waduh Mala bicaranya segitunya padaku aku jadi tidak enak.


"Sebenarnya aku minta maaf padamu Mala, karna selama ini aku tidak mempercayai kamu dan tentang waktu itu aku ngaku salah."


"Oh iya," jawabnya datar. Datar sekali membuat ku serba salah.


"Sudah bicara ya?" tanyanya padaku.


Aku jadi kesal dia berbicara seperti itu seolah dia bukan siapa-siapa ku lagi, padahal kan awalnya aku sangat akrab dengan Mala. Tapi, karena masalah itu hubungan ku dengan Mala jadi renggang begini.


"Em tergantung mau nayak apaan," ucapnya acuh tak acuh.


"Kamu tau gak Reyhan pergi kemana?"


"Kenapa nanyaknya ke aku sih, emang aku Mak nya?"


"Mama nya juga tidak tau keberadaan Reyhan, makaya aku tanya kamu siapa tau kamu tau. Kamu kan pacarnya,"ucapku.

__ADS_1


"Apa!" seru Mala kaget.


"Siapa bilang Reyhan pacarku?!"


"Loh bukannya selama ini kalian pacaran?"


"Kata siapa sih? Kamu tau dari mana? aku sama Reyhan gak pacaran kok. Aku kan sudah punya pacar mana mungkin aku selingkuh. Emang kayak cowok idaman kamu tu tukang selingkuh," sindir Mala padaku.


Ternyata Mala sudah punya pacar kok aku gak tau sih tentang itu semua. Maafkan aku Mala selama ini aku tidak pernah tau tentang mu aku terlalu sibuk dengan segala urusanku, batinku merasa sedih.


"Aku memang bukan teman yang baik, buat mu. Aku minta maaf padamu Mala... aku juga tidak mempercayai kamu saat kamu ucapkan kalau bara penipu. Ternyata ucapan mu dan Reyhan benar."


"Ya ya ya... berhenti berbicara Intan! sebenarnya kamu ini kenapa apa masalahmu?" tanya Mala.


Aku pun terdiam bingung mau jawab apa.


"Maaf Mala, selama ini aku yakitin kamu dan Reyhan aku menyesal sudah berbuat begitu sama kalian. Sebenarnya aku mau tanya sekali lagi kemana Reyhan," ucapku sambil menarik napas dalam.


Sesaat kami terdiam. Hanya terdengar hembusan napasku saja.


"Sebenarnya aku juga tidak tau kemana Reyhan.


Tan," ujar Mala.

__ADS_1


Aku pun jadi bingung sendiri semua orang tidak tau keberadaan Reyhan apa mungkin Reyhan telah kabur. Kenapa ia tidak bilang atau pamit sama mamanya. Aneh banget itu anak, seharusnya ia pamit mau kemana-mana. Bukan malah main ngilang aja.


Aku pun mengakhiri pembicaraan ku dengan Mala dan mematikan ponselku.


__ADS_2