Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Hubunganku dengan Reyhan kembali membaik


__ADS_3

Aku pulang dengan kesalnya. Membanting pintu kamarku dan menghempaskan tubuhku di ranjang. Aku ingin menangis semalaman. Pikiranku sedang kacau aku sengaja menghidupkan musik keras-keras tidak peduli dengan keadaan lagi saat itu sudah hampir sore. Biasanya jam segitu papa sudah pulang Namun saat itu ia tidak terlihat sama sekali.


Dalam diamku tiba-tiba aku teringat kata-kata Reyhan yang mengingatkan ku Kemarin. Saat itu aku mulai menyesalinya ternyata semua ucapan Reyhan benar. Bara bukan cowok baik-baik, Aku mulai meragukan sikap Bara.


Terdengar suara Mama menggedor pintu kamar ku Dengan kencang ia menyuruhku untuk mengecilkan volume musik ku. Aku tidak peduli dengan teriakan Mama pikiranku sudah kacau bercampur aduk antara marah dan malu pada Bara yang sifatnya yang tidak kuduga sebelumny tiba-tiba ingin melecehkan aku. Aku benar-benar kecewa padanya seorang pangeran yang aku idam-idamkan selama ini ternyata sikapnya ngeselin.


Ciuman Bara masih terbayang di pelupuk mataku.


Ku usap bibirku dengan geram. Terbayang tangan Bara yang meraba pahaku "Iiih..!" teriak ku nyaring. Aku sangat kesel aku berteriak geram membanting bantal dan semua yang ada di dekatku semua ku lempar. Ingin rasanya aku menampar Bara lagi. Apalagi teringat dengan ajakannya yang memalukan itu membuat ku ingin memaki-makinya.


"Dasar cowok bre*gsek otak mesum!" pekikku geram. Aku memukuli semua yang ada di dekatku ku luapkan semua amarah di hatiku.


Aku merebahkan tubuhku sudah tidak kuat menahan kesalku. Aku menyesal jalan bersama Bara hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku.


Tiba-tiba ponselku berdering membuat aku tersentak. Aku pun mengambil ponselku. Seketika emosiku memuncak saat melihat nama penelpon itu yang ternyata Bara.


"Berani banget ia meneleponku!" dengusku. aku pun langsung merejeck panggilan dari Bara, tidak lama kemudian ponselku berbunyi lagi. Tentu saja aku merasa geram aku pun mematikan ponselku agar Bara tidak menghubungiku lagi.


-


-


Keesokan harinya di sekolah.


Aku dan Bara tidak saling menegur hatiku masih jengkel padanya. Aku berusaha menghindar dari nya dan mulai meragukan cintanya padaku sebab sikapnya yang sudah keterlaluan dan memalukan itu.


Saat aku melewati koridor sekolah aku bertemu dengan Reyhan tapi diriku enggan menegurnya. Aku hanya diam dan seolah-olah tidak melihat nya.

__ADS_1


Reyhan menegurku namun aku tidak memperdulikannya. Aku jalan saja tanpa menoleh padanya. Jujur saat ini aku sangat butuh Reyhan sebagai tempat pelampiasan semua masalahku tapi aku belum siap untuk berhadapan dengan siapa pun termasuk Reyhan.


Jam istirahat telah tiba, aku nongkrong sendirian dibelakang sekolah tempat favoritku.


Reyhan yang dari tadi mencari-cari aku akhirnya ia menemukan aku. Ia memanggilku dan aku pun menoleh arahnya lalu mengganggap nya tidak ada.


"Tenyata di sini, pantas saja aku cari kemana-mana tidak ada. Lagi ngapain sih duduk sendirian di sini?mending temenin aku ke kantin yuk...!" ajak Reyhan.


"Gak ah Rey... aku sudah kenyang," ucapku kembali bengong.


"Hem... gak biasa nya menolak, biasanya mau aja. Sebenarnya ada apa sih? galau banget kelihatannya." ujar Reyhan.


"Nggak kenapa-kenapa kok Rey...!"


Reyhan memperhtikan setiap inchi wajahku sepertinya ia mengetahui bahwa aku lagi ada masalah.


"Apaan sih mandang-mandang gitu? sana pergi aku ingin sendirian," usirku.


"Masih...!" jawabku singkat sambil melototi Reyhan.


"Yaellah Tan, gitu aja kok dendam sih sama aku, kita kan udah lama temenan. Kenapa juga harus dimasukan dalam hati. Aku cuma bercanda kok," lirih Reyhan terus merengek meminta aku memaafkannya.


Aku mengabaikan ucapan Reyhan pikiran ku selalu teringat pada kejadian sore itu.


"Intan pliss maafin aku dong...," Reyhan memohon.


Aku tersenyum melihat tingkah Reyhan padahal aku sudah tidak marah padanya. Mana mungkin aku bisa lama-lama marah sama Reyhan justru aku kangen benget padanya. Kangen candaan nya padaku, kangen sikap usilnya padaku kangen semuanya yang ada pada dirinya.

__ADS_1


"Kamu tersenyum? tanda ya gak marah lagi dong... Sekarang ceritalah padaku kenapa kamu bengong sendiri di sini. Di ajak makan gak mau, di ajak bicara gak mau. Aku panik liat liat mu begini seperti orang yang putus cinta aja," tebak Reyhan.


"Atau jangan-jangan kamu lagi putus cinta benaran?" Reyhan terus menggodaku. Sontak aku mengayunkan tangan ku dan menghadang Reyhan.


"Aduh, sakit Tan...!" jeritnya. "kebiasaan deh main pukul aja... kalau gak putus cinta terus kenapa dong?" tampak Reyhan mengelus pundaknya habis kupukuli.


"Hari ini cuaca mendung ya? di langit tampak gelap mungkin akan turun hujan," ucap Reyhan mengalihkan pembicaraan.


Iya mendung seperti hati ku yang tampak gelap dan hampa. Mataku mulai berkaca-kaca aku tidak bisa menahan sedihku.


"Intan itu matamu seperti mau menangis?" ujar Reyhan tiba-tiba menatapku.


"Gak kok!" cepat-cepat aku menyerka air mataku yang hampir menetes. Reyhan semakin penasaran dengan kondisiku. Ia mermaksa aku untuk bercerita namun aku enggan untuk bercerita yang ada aku malu sendiri pada Reyhan. Sampai-sampai aku di buatnya emosi. Perdebatan bergulir akhirnya aku merasa lega hubunganku dengan Reyhan kembali seperti semula.


Tiba-tiba Reyhan menunjukkan arah padaku.


"Intan itu...!" tunjuk nya pada Bara sama segerombolan cewek-cewek.


Aku muak melihat Bara. Seperti biasa ia dikelilingi banyak cewek-cewek centil barusan lewat di hadapan kami. Aku pun mengalihkan pandanganku ke Reyhan.


"Intan apa kamu tidak cemburu pacarmu di kelilingi cewek-cewek cantik itu?" tanya reyhan


"Gak kok biarin aja dia...!" ucapku cuek.


"Ah... yang benar gak cemburu? sekarang aku tau deh sikap diammu hari ini pasti karena kamu lagi cemburu iya khan?" Reyhan cikikikan.


Aku geleng kepala tidak mengakuinya.

__ADS_1


"Intan... Intan... aku sudah mengingatkanmu sainganmu itu banyak di sini, yang suka sama Bara tu banyak. Kamu gak akan menang lawan cewek-cewek itu," ujar Reyhan meledekku.


"Reyhan bisa berhenti bicara tidak!" bentakku. Emosiku kumat lagi. Aku memukuli Reyhan sepuas hati ku. "Sudah ku bilang aku tidak cemburu!" pekikku pada Reyhan. Reyhan terpejam mendengar teriakanku.


__ADS_2