Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Kekecewaan


__ADS_3

Saat aku merenungi nasib malang ku duduk bersimpuh di belakang sekolah. Tiba-tiba Reyhan datang menjumpai aku. Ia menegurku tapi aku memasang muka jengkel ku padanya.


"Intan..!" panggil Reyhan.


Aku tidak mengabaikan panggilannya malah aku mengusirnya agar segera pergi membiarkan aku sendiri.


"Berani sekali kamu menampakkan diri di hadapanku! apa masih kurang hinaan yang telah kau lontarkan padaku tadi?" cetus


"Maaf Intan aku gak maksud membuat rusuh denganmu. Aku datang untuk meminta maaf kepada mu," ucapnya menyesali semua ucapannya tadi.


"Maaf mu tidak di terima, di sini. Silahkan pergi aku gak butuh kamu lagi Reyhan...!" ucapku kesal.


"Sekali lagi maafkan aku Tan, memang tidak seharusnya aku ngetawain kamu seperti tadi."


Aku mengacuhkan ucapan Reyhan dan menganggap nya tidak ada.


"Tan, aku mohon jangan marah lagi dong... pliss....! aku benar-benar minta maaf Intan, aku senang kok kamu jadian sama Bara. Tapi..." Reyhan menghentikan ucapannya.


"Tapi apa ayo Jawab!" timpal ku memanas.


"Tapi... aku ingin mengingatkan mu. Hati-hati dengan Bara. Ia tidak seperti yang kau bayangkan selama ini. Aku harap kamu bisa jaga dirimu Tan." Reyhan melanjutkan kata-katanya.


Selesai bicara padaku Reyhan langsung pergi ke kelas nya kembali karena jam masuk pun akan segera dimulai. Aku membiarkan Reyhan pergi tanpa sepatah katapun.


Apa maksud dari ucapan Reyhan tentang Bara?

__ADS_1


Hah itu pasti karna ia merasa iri aku jadian dengan Bara. Buat apa aku mikirin kata-kata Reyhan. Jelas-jelas ia sudah menghina dan menjelekkan aku...


Dengan malasnya aku bangun dari tempat dudukku. Maksudku ingin membolos saja hari ini. Belajar pun aku tidak akan pokus jadi buat apa aku berada di kelas. Aku pergi ke kelas mengambil tas setelah itu aku pun pergi membolos entah mau pergi kemana aku pun tidak tau. Hanya satu tujuan ku ingin segera pergi dari sekolah dan pergi keluar untuk menghilangkan sedikit beban dipikiran ku.


Seketika kekesalanku pada Reyhan kulupakan. Sepulang dari sekolah Bara mengajakku jalan-jalan keliling kota, aku merasa terhibur Bara memang paling pintar menghiburku. Lewat ucapan nya yang romantis dan cerita-cerita menarik membuat aku lupa masalahku.


"Makasih ya Bara... kamu selalu bisa buat aku bahagia," ucap ku kagum padanya.


"Sama-sama aku akan bahagia jika kamu bahagia," ucapnya.Seketika Bara mendekati aku sontak aku kaget.


Duh Bara mau ngapain sih? kok tiba-tiba aku gemetaran gini sih... batinku shok.


Bara memanggilku dan menatapku tajam. Wajahnya semakin dekat dengan wajahku. Ia menggenggam tanganku dengan erat dan aku terpejam seketika itu bibirnya menempel di bibirku. Terasa basah dan lembut, "Ya ampun Bara telah berhasil menciumku!" desahku merasa tidak karuan.


Aku bengong tidak tau akan berbuat apalagi bahkan wajah nya sudah menjauh dariku aku masih melongo.


"Apanya yang enak?" aku bingung tidak mengerti maksud Bara.


"Yang tadi...," ujarnya. Pikiranku pun melayang dan aku baru sadar kalau yang di maksud Bara tentang cuman itu tadi.


Aku terdiam sambil menggigit bibirku. Aku tidak tau rasanya enak atau gak karna saat itu terjadi aku tidak pokus dan shok berat.


"Kok malah bengong sih?" tanya Bara.


"Em... gak kenapa-kenapa kok," jawabku menunduk.

__ADS_1


Aku menghembuskan nafas kasar baru saja aku dapat ciuman pertama dari Bara pangeran ku. Jujur aku bahagia banget.


"Tan..!" bisik Bara di telingaku. Aku tidak berani menatap Bara lagi hati ku masih cenat-cenut dan napasku masih belum stabil.


Bara memperhtikan aku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu menyibak rambutku yang menutupi wajahku. Ia membisikan kata-kata lagi di telingaku.


Katanya aku cantik hari itu. Tubuhku jadi tengang saat tangannya merangkul pundakku. Lalu mendekapku dengan mesra.


Aku tidak bisa berkata-kata lagi aku merasa desiran dalam dada. Tubuhku kaku tidak berani menatap matanya ia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mengusap wajahku dengan lembut. Jantungku semakin berdetak cepat.


"Tan aku sayang kamu...," ucapnya menatap lekat pada mataku.


Aku juga sayang kamu Bara... Bahkan sejak dulu... batinku.


Bara memelukku dengan erat dan meraba wajahku dan turun dibibirku. Ia pun mencumbuku reflek aku membalas ciumannya. Aku menikmati ciuman nya yang buas. Tiba-tiba tangannya menyosor kepahaku dan mengelusnya kemudian...


"Hah..!" aku kaget setengah mati Bara mengajakku melakukan sesuatu yang sungguh aku tidak menduga ia bisa mengatakannya.


Mata ku terbelalak dan tanganku replek mendarat dipipinya. Aku telah menampar Bara... wajahku memanas air mataku sudah mengalir tanpa ku sadari. Perasaan ku bercampur antara marah dan malu. Aku pun beranjak dari tempat itu dan segera berlalu di hadapan Bara. Saat itu kami berada di jalan yang sepi aku berlari untuk mencari angkot.


Bara mengejar ku, ia menarik tanganku.


"Lepasin Bara...! aku mau pulang sendirian," seruku tegas.


"Biar aku antar! Kamu kenapa sih kasar padaku? aku kan pacarmu Tan... jadi wajar dong kalau aku inginkan itu dari kamu?" jelasnya.

__ADS_1


"Kamu benar-benar keterlaluan Bara! memang aku cewek apaan?" cetusku. "aku kecewa padamu.


Aku melepaskan tangan Bara dan kebetulan saat itu ada angkot lewat aku pun menyetopnya dan segera naik meninggalkan Bara yang masih mematung sungguh aku kecewa pada Bara. Sedikitpun aku tidak menyangka kalau dia bisa berbuat begitu padaku. Aku merasa sedih dan seketika harapanku hancur jadi buih-buih kebencian pada Bara.


__ADS_2