
Jam istirahat masih lama aku menghabiskan waktu di halaman sekolah sambil melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Bara masih di kelilingi cewek-cewek cantik bahkan ia berani merangkul cewek-cewek terseyum di hadapan kami seperti nya ia sengaja melakukannya karna meminta perhatianku.
"Sungguh menjengkelkan!" dengusku dalam hati.
"Kelakuan Bara bikin muak aja nih! sudah punya pacar tapi masih aja dia begitu pada cewek lain. Dasar gak tau malu! lihat Tan, buka matamu lebar- lebar di depanmu saja ia berani merayu cewek lain gimana di belakang mu?" Reyhan memancing pembicaraan.
Aku terdiam tidak mau menanggapi ucapan Reyhan Karena saat itu aku pun juga lagi marah melihat Bara nempel-nempel sama cewek lain.
Reyhan terus membicarakan kebusukan Bara di depanku membuat hati ku pun jadi panas mendengarnya. Sepertinya Reyhan sengaja manas-manasin aku. Ingin aku tutup telinga dan meneriaki Reyhan dan tanganku pun refleks menonjok Reyhan.
"Loh Tan, kok mukul lagi sih!" dengusnya.
"Abis kamu ngeselin sih," ujarku geram.
"Kok marahnya ke aku sih, marahin aja Bara nya!"
"Bisa diam, nggak!" cetusku.
Reyhan cemberut melihat sikap Bara ia masih ngedumel sendiri menilai kelakuan Bara yang tidak beretika. Aku jadi emosi mendengar ocehannya.
"Heh, Reyhan bisa-bisa nya sih kamu jelekin dia di hadapanku. Dia itu pacarku tau!" cetusku kesal. sambil menonjok Reyhan sekali lagi. Ia balik marah padaku aku pun mengabaikannya dan
meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
Dalam perjalanan ku menuju kelas, di kejauhan aku melihat Bara di samping toilet cewek. "Bara ngapain di situ?" Aku hendak mengintip nya tiba-tiba datang seorang cewek muncul. "Hah Bella? kok Bella bisa ada di situ sama Bara sih!" gerutuku merasa cemburu. "Ada perlu apa dia dengan Bara?" aku jadi kepo.
Bara tampak tersenyum saat melihat kemunculan Bella mereka bercakap-cakap dan cikikikan tertawa entah apa yang di bicarakan nya aku kepo banget tapi gak seharusnya juga sih aku samperin itu terlalu norak bagiku. Mereka berdua saling menatap dan tampak mesra membuatku jadi panas hati. ingin aku labrak si cewek centil itu berani sekali ia memegang pundak Bara Sepertinya ia berusaha menggoda Bara.
Bara juga ikut kecentilan meraih tangan Bella dan membetulkan rambut Bella. Aku jadi kesal tidak sanggup melihat perangai mereka secepatnya aku berlalu. "Dasar Playboy kurang ****! berani banget bermesraan dengan cewek lain di sekolah lagi," gerutuku. Aku pun pergi ke kelas menenangkan diri.
Di dalam kelas aku duduk termangu memikirkan nasibku yang jelek punya pacar tampan tapi Play boy padahal baru kali ini pacaran eh sudah merasakan sakitnya cemburu.
Aku menghela nafas panjang kenapa nasib ku sejelek ini?
Ternyata dimana-mana cowok sama saja. Mereka tidak bisa setia pada satu cewek apalagi Bara cowok populer di sekolah ini. Ternyata puya pacar cakap gak selamanya menyenangkan seperti yang ku rasakan saat ini. Aku harus berkorban perasaan yang namanya cowok cakep pasti banyak penggemarnya.
Sejak malam itu sikap Bara menjengkelkan banget. Pertama ia sudah berani melecehkan aku dan kedua ia sudah berani menggoda cewek-cewek di depan mataku. Sungguh itu menyakitkan hatiku.
Selama itu aku dan Bara masih saling diam. Aku selalu menghabiskan waktuku bersama Reyhan, sedangkan Bara menyibukkan dirinya dengan para penggemarnya.
Selama ini pun Bara tidak lagi pergi ke rumahku. Jujur aku kangen banget sama dia aku merasa kehilangan Bara. Sebenarnya aku ingin meminta kepastian darinya apa aku masih pacarnya atau bukan. Aku yang tidak mau belarut-larut dalam kesedihan masih ingin bersenang-senang walau tanpa Bara.
*
*
*
__ADS_1
Malam Minggu telah tiba aku yang merasa kesepian akhirnya aku mengajak Reyhan nonton bioskop. Reyhan sih oke-oke saja dia kan jomblo ia mengiyakan ajakan ku.
Setelalah pamit pada Mama dan Papa kami pun pergi.
Sesampainya di sana kami langsung mengambil karcis yang antrian lumayan panjang maklum lah malam ini malam minggu tentu ada film yang menarik sedang di putar.
Aku terkejut baru saja aku seperti melihat Bara. Aku melihat di sekeliling tempat antrian paling belakang ternyata benar itu Bara dia tidak sendirian ia bersama Bella.
Buru-buru aku mengajak Reyhan masuk.
"Mereka kok pergi berdua sih apa mereka sudah jadian?" Batinku kesal.
Reyhan memperhatikan gerak-gerik ku berbeda seperti memikirkan sesuatu ia pun bertanya.
"Ada apa sih Tan, kok sepertinya kamu tidak tenang!
Rey aku mendadak sakit perut nih. Sambil aku melirik ke arah Bara dan Bella. Seketika darah ku mendidih melihat gerak-gerik mereka terlihat sangat mesra. Tangan Bara merangkul Bella dan begitu juga dengan Bella.
"Rey... aku mau pulang saja, perutku tiba-tiba melilit nih," ucap ku beralasan.
Seketika aku melayangkan pandanganku pada Mereka lagi untuk yang terakhir kali nya aku melihat mereka semakin tampak mesra. Bara duduk berdua dengan Bella sambil pegangan tangan. Saat itu juga aku menarik tangan Reyhan dan mengajaknya keluar.
Bersambung...
__ADS_1