Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Tidak seperti dulu


__ADS_3

Pagi itu aku duduk di depan kelas ku. Keadaan sekolah masih tampak sepi hari ini aku kepagian pergi ke sekolah. Walau pagi tadi sempat di jewer mama tapi aku merasa Heppy dan tetap ceria.


Tidak lama kemudian koridor sudah dipenuhi para siswa-siswi. Kegaduhan pun muncul. Ada suara candaan, teriakan dan jeritan entah apalah yang terjadi pada anak-anak itu begitu heboh nya. Aku berdiam sambil melihat-lihat diantara siswa-siswa itu barangkali ada Bara di sana tapi setelah beberapa lama aku menunggu aku mulai gelisah karna tidak melihat kemunculan Bara.


Bara mana ya? batin ku.


Tiba-tiba aku menoleh ke arah luar ternyata yang ku tunggu-tunggu muncul juga ada Bara yang berjalan ke arahku. Aku pun tersenyum ke arahnya.


Sayang kebahagiaan ku berlalu begitu saja di saat segerombolan cewek mendekati Bara.


"Huh, dasar cewek mur*han! kenapa sih mereka selalu mendekati Bara ku!" ucap ku kesal.


Ingin rasanya aku melabrak cewek-cewek itu namun aku berusaha menahan diriku di depan Bara.


"Hai Bara...," sapaku ramah.

__ADS_1


Hai Intan. Bara membalas sapaan ku sambil tersenyum padaku.


Cewek-cewek yang mengerubungi Bara langsung memasang wajah sinis terganggu dengan kehadiranku.


Tan, aku masuk kelas dulu ya ucap Bara di ikuti para cewek-cewek itu. Aku pun mulai kesal melihat sikap dingin Bara yang tidak seperti kemarin.


Seharian penuh selama di sekolah aku tidak bisa dekat-dekat dengan Bara. Ia lebih suka bersenang-senang dengan para penggemar nya di banding sekedar mengobrol dengan ku. Jelas aku merasa sedih dan kesal. Bara yang bertahun-tahun lamanya aku nanti-nantikan, memang sudah ada di depan mataku tapi tetap saja aku tak bisa bersamanya.


Sungguh malang nya nasibku!" Aku melirih seorang diri sambil melayangkan pandangan ku ke arah Bara yang sedang bersenang-senang dengan para penggemar nya di halaman sekolah.


"Hey... Kamu kenapa, Tan...?" tanya Reyhan heran.


Ia menatapku dan memperhatikan raut wajah ku.


Tapi aku mengabaikan nya pandangan ku tetep lurus ke depan masih memandangi Bara dari kejauhan bersama para cewek-cewek di sana.

__ADS_1


"Hey... di tanya kok diam? malah bengong gitu ada apa sih Tan...?" tanya Reyhan sambil menyenggol pundakku.


Aku melirik nya dengan sinis, "Kamu kenapa sih Rey berisik, gangguin aja tau!" cetusku.


"Lah, di tanya baik-baik malah ngamuk sih?" protesnya.


Aku lagi malas berdebat dengan Reyhan aku diam saja Reyhan pun mengalah.


Ya sudah kalau gak mau cerita aku ke kelas dulu," ucap Reyhan ia berlalu di hadapan ku pergi ke kelas nya. Hari ini aku benar-benar malas mengobrol dengan siapapun Aku hanya ingin menyendiri saja.


Suasana hening kembali hadir aku melamun tanpa gangguan angan ku melayang jauh di saat masa kecilku bersama Bara. Bara pergi tanpa pamit saat itu membuat ku sedih sampai sekarang aku masih merasakan kesedihan itu.


"Bara... apa kamu sudah melupakan kenangan kita di masa lalu? kenapa saat ini kamu tega biarin aku sendiri di sini bukan kah dulu kamu pernah berjanji kalau kamu akan selalu menemaniku.


Kamu bohong Bara... aku membencimu desahku

__ADS_1


Bel tanda masuk mulai berbunyi aku pun beranjak dari tempat duduk ku.


__ADS_2