Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Reyhan Melabrak Bara


__ADS_3

Aku sudah tiba disekolah tampak masih sepi karna saat itu masih sangat sepi aku langsung pergi ke kelas ku di sana juga masih tampak sepi aku duduk di bangkuku sambil merenungi nasib cintaku sama Bara yang sudah terancam akan segera berakhir jujur aku kecewa pada Bara saat semalam ia membiarkan aku sendiri makan di kafe tapi aku masih sangat mencintainya sepertinya aku belum siap untuk kehilangan Bara.


Aku merenung hingga larut dalam kesedihan tidak terasa air mataku lolos di pipi apalagi setelah terlintas di benakku kata-kata Papa yang membuat aku semakin kesal aku sudah mengecewakan hati Papa dan aku tidak habis pikir kenapa Om Chandra datang di saat yang tidak tepat saat aku mengalami kesedihan yang mendalam pada Bara.


Tiba-tiba terdengar suara memanggil namaku sontak aku menoleh aku melihat sosok Bara sudah di depan mataku. Aku tidak bisa lagi menghindarinya aku pun menegurnya dengan pandangan sinis.


"Untuk apalagi kamu menemui aku? Bukan kah kamu sudah tidak perlu aku lagi?" ujarku masih dongkol padanya.


"Intan, kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu aku masih butuh kamu untuk menemani hari-hari ku Intan...," ujarnya menggombal.


Aku ingin muntah mendengar gombalan Bara namun entah kenapa aku merasa terharu mendengar ucapan Bara yang penuh dengan kata-kata manis itu.


"Kenapa kamu tiba-tiba bicara begitu Tan, apa kamu marah padaku tentang semalam? aku di sini datang untuk mengajakmu ke kantin," ujarnya.


Pakai nayak lagi dia seperti tanpa dosa. batinku mencibir.


"Maaf aku sudah makan Bar, bukan tidak mau lain kali saja ya...," ucapku sungkan.


Bara pun pergi di hadapanku tanpa ucapan lagi.


Aku tidak peduli dengan sikap nya padaku karna aku masih kesal dengan kejadian semalam.


Disaat akan masih merenung Mala pun datang bersama Reyhan ke kelas ku aku merasa terusik dan tidak tenang, aku belum bisa memaafkan mereka yang telah semaunya terhadap ku. Aku tidak habis pikir kenapa Mala ikut berkerja sama dengan Reyhan hendak memisahkan aku dan Bara tentu saja aku tidak terima.

__ADS_1


Mala memperhtikan aku dan menyenggol pundakku. "Intan aku minta maaf padamu, Kami tidak bermaksud ngajakin kamu ribut, kami cuma ingin melihat mu bahagia. Jika kamu terus berhubungan dengan Bara kamu akan terluka Tan, dan aku tidak mau hal itu terjadi padamu. Terserah kamu mau anggap aku apa suatu saat pasti kamu tau sifat Bara yang sebenarnya dia itu seorang penipu Intan kamu harus menjauhinya." ujar Mala terus nyerocos.


"Cukup Mala berhenti mengusik hubungan ku dengan Bara. Aku tau kamu juga suka kan sama Bara?" ucapku ngegas menodong Mala.


"Intan, kamu kok bicara seperti itu? sejak kapan aku suka sama Bara? kamu jangan ngaco. Aku tidak pernah ada rasa sama dia karena aku tau dia laki-laki seperti apa? mana mungkin aku suka padanya." sargah Mala. "Tampang nya memang boleh-boleh tapi kelakuannya minus kamu tau itu! aku tidak pernah mau atau pun suka sama orang yang berkelakuan seperti itu gak ada gunanya." ujarnya lagi terus menjelekan-jelekan Bara.


Mala meninggalkan aku ia langsung pergi sama Reyhan lagi. Mungkin mereka pergi ke kantin.


Aku jadi serba salah mendengar ucapan Mala hatiku jadi bimbang apa benar yang dikatakan Mala tentang Bara atau sebaliknya. Aku benar-benar bingung harus mempercayai siapa.


Sesampainya di kantin Mala menoleh ke bangku pojok ia melihat Bara sedang berduaan dengan Bella. Mala tidak percaya apa yang dilihatnya ia mencolek pundak Reyhan. Reyhan juga kaget melihat Bara dan Bella tampak mesra.


"Dasar cowok bren*sek?" ujar Reyhan memanas ia langsung beranjak mau melabrak Bara.


Aku harus kasi pelajaran sama si bren*sek itu Mal, kamu tunggu di sini sebaiknya kamu bawa Intan kesini biar dia tau kelakuan be*at dari pria yang di sanjung-sanjung selama ini."


"Tidak Rey, jangan lakukan itu! aku gak mau bikin rusuh di sekolah, tau sendiri kan kalau ketahuan berantem Pak Chandra akan menghukum kita," jelas Mala kuatir.


"Bukan bikin rusuh Mala, tapi memberi pelajaran cowok bren*sek itu!"


Reyhan tidak mau mendengarkan kata-kata Mala lagi ia pergi mendekati Bara yang asyik berduaan itu.


"Hey... cowok tak tau diri!" bentak Reyhan tiba-tiba

__ADS_1


"Enak ya kamu berduaan dengan cewek lain sementara Intan kau abaikan."


Bara berdiri kaget melihat Reyhan tiba-tiba mendatanginya.


"Apa maksudmu?"


"Alaah pake nanyak lagi, kamu lupa atau pura-pura bego sih! sudah tau sudah punya pacar masih saja gan*en sama cewek lain, Intan mau kau kemanakan?" ujar Reyhan penuh amarah.


"Bukan urusanmu ya...kenapa kamu selalu turut campur dalam urusanku! urus saja dirimu sendiri jangan turut campur!" sargah Bara ikut memanas.


"Jika berhubungan dengan Intan itu akan jadi urusanku juga, aku tidak akan membiarkan sahabat ku di permainkan oleh mu cowok br*ngsek playboy cap Kampak!" dengus Reyhan.


Mereka pun perang mulut dan akhirnya beradu jotos.


Intan mendapati mereka sedang bergelut satu sama lain sedangkan Bella sudah pergi. Mala menghentikan aksi mereka, aku tidak menyangka kalau Reyhan bisa adu jotos gara-gara membela diriku aku pun merasa bersalah selama ini telah berburuk sangka pada Reyhan.


Setelah aku berteriak meminta mereka untuk berhenti baru lah mereka menghentikan aksinya.


Bara meraih tanganku menghasut aku untuk tidak mempercayai Reyhan, tapi aku telanjur sakit hati pada Bara aku mendorong tubuh Bara dan tidak memperdulikannya.


Aku mendekati Reyhan dan minta maaf padanya karena selama ini sudah banyak salah pada Reyhan. Reyhan pun memaafkan aku kami berdamai kembali. Mala ikut menjelaskan kalau mereka berdua tidak ada maksud jahat padaku hanya untuk menyelamatkan aku dari cowok playboy seperti Bara. Kami bertiga telah berdamai Reyhan melarangku untuk tidak dekat-dekat lagi dengan Bara. Jujur aku masih bingung aku tidak tau apa aku harus mengakhiri hubungan ku dengan Bara rasanya tidak sanggup untuk memutuskan Bara.


Cuma Tuhan dan aku yang tau bagaimana rasanya hatiku saat ini gara-gara berhubungan dengan Bara juga aku tidak pokus belajar akhirnya mendapat nilai jelek Papa memarahi aku, Tapi entah kenapa aku masih berharap pada Bara aku ingin ia berubah menjadi lebih baik. Mungkin hatiku telah dibutakan oleh masa lalu yang membuat aku tidak bisa melupakan kenangan ku bersama Bara. hingga kini aku masih mencintai Bara.

__ADS_1


Terlintas di pikiranku saat-saat lalu Bara dengan polosnya memakaikan cincin rumput padaku saat masa kecilku di kampung ayahku. Bara yang selalu ku rindukan dan selalu ku cintai bagaimana bisa aku melupakan kenangan manis itu rasanya aku tidak akan sanggup dan tak akan pernah bisa. Sekarang Bara tidak lagi seperti dulu ia tidak pernah menyangka sikap nya sudah berubah.


__ADS_2