
Pagi ini ke sekolah aku selalu di suguhkan pemandangan yang membuat ku dongkol. Reyhan dan Mala tengah berduaan di kelas. Reyhan mendadak rajin pergi ke kelas kami. Aku merasa enggan untuk masuk ke kelas tapi mau gimana lagi sudah terlanjur masuk juga.
Reyhan dan Mala melirikku begitu mengetahui kedatanganku. Kemudian mereka lanjut mengobrol lagi tidak mau tau dengan diriku jangankan menegur melihat aja tidak mau. Aku jadi geram sendiri melihat perangai mereka berdua yang mendadak sok akrab itu.
Aku gak betah berlama-lama di kelas secepatnya aku pergi meninggalkan mereka berdua. Lebih baik aku ke kantin saja dari pada harus melihat mereka berduaan, merusak mood ku saja.
Aku dan Dina sedang cuek-cuekan bahkan saat pelajaran di mulai aku tidak teguran dengan nya biasanya ia selalu heboh bertanya ini itu padaku tapi kali ini dia diam seribu bahasa melirik saja tidak. Aku pun membalasnya cuek tidak mau tau apa yang dia lakukan dan pikirkan tentang aku intinya aku belajar setelah selesai belajar lalu pulang secepatnya meninggalkan kelas.
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi aku pun melangkah keluar dengan semangat. Namun aku tidak langsung keluar aku pergi ke toilet untuk melewatkan semua siswa yang berbondong-bondong keluar mau pulang. Aku melihat Reyhan dan Mala asyik jalan berdua. Hugh mereka lagi dengusku. Aku hanya memandangi keduanya saling mengobrol mereka menuju belakang sekolah. Aku bergegas ingin mengejar mereka untuk mengintip mereka mau ngapain aja.
Di belakang sekolah samar-samar aku dengar percakapan mereka tadi nya aku ingin menemui mereka tapi aku mendengar mereka sedang menyebut nama Bara. Aku mengurungkan niat ku dan mencari tau apa yang mereka bicarakan aku pun diam-diam menguping pembicaraan mereka.
"Aku punya informasi baru tentang Bara Mal, kali ini aku yakin pasti berhasil. Hubungan mereka pasti akan bubar percaya deh," ujar Reyhan pada Mala.
Aku kaget setengah mati mendengar ucapan Reyhan. "Kenapa Reyhan begitu jahat ingin menghancurkan hubungan ku dengan Bara apa salah kami pada nya sehingga dia tega punya niat jahat pada ku dan Bara..." lirihku seolah tidak percaya.
Mereka berbicara tentang hubunganku dengan Bara sepertinya mereka sepakat akan membuat aku dan Bara putus mereka sedang merencanakan sesuatu. Aku tidak habis pikir kenapa Reyhan yang ku anggap sahabat dan Mala juga teman sebangku ku juga ikutan ingin merusak hubungan kami.
Aku mendengar semua ucapan mereka Reyhan dan Mala bilang aku cewek bego karna mau aja percaya pada Bara sebab Bara adalah seorang penipu yang licik menurut mereka.
"Dasar kurang kerjaan bisa-bisanya mereka bergosip menjelek-jelekin Bara dan sejak kapan Reyhan jadi tukang gosip seperti itu?" Aku semakin bingung dengan sikap Reyhan yang berubah drastis awalnya tak pernah begitu jadi tukang gosip dan pembuat rusuh sudah menghasut Mala jadi ikut membenciku.
__ADS_1
"Sebenarnya Intan itu tidak bego Rey... cuma dia itu masih lugu dan mudah di bohongi sepertinya dia sudah termakan rayuan gombal Bara. Cinta palsu Bara telah membutakan hatinya padahal Bara ya gak tulus sama dia kasian banget Intan jadi korban PHP nya Bara," ujar Mala merasa iba.
Aku semakin dongkol mendengar percakapan mereka aku lanjut menguping lagi
"Kali ini rencana kita harus berhasil Mal, jangan sampai Intan mengetahui kalau kamu pernah menelponnya, kamu harus bisa meyakinkan intan kalau Bara adalah seorang penipu." ucap Reyhan.
"Kamu tenang saja Rey, Intan gak bakal tau kok karna aku menyamarkan suaraku saat menelponnya," ujar Mala.
Oya, kamu hebat Mala dengan begitu Intan akan kesulitan mencari tau siapa sebenarnya kamu." Reyhan merasa lega dan tertawa saat Mala memperagakan suara Mala mirif suara laki-laki.
"Malam ini kamu telpon Intan lagi ya, pastikan dia percaya dan penasaran dengan informasi yang akan akan kau sampaikan nanti," pinta Reyhan.
"Jadi Mala yang menelpon ku semalam. Kurang ajar kamu Mala! beraninya mengerjai aku. Aku tidak akan memaafkan kamu," dengusku merasa geram.
"Kenapa? kaget?" aku melirik kearah mereka satu sama lain.
"Intan kok ada disini?" tanya Mala bingung dan shok.
"Iya, kenapa tidak boleh?"
Mala dan Reyhan saling memandangi satu sama lain.
__ADS_1
"Kalian sudah ketangkap basah sedang bicarakan aku kan? sekarang katakan niat jahat apalagi yang kalian rencanakan pada kami?" cetusku merasa geram. "aku tidak pernah menyangka kalau kamu adalah musuh dalam selimut Mala... sungguh tega kamu hendak membuat hubungan ku dan Bara berantakan. Aku tau kok dari awal kamu memang cemburukan? saat melihat aku pacaran dengan Bara. Awalnya aku tak menduga hal itu namun aku melihat sikap licik mu selama ini ternyata tak lebih dari seorang penghianat!" cetus ku memarahi Mala aku pun beranjak.
"Tutup mulut mu Intan!" Reyhan angkat bicara.
"Kamu pun sama Rey, sekian lama kita sudah berteman tapi lihat kelakuanmu pada ku kamu jahat penghianat aku benci kamu!" teriakku.
"Tunggu Intan, kamu salah paham dengerin aku dulu Tan, sedikit pun aku tidak keberatan kamu jadian dengan cowok mana pun juga, tapi tidak dengan Bara. Asal kamu tau Tan, Bara bukan cowok baik-baik aku sama sekali tidak iri atau cemburu aku hanya ingin kamu aman dan bebas dari jeratan Bara itu saja Tan, aku peduli padamu dan aku kasian aku tidak mau kamu tersakiti oleh Bara," ucap Mala
"Persetan dengan ucapanmu Mala... mulai sekarang kamu bukan temanku lagi," bentakku menimpali.
"Terserah kamu mau anggap aku apa Tan, tapi satu hal yang harus kamu tau, aku peduli padamu tidak ingin kamu kenapa-napa Bara adalah penipu kamu salah menilai Bara Intan, kamu sudah dibohongi nya...," ucap Mala memberitahu siapa Bara.
"Alla bilang aja kamu iri Mala. Sudah lah kalian berdua itu memang jahat. Nyesel aku kenal kalian ternyata kalian adalah musuh dalam selimut yang mencoba akan menghancurkan hubungan aku dan Bara!" cetus ku.
"Ucapan Mala benar Intan, bara adalah seorang penipu." ujar Reyhan menambahkan.
Plak...! satu tamparan mendarat di pipi Reyhan aku benar-benar tidak bisa menahan diri lagi mendengar Rayhan menjelek-jelekin Bara di depanku.
"Intan kamu akan menyesal tidak mempercayai kami sebentar lagi kamu pasti akan mengetahui siapa Bara sebenarnya. Buka mata mu lebar-lebar siapa sebenarnya cowok yang selama ini kau pacari itu dan ku pastikan kamu akan menyesal setelah tau kekakuan nya seperti apa," ujar Reyhan memanas.
Reyhan menarik tangan Mala membawanya pergi.
__ADS_1
"Cepat atau lambat kamu pasti akan mengetahui siapa Bara sebenarnya, pada saat itu ku pastikan kamu akan menangis selamanya!" ancam Reyhan lagi padaku. Jujur aku penasaran apa yang dibicarakan Reyhan dan Mala sebenarnya apa maksud omongan mereka itu tentang siapa sebenarnya Bara.