
Semenjak prihal kemarin nama itu selalu terlintas di pikiranku. Malam itu di kamar ku aku duduk bertopang dagu sibuk memikirkan hal itu. Nama itu terus mengisi otak ku. Bara Prasetiyo. Aku berusaha mengingat nama kepanjangan Bara ku tapi aku tidak bisa ingat siapa nama panjang nya aku cuma tau nama ayah nya bernama Wijaya.
Kalau dia memang Bara ku seharusnya nama nya Bara Wijaya tapi kenapa Bara Prasetyo pikir ku. Langkah selanjutnya aku akan menyelidiki nama Ayah nya dan dari mana kota asalnya setelah itu aku ketahui baru lah aku bisa menyimpulkan siapa dia sebenarnya.
Aku berusaha memejamkan mata ku karna malam pun telah larut besok pagi aku harus bangun pagi aku pun terlelap.
🍂🍂
Seminggu kemudian.
Aku sudah mengetahui semua nya tentang Bara. Ternyata dia pindahan dari Kalimantan tapi tidak tau Kalimantan apa. Tidak banyak yang ku dapat info tentang nya Ayah nya sebagai sutradara film daerah dan ibu nya seorang guru. Sekarang mereka menetap di Jakarta dan bersekolah di sekolah ku sebagai murid baru karna mereka baru saja pindah dari desa. Ayah nya sudah lama kerja di Jakarta dan baru kali ini mengajak keluarga ya tinggal di sini.
Saat kecil Bara ku bercita-cita jadi dokter ia selalu mengobati ku saat aku terjatuh. Ia juga tidak terlalu tampan seperti saat ini badan nya gemuk dan hitam aku semakin ragu karna Bara yang ku kenal dulu orang nya kalem tidak seperti Bara Prasetyo ini. Yang sok ganteng dan seperti nya ia suka caper alias cari perhatian para cewek-cewek dan suka Tp-tp gitu... alias Tebar Pesona. Sangat berbeda jauh dengan pangeran ku yang kalem dan baik hati.
Aku ingin melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi dan kuharap Bara yang ini bukan Bara ku. Aku ingin mencari informasi senjanya tentang Bara karena terlanjur penasaran gak mau tanggung-tangung sampai semua nya terungkap ia Bara ku atau bukan baru aku akan puas.
Setiap hari aku melakukan penyelidikan tentang Bara awal nya aku suka sekali nongkrong di kantin tapi akhir-akhir ini berubah jadi suka nongkrong ke kelas Reyhan.
Reyhan pun curiga ia memaksaku untuk mengatakan apa motif dari kebiasaan baru ku itu. Aku berusaha menjawab karena suka aja kelas nya adem dan nyaman. Jelas aja Reyhan tidak percaya karna aku kan hobby banget makan di kantin. Reyhan curiga aku berbohong seingat dia terakhir ketemu Bara hal itu ku lakukan. Reyhan menuduh ku cari-cari kesempatan buat dekati Bara. Aku pun tidak bisa menyangkal lagi. Sontak Reyhan shok berat.
"Jadi kamu benaran suka sama Bara!" ucap Reyhan tiba-tiba ngegas.
__ADS_1
aku jadi kaget mendengar ucapan Reyhan.
"Sebenarnya... sih belum, tapi... aku merasa kalau dia... adalah...,"
"Pangeran mu?" Bbhahahha Reyhan menimpali sambil tertawa lepas mendengar ucapan Intan.
"Yah pangeran ku yang selama ini ku cari-cari, aku benar-benar tidak menyangka dari nama saja ada kesamaan dari mereka." aku mencoba bersabar melihat Reyhan terpingkal-pingkal tertawa meledekku karena ia tidak paham dengan pembicaraan ku maksud pangeran itu teman masa kecilku. Tapi bagi Reyhan pangeran sungguhan.
"Gak yangka Tan cewek segarang kamu menghayal jadi seorang putri yang memimpikan seorang pangeran tampan seperti Bara," ucap Reyhan sambil tertawa.
"Hus... jangan tertawa kamu. Kamu itu salah paham dengan pembicaraan ku maksud aku tu Bara tu mirip..."
"Tau gak Tan saingan kamu itu banyak... banget. Lihat aja tampang Bara sekren itu, ia incaran para cewek-cewek cantik Tan. Contoh nya si Desi cewek populer di sekolah ini juga naksir sama si Bara, belum lagi si Mala, Dara dan Lesti anak seimut dan secantik mereka juga ngincar Bara tau... Kamu mau saingan sama mereka? aku gak yakin akan menang," ujar Reyhan nyerocos bagai bemo.
"Huh, ini si penghinaan nama nya.
Kamu merendah kan aku ya...!" cetus ku melototi Reyhan.
"Bukan begitu Tan, sebagai teman yang baik aku mau ngasih kamu masukan aja, agar kamu tidak kecewa di kemudian hari. Buat ngedekatin Bara tu susah banget apalagi mau jadian sama dia. Saingan mu berat-berat Tan. Aku saranin kamu lebih baik mundur aja deh, dari pada nantinya kamu kecewa gak bisa dapatin Bara terus kamu sampai frustasi gantung diri gimana? kan repot...!" Reyhan terus mematahkan semangat Intan yang berusaha mendekati Bara untuk menyelidiki siapa dia sebenarnya.
Aku nyinyir dalam hati Payah nih Reyhan. Ngaku nya teman kok malah jatuhin mental teman sendiri, sih!
__ADS_1
"Aku gak segila itu kali Rey, masa cuma gara-gara mau dapetin cowok sampai mau gantung diri segala. Ada-ada saja kamu buat aku emosi aja tau!" Aku bersuara ngegas. "Aku juga gak kalah imut nya kok dari mereka yang kau sebut nama nya itu!" sahutku penuh percaya diri.
"Kalau misal aku jadi Bara aku akan memilih salah satu dari mereka. Karena mereka berempat itu tuh oke banget bagi ku. Selain cantik, kaya, Body asyik, putih, mulus dan punya senyum manis lagi. Beda jauh dari kamu Tan... Tampang mu biasa aja, kurus dan warna kulit mu gelap, garang lagi... siapa sih yang akan suka?" Reyhan terus nyerocos tanpa melihat raut wajah ku yang sudah memerah menahan emosi dari tadi tanpa Ba-Bi-Bu lagi aku pun menghadiahkan Reyhan tinjuan super.
Plak... bub...
Aku terus menyerang Reyhan dengan tinjuku di sekujur tubuhnya. Ia berusaha lari menghindari ku. Aku pun mengejarnya sampai daerah toilet cowok. Aku pun kehilangan jejak Reyhan. Aku berjalan mengendap-endap siapa tau Reyhan sembunyi di toilet aku pun masuk area sambil melihat di sekeliling sudut dan menuju sebuah toilet dan Bruk...! aku kecedot pintu yang baru di buka seseorang.
"Maaf gak sengaja...!" ucap ku tanpa melihat wajah orang itu. Aku ingin beranjak karena malu ketahuan masuk ke toilet cowok.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya nya dari kejauhan.
Aku pun menoleh dan menatap nya ternyata dia Bara
Duh malu nya aku bisa kebayang gak sih kalian kalau jadi aku?
"Ini semua gara-gara Reyhan awas saja dia, kalau ketemu akan ku hajar habis-habisan!" cetus ku merasa dongkol.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya nya lagi. "maaf aku tadi tidak tau ada orang," ujar Bara.
Ia melihat kepala ku tampak memerah sedikit benjol ia mendekatiku dan melihat kondisiku. "Sini biar ku bantu." Bara mengajak ku ke ruang kesehatan.l untuk segera mengobati kepalaku yang sedikit benjol.
__ADS_1