Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Siapa tamunya?


__ADS_3

Sore itu aku tampak uring-uringan di kamar ibu berkali-kali memanggilku tapi ku abaikan karna aku lagi malas keluar kamar apalagi berbicara dengan orang lain. Hari ini edisi khusus buat ku menyendiri.


Tidak mau di ganggu orang lain siapapun itu.


"Intan... Intan..." lagi-lagi terdengar suara Mama memanggilku. Aku pun jadi terganggu.


Aku masih belum mau merespon panggilan Mama yah paling sekedar iseng ingin tau lagi ngapain aku di dalam biasa mama selalu kepo pada semua hal yang aku lakukan. Apalagi kali ini adalah waktu terlama aku berada di kamar pasti mama kepo banget padaku kalau aku lagi ngapain apa aku udah mandi atau udah kerjakan PR.


Aku mengabaikan panggilan Mama lagi...


Tapi di saat aku mendengar gedoran keras di pintu kamar ku aku baru beranjak dari tempat dudukku.


"Ada apa sih Ma?" ucap ku lemah.


"Kamu gimana sih Tan, di panggil bekali-kali gak nyahut," omel Mama.


"Ini udah nyahut kok Mama...," ucap ku dengan nada sedikit keras.


"Alasan saja kamu! ngapain sih di kamar mulu?" tanya Mama.


"Biasa Mam, di sekolah lagi banyak tugas," jawabku berbohong.


"Yang benar?" mama meragukan.


"Benaran mama...!" ucap ku menyakinkan.


"Oh ya sudah, lanjut aja belajar nya."


Hem... tu kan mama manggil gak ada perlu hanya ingin mengawasiku saja, gerutuku.


"Mama manggil intan tadi mau ngapain sih Ma...?" tanyaku menghentikan langkah Mama.


"Oya, mama sampe lupa itu di depan ada teman kamu tuh."


"Teman ku?" Aku terdiam. siapa ya sore-sore ini bertandang ke rumah ku.


"Siapa Ma?" tanya ku.


"Reyhan, ya?"


Mama menggeleng sambil tersenyum centil.

__ADS_1


Benar-benar mencurigakan! kalau bukan Reyhan siapa lagi?


"Siapa ya?" tanya ku bingung.


"Yang jelas tamu nya cowok," ujar mama sambil tersenyum aku pun jadi penasaran.


"Siapa sih Ma?" tanyaku kepo.


"Liat aja sendiri siapa orangnya. Dia ada di ruang tamu lagi ngobrol sama Ayah," ucap mama.


Aku meragukan ucapan Mama karna biasa nya ayah sudah tutup pintu jam segini dan tidak mau melayani tamu karna sudah hampir Magrib. Aku pun buru-buru ke teras penasaran banget.


"Akhirnya kamu muncul juga ngapain aja sih di dalam? di tungguin tuh, dari tadi sama temannya," ujar Ayah.


"Sini ajak ngobrol temannya. Ayah masuk ke dalam dulu kalian lanjutin ngobrol ya ujar ayah meninggalkan aku dan Bara.


Aku terdiam karena kaget melihat tamu cowok itu ternyata Bara. Gak yangka banget lho kok bisa-bisanya dia seakrab itu dengan Ayah dan ada keperluan apa dia main kerumah ku di jam segini. Aku sibuk dengan pikiranku hingga aku di kejutkan Bara.


"Hey...kok bengong?" tanyanya.


"Iy-iya Maaf kamu kok tiba-tiba ada di sini sih?" tanya ku spontan.


"Hem... emang kenapa? gak boleh ya, main kerumah mu?"


"Ooh soal itu, aku gak sengaja lewat sekitar sini tadi makanya langsung mampir aja sekalian aku lihat ayah mu ada di teras jadi apa salah nya kalau aku mampir sekalian kenalan dengan orang tuamu boleh kan...?" ucap Bara terseyum ke arahku sambil memainkan alisnya.


"Boleh banget Bar, makasih sudah mau mampir," jawab ku sambil menundukkan kepala. Aku merasa malu mendengar ucapan Bara seolah-olah ia memberi harapan padaku untuk aku lebih dekat dengan nya.


Bara memperhatikan wajahku tampak memerah.


Ia pun tersenyum. Aku jadi salah tingkah dan mengalihkan nya dengan pembicaraan. Kebetulan mama sudah menyiapkan minuman dan sepiring cemilan didepan Bara. Aku menyodorkan makanan tersebut dan menawarkan nya pada Bara.


"Di makan kue nya Bar...!" ucapku.


"Oh iy makasih," sahurnya.


Sejenak kami terdiam, entah apa yang ada dipikiran Bara kalau di pikiran ku jelas aku bahagia dengan kehadiran Bara di rumah ku. Aku berharap Bara juga merasakan hal yang sama denganku.


"Akhir-akhir ini aku jarang melihatmu, Tan? kemana aja sih?" Bara memulai percakapan.


Aku menggelengkan kepalaku.

__ADS_1


Kenapa Bara nanyaknya begitu ya? apa ia memperhatikan gerak-gerik ku selama ini? batin ku penuh tanya.


"Apa kamu sengaja menjauhiku ya... ?" tebaknya.


Aku menggelengkan kepala.


"Terus? karena apa dong?" tanya Bara bingung.


"Em... aku gak mau ganggu aktivitas kamu aja," jawabku datar.


"Ganggu? ganggu apa sih? biasa aja kali, kita kan udah lama saling kenal. Aku kangen ingin ngobrol-ngobrol dengan mu seperti dulu," ujar Bara tiba-tiba membuat jantungku berhenti sejenak.


Aku pun terdiam...


"Pasti kamu takut nya kalau dekat-dekat dengan aku takut ketahuan pacarmu... iya kan?" Bara menoleh ke arahku.


Aku geleng kepala, "Nggak kok, aku belum punya pacar!" ucap ku lantang.


Duh aku kecoplosan bicara... Malu nya... aku, menyipitkan mataku karena malu.


"Hah, yang benar? masa sih cewek semanis kamu belum punya pacar?" ujar Bara tidak percaya.


Aku tersenyum malu Bara bilang aku cewek manis.


Aduh semalam aku mimpi apa sih dapat pujian dari Bara batinku aku jadi salah tingkah di hadapan Bara wajah ku memerah seketika.


"Hem... boleh ngak sekali-kali aku ajakin kamu jalan?" tanyanya.


Seketika mulutku ternganga dengan sendirinya. Bara pengen ngajakin aku jalan? Apa dia bermaksud ngajakin aku kencan?


"Gimana Tan? mau ngak... ? tanyanya penuh harap.


"Kapan?" tanyaku.


"Bagaimana kalau besok, apa kamu ada waktu?" tanya Bara memastikan.


Aku mengangguk sambil menggigit bibirku kesukaan diajakin jalan.


"Boleh deh," ucapku malu.


"Bagus. Besok aku jemput kamu ya, kita jalan-jalan ke tempat yang asyik," ujar nya semangat.

__ADS_1


"Okey aku tunggu..." jawabku singkat.


Tidak terasa sudah pukul 10 tapi anehnya Ayah tidak menyuruhku masuk biasanya kalau ada tamu yang lain ayah selalu membatasi jam 9 harus sudah masuk kamar. Kebetulan besok hari libur aku ngobrol sepuasnya dengan Bara hingga larut malam sekitar pukul 11 Bara pun pamit pulang. Mama dan Ayah sudah tertidur pulas tinggal aku sendiri saja yang masih memandangi kepergian Bara dari rumah ku sampai menghilang dari pandanganku baru aku masuk dan menutup pintu.


__ADS_2