
part 3
"nanti, Rendra jadi kesini gak ya?"tanya Mei
"gak tau juga sih, coba aja kamu telp"( jantungku berdetak kencang sekali, entah aku harus bagaimana jika Rendra datang).
"gak di angkat Lis, kalau hjadi kesini kita masak yuk, kebetulan mama kirimin aku kompor, padahal aku juga bingung kenapa mama ngirimin ini" sembari menunjukkan kompor
"ya biar anaknya belajar masak lah" kataku
"akh, kalau mau makan tinggal beli buat apa repot-repot masak" kata Mei yang masih rebahan di kasur.
"oke, mau dia datang atau gak, kita masak aja ya. Hmmm... Kita bikin ayam woku gimana?( masakan khas manado yang super pedes). Karena kita berdua doyan makan yang pedes, ibarat kalau makan tanpa sambal itu akh... hancur dunia sudah.
"waahh,,,asiik!! Emang deh punya shabat kaya kamu itu bahagiaa" bangun dan langsung meluk.
"udah, sana mandi.. Masa gebetan mau datang masih bau dahdir ( jigong) hahahaha" Lempar anduk.
"yeee.. Belum tentu juga dateng, mandi akh,,,lalallaal" joget gak jelas.
Seperginya Mei ke kamar mandi, kembali kunyalakan Hpku, 'tling-tling', kulihat pesan dari Rendra
'Mei, aku jadi kesana ya, sekalian aku ingin tahu jawaban kamu, lagipula aku juga rindu'. Ehh.. Ini orang kenapa sih, duh,,, jadi rumit gini, gimana jawabnyaaa.... Ya tuhan, bingung deh ( hatiku meracau ), akh,, sudahlah, gimana nanti saja,,, aku jujur aja deh kalau aku Lisa, daripada nantinya makin kacau'...
Akhirnya akupun masak ayam woku, sedang Mei asik merias wajahnya, memakai cream racikan dokter, bedak, blush on, lip matte, akh perfect cantiknya. Kalau aku daripada buat beli kosmetik lebih baik kutabung untuk membantu sekolah adikku, yaaa..meskipun ingin, hehe.... Habis kalau aku habis mandi cukup pakai beda bayi saja dan lip balm itupun dipakai kalau mau pergi.
"Meiiii ini ada yang nyari nih..cowok ganteng...." teriak teman kosnya.
"iya sebentar...." jawab Mei.
"duh, Rendra jadi dateng Lis, itu ayam udah mateng kan... Nasi juga udah?"
"udah beres neng geulis... " sambil memberekan peralatan masak.
"aku jemput Rendra dulu ya" kata Mei.
"iya"
Mei pun turun kebawah menjemput Rendra, sedangkan aku membereskan dan menata kamar.
__ADS_1
"hi, Mei" sambil menepuk pundakku yang sedang melipat selimut.
"ehhh.. Hi, sebentar ya"
Rendra pun duduk di dekat tv, Mei keluar membeli minuman. Aku,, aku,, gugup, hingga semuanya hening.
"aku.." kataku dan juga Rendra.
"ya kamu duluan aja" kata Rendra.
"aku,, hmm, maaf Ren, kayaknya aku gak bisa deh, kalau untuk berteman aku bisa, maaf" menundukkan kepala
"ohh, iya aku ngerti kok, mungkin kamu juga belum siap karena kita baru kenal"
"i..iiya itu masalahnya, mkasudku begitu" langsung menatap
"tapi, aku ingin kita terus berhubungan supaya kita bisa kenal lebih dekat, gimana?" tanya Rendra.
'aduuuhhhh,,, ini cowok gimana ya'
dalam hatiku.
"Mei,, aku boleh pegang tangan kamu?"
"eehhh,, mau apa?"
"gak, aku cuma pengen pegang tangan kamu aja boleh kan"
aku langsung memberikan tanganku. " iiini.."
" makasih ya Mei, kamu tau gak? Tangan ini yang gak begitu lembut, tangan ini yang pekerja keras adalah tangan calon ibu untuk anak-anakku" sambil usap-usap tanganku..
Cmewewwwww!!! Aku digombalin lagi?? Ohhh..Noooo...polisi.. Polisi... Gak sanggup juga benteng pertahanan ini kalau dia ngerayu gitu tiap ketemu... Aku tarik tanganku..
"ah dasar,, gombal mulu, eh,, udah makan belum? Itu lisa bikinin ayam woku cobain deh" kataku.
"hehe,,, belum, emang tampang kaya Lisa bisa masak? Aku kira dia cuma bisa dandan,," jawab Rendra
"bisa, dia jago masak, cantik, berpendidikan, kenapa kamu gak deketin dia aja,,, banyak loh cowok yang antri"
__ADS_1
"kalau kamu banyak yang antri gak?" kata Rendra
"yaaa... Gak ada sih, lagi pula wajar kok kalau cowok lebih milih Lisa daripada aku"
"nahhh, berarti kamu gak ada yang antri kan, makanya aku pilih yang kosong aja, kalau Lisa kan bisa milih, hehehe" goda Rendra padaku yang sedang mengambilkan nasi.
"apa sihhhhh kok kayaknya ngmonginnya seruu" kata Mei yang bawa sekantong besar berisi minuman semua.
"ahh gapapa kok Lis, ini kata Mei kamu masak ayam ini"
"iyaaa aku yang masak loh" kata Mei
"nih nasinya, ambil sendiri lauknya ya" kataku, lalu aku menarik Mei yang asik bersandar pada Rendra.
"siniii, kamu lama banget sih, aku kan jadi gak tau harus ngomong apa" kataku.
"iya maaf beb, tadi aku ambil uang dulu, biasa baru dapat kiriman,, ehh di atm ngantrii" saut Mei sambil cium pipiku, Rendra
yang sedang makan melirik melihat tingkah Mei
"duh asik deh di cium gitu, hehe..."
"aihh ,,,Rendra genit juga toh" kata Mei
kami pun makan bertiga dan menikmati masakan yang aku masak hingga habis. Lalu aku membereskan piring dan segera pergi untuk mencucinya.
Sedangkan Mei dan Rendra berbincang, aku sengaja agar Rendra terpikat sama Mei.
"aku bantuin ya"
aku menoleh dan itu Rendra yang langsung membersihkan piring yang sudah aku cuci dengan sabun kedalam air,,
"ehh.. Gak usah Ren.. "
"udah gapapa kok"
"Mei kemana? Kok kamu malah kesini sih!"
Rendra diam dan hanya menatapku.
__ADS_1