
Setelah sarapan, aku berjalan mengitari belakang rumah Nenek. Menyusuri jalanan berbatu menuju bukit rumah Nenek di tempat dimana aku dan Bara selalu bermain. Aku tersenyum memandangi setiap sudut tempat itu di sana ada terdapat sungai yang mengalir arah orang pergi ke laut tampak perahu-perahu kecil para nelayan. Aku melepas sandalku, aku pun berlari ke arah tepi aliran sungai itu air nya jernih dan luas di depan mataku.
Saat aku dan Bara masih kecil aku paling suka bermain air dengannya. Kami berenang menyusuri sungai menangkap ikan-ikan kecil, asyiknya sungguh kenangan yang indah. Aku menghela napas panjang, ingin aku ulangi kenangan manisku di tempat ini bersama Bara namun semuanya sudah berlalu dan tidak bisa terulang kembali. Di saat aku melamun terlena dengan keasyikan ku di masa lampau.
Tiba-tiba tampak seseorang berdiri di kejauhan memperhtikan ku. Aku menajamkan penglihatanku tetap aku tidak bisa melihat dengan jelas tapi aku melihat dia seorang lelaki.
Siapa sih dia? kok tampak mencurigakan gitu? Aku penasaran dengannya aku pun berlari menghampirinya. Tapi, dia buru-buru pergi. Sepertinya ia tau kalau aku melihatnya secepatnya dia menghilang dari pandanganku. Mungkin dia mengenaliku. Aku pulang dan menemui Nenek menceritakan semua itu.
Nenek bilang kepadaku memang akhir-akhir ini bayak anak-anak muda yang mendatangi sungai di belakang rumahnya, mereka itu biasa memancing ikan. Aku pun tenang dan mengalihkan perhatianmu dengan yang lain. Aku pamit ke Nenek ingin ke kamar.
Aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Terlintas di benakku bayangan orang tadi, "Sepertinya ia tidak sedang memancing deh, aku kok tidak melihatnya memegang pancing," ucapku sendiri.
"Siapa dia ya? apa dia sengaja mengintaiku? Ah masa bodoh ah, gak penting juga," ucapku mengabaikannya.
Aku memejamkan mataku ingin beristirahat sejenak melepas lelah habis lari-larian tadi.
Tiba-tiba ponselku pun berbunyi panggilan itu dari Mama. Aku pun segera menyambutnya.
π"Halo Ma?" sapaku.
π"Putri, kamu kok susah di hubungi? dari tadi Mama menelpon lho."
__ADS_1
π"Oh iya, maaf Ma. Putri tidak membawa ponsel di tinggal di kamar tadi."
π"Emang kamu pergi kemana?" tanya Mama.
π"Gak kemana-mana kok Ma, cuma di belakang rumah Nenek saja, biasa jalan-jalan di sungai." ucapku.
πOh hati-hatinya, aliran sungai itu deras airnya. Ntar kamu hanyut lagi terbawa arus."
π"Ga kok Ma, arusnya tenang. Karna saat ini tidak hujan jadi, airnya dangkal."
π"Oh begitu, bagaimana kabar Nenek apa dia baik-baik saja? sampaikan maaf Mama pada Nenek, karena belum sempat datang."
π"Iya Ma, Nenek baik-baik saja."
πReyhan? trus Mama bilang gak? kalau aku ke sini."
π"Ya tentu Mama bilang lah, katanya dia mau menyusul kamu di sana. Sekalian ia pergi ke rumah sepupunya juga. Katanya rumah sepupunya tidak jauh dari rumah Nenek."
π"Apa? yang benar Ma, kok Reyhan gak pernah cerita ke aku kalau keluarganya ada di sini? Terus dia bilang apa lagi Ma?" tanyaku.
π"Gak bilang apa-apa lagi. Kamu kok semangat gitu ada apa nih?" tanya Mama curiga.
__ADS_1
πNggak kenapa-kenapa kok Ma, hihihi ...," aku tampak malu jangan-jangan Mama tau kalau aku sendang kangen Reyhan.
π"Ma, udah dulu ya. Sepertinya Nenek memanggil aku Tuh," ucapku.
π"Ya sudah, kamu jaga diri di sana. Oya jangan lupa pulang, ingat! ini bukan hari libur, kamu cuma diberi waktu 3 hari di situ. Setelah itu kamu harus pulang," pesan Mama.
π"Baik Ma, gak kan lupa pulang kok. Emang aku Bang Toyib apa? Mama ada-ada saja," Aku tertawa.
Aku pun memutuskan panggilanku dan terseyum sendiri. "Reyhan nanyain aku ke Mama? dan dia mau menyusul aku di sini? apa itu benar? aku kok meragukannya sih. Reyhan ..., andai kau tau aku memang mengharapkan kehadiranmu di sini," ucapku tiba-tiba melirih.
"Astaga apa yang aku lakukan? aku kok semangat gini mendengar kabar dari Mama?"
"Intan ... Intan ...!" teriak Nenek dari bawah.
"Ada apa Nek?" tanyaku kaget.
"Apa kamu mau ikut? Nenek mau ke pasar mau belanja buat masak besok."
"Mau Nek," ucapku semangat.
"Ya sudah, siap-siap. Nenek tunggu di depan."
__ADS_1
"Baik Nek," Aku pun berbenah diri dan menyusul Nenek di bawah.