Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Musibah membawa berkah


__ADS_3

Aku menurut saja di bawa ke ruang kesehatan oleh Bara. Aku melihat wajah panik nya persis Bara ku di masa lalu Jika aku terluka ia selalu mengobati ku segera berlaga jadi dokter benaran.


Sepintas kenangan itu timbul di benak ku rasanya aku ingin menanyakan langsung pada nya hari itu apa dia Bara ku atau bukan. Tapi aku berusaha menahan diri dari rasa penasaran ku itu. Biarlah ku simpan sendiri untuk saat ini aku pokus pada masalah ini dulu.


Seketika aku kegirangan ternyata musibah ini ada berkah nya juga dimana aku bisa dekat dengan Bara. Aku yakin pasti cewek-cewek di sekolah ini bakal cemburu melihat kedekatan ku dengan Bara. Cowok Favorit yang sedang naik daun di incar oleh semua cewek-cewek. Aku tersenyum sendiri melihat wajah tampan Bara yang memegang erat tangan ku membuat aku semakin penasaran dengan nya.


Bara memandangi wajahku. "Sakit banget ya... maaf yah sekali lagi aku benar-benar tidak sengaja. Duh itu kepala sampe benjol gitu. Harus segera di obati!" ucap nya iba.


Aku meringis sambil kesakitan. Ya ampun sosweat banget sih Bara... sebenarnya kepalaku tidak lah begitu saat ini tapi hati ku yang cenat-cenut aku gak bisa menahan nya Bara... lirih ku.


Ah ini gila sejak kapan aku jadi lembek gini aku menepuk jidat ku.


"Ya ampun kok malah di tepuk sih kepalanya kan benjol itu," ucap Bara tiba-tiba ternyata ia memperhatikan gerak-gerik ku dari tadi.

__ADS_1


"Hi, sakit banget nih...!" lirihku cengengesan menghibur perasaan ku agar tidak ketahuan kalau aku sibuk dengan pikiran ku bukan pada kepalaku yang benjol.


"Duh, kasian banget sih kamu." Bara sangat mengkuatirkan ku sampai-sampai ia menawarkan akan menggendongku agar cepat sampai di ruang kesehatan. Aku pun tidak menolaknya pipiku menjadi memerah seketika saat Bara membopongku dan buru-buru membawa ku.


Duh romantis nya kami bagaikan sepasang pengantin yang hendak masuk di kamar pengantin saja. batin ku.


Jujur aku bahagia banget. Ini merupakan hari yang sangat bahagia dalam hidupku. Aku ingin berada dekat dengan Bara terus.


"Perih ya?" tanya nya sambil meringis.


Aku mengangguk sambil menggigit bibirku untuk menahan rasa nyeri di bagian kepala ku yang benjol itu memang sedikit sakit.


"Tahan bentar ya sakit nya gak lama kok," ucapnya menghiburku.

__ADS_1


Aku kembali menganggukkan kepalaku.


"Bagaimana sakit nya sudah mendingan?" tanya nya sambil menatapku.


"Iya lumayan!" jawabku Bara pun merasa lega.


"Makasih ya!" ucapku malu.


"Jangan berterima kasih ini semua salahku," sahutnya.


Aku pun tersenyum semanis mungkin pada nya. Sehabis mengobatiku Bara pun pamit untuk kembali ke kelasnya dan membiarkan aku istirahat sebentar di ruangan itu. Aku mengantar kepergian Bara dengan tatapan mataku sampai ia menghilang di balik pintu.


Tinggal aku sendirian di ruangan itu sibuk dengan pikiran ku masih mengingat kejadian tadi. Aku tidak menyangka seorang Bara menggendong ku. Aku jadi ingat di masa lalu ku bersama Bara ku saat itu aku terjatuh dan ia segera membopongku juga. "Kenapa cara nya sama dengan Baraku? mungkinkah dia Baraku?"

__ADS_1


__ADS_2