Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
pria baru


__ADS_3

Di jalan aku terus mencoba menghubungi Mei, tapi tetap tidak ada jawaban.


hingga akhirnya aku sampai di depan kosan Mei,


'drrrttttt, assalamualaikum' ku pencet bel gerbang kos- kosan Mei, klekk pintu pun terbuka


" eh, cari siapa?"


"mau ke Mei teh "


"tadi teh da asa ngeliat keluar sama pacarnya"


"oh, gitu. . ya udah makasih ya teh"


"mau nunggu aja gak?, masuk aja" mempersilahkan aku masuk.


"iya teh boleh, maaf jadi ngerepotin"


"ga kok" sambil berlalu.


Aku duduk di atas tangga depan kamar Mei sambil memainkan gadget, ku tunggu beberapa menit tapi Mei tak kunjung datang.


'apa mungkin mereka sudah baikkan?!, iya mungkin Rendra sudah menenangkan Mei, jadi membawa Mei jalan-jalan'.


Aku pun berpikir untuk pulang saja, Tapi, saat kubuka pintu gerbang Mei datang dengan wajah marah sambil memandang ku tajam.


"Mei, darimana saja? aku khawatir, nunggu kamu dari tadi."


Mei hanya menatap ku.


"Mei, jangan begini dong, cerita sama aku" ku pegang pundak Mei sambil khawatir. 'apa yang terjadi?'.


"heeuh (tertawa sinis), buat apa aku cerita, bukannya kamu sudah tau dan harusnya tau!!" jawab Mei sambil melepaskan pegangan tanganku.


"maksud kamu gimana?!"


"Rendra bilang dia suka sama kamu!!" Teriak Mei padaku sambil masuk ke kamarnya.


"Mei, ini pasti salah paham, aku.. aku gak ada apa-apa sama Rendra, Mei dengerin aku dong," mengikuti Mei ke kamarnya.


Mei menangis, 'ya Tuhan, apa yang sudah aku perbuat, jahatnya aku ya Tuhan'.


Ku peluk Mei, "kamu tenangin diri kamu dulu ya, aku akan coba bilang sama Rendra klo semua ini salah paham, jangan nangis lagi ya" meskipun hatiku pun sakit.


"aku sayang sama Rendra Lis, Aku udah kenal Rendra dari dulu dan berharap Rendra dan aku bisa jadian, tapi baru berapa hari jadian dia malah bilang gitu", masih menangis.


"iya, nanti aku coba selesaikan Masalah kamu ya, kamu istirahat dulu, aku pulang ya, besok Aku ada rapat di kantor"

__ADS_1


"tapi, kamu bener gak ada hubungan dan gak suka sama Rendra kan Lis?"


"aku.. aku gak kok, jangan pikir macam-macam ya, ya udah aku pulang dulu"


"tolong ya Lis, bantu aku"


"iya".


kakiku lemas, dadaku sesak, ku ikuti langkah kakiku menuju ke rumah, akupun tersentak saat ibu warung memanggil ku.


"neng , neng kadieu"


"eh, iya Bu kenapa?!"


"si Eneng, ayeuna mah udah punya pacar ya, meuni kasep ikh pacarnya" tersipu malu.


"pacar?? belum Bu, belum punya!! kata siapa Bu?"


"itu ada yang ngapel ke rumah, tadi juga beli permen kesini sama gula putih, terus ibu tanya 'Acep teh timana? bukan orang sini ya'


terus si kasep teh bilang katanya pacar neng Lisa, ikh meuni kasep neng, bisaan nyarinya " tegasnya.


'pacar?? siapa??'


"ohh, iya Bu hehe, klo gitu saya liat dulu siapa yang datang"


"ahh..hehe iya Bu"


secepat mungkin langkahku menuju rumah, ku lihat sepeda motor sudah parkir depan rumah, 'motor siapa ini? plat B?'


"assalamualaikum..." salahku sambil masuk ke rumah.


"waalaikumsalam" jawab ibuku dan seorang pria.


"neng kadieu geulis, duduk sini, masih inget gak sama Adhy?"


"Lis, apa kabar?" tanya pria itu.


"Adhy mana mah? gak inget" bisikku


"baik..baik " jawabku.


"Adhy masa udah lupa dulu kan temen main kamu waktu SD, Adhy sengaja main kesini dari Jakarta, dia aja masih inget sama kamu, sok atuh ngobrol dulu , ku mamah di tinggal ya" sambil berlalu meninggalkan kami.


"kamu beneran gak inget sama aku Lis?" tanya lagi.


"eh..hehe mungkin karena capek jadi belum bisa inget" garuk-garuk 'duh, ngobrol apalagi nih'

__ADS_1


"Lis, sekarang aku kerja di Bandung, jadi kemungkinan aku akan menetap di sini".


"oh iya, kamu udah dapet tempat tinggal?" masih mengingat siapa pria ini.


"Alhamdulillah udah, gak jauh dari rumah kamu" tersenyum.


Adhy seorang pria dengan tinggi 175cm, kulit putih, badan tegap, persis oppa Korea, tampan tapi bukan tipeku.


"ohhhhhh Adhy yang dulu suka ledekin aku kurus kaya cacing tanah ya" baru teringat.


"akhirnya kamu inget juga"


"hahahaha, ya Allah, sekarang mah berubah ya, dulu mah kamu teh gendut banget" seketika masalah Mei dan Rendra yang ada di benakku menghilang.


kami pun ngobrol mengenang masa kecil, tertawa bersama.


" eh, meuni asik ngobrol nya, udah inget neng sama Adhy?" tanya ibuku.


"udah mah, makanya baru nyambung ini ngobrolnya" jawabku.


"iya atuh sok ini sambil ngopi goreng cau na, cep Adhy kan suka sama goreng cau"


"nuhun mah, jadi ngerepotin" jawab Adhy.


ibuku pun kembali masuk kedalam.


"Lis, kamu udah ada yang punya belum?"


"kenapa nanya gitu?"


"gak, tapi klo ada yang suka juga kayaknya gak mungkin"


"kenapa memangnya?"


"ya atuh kamu mah kan galak orangnya, haha"


"yeeehhh, dasar!!" sambil meniup pisang goreng yang masih panas.


Adhy memperhatikan aku, "kamu makin manis, Lis"


'uhuukk'


tersedak aku mendengar Adhy.


"aku pulang dulu ya, besok masih harus beresin kantor" berdiri lalu berpamitan dengan ibuku.


Adhy pun pulang, aku kembali ke kamarku, melihat hp ada beberapa pesan. tapi aku malas membukanya. aku ingin istirahat sejenak.

__ADS_1


hatiku masih sakit. . .


__ADS_2