Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Rasa ini


__ADS_3

#cinta_sahabatku


part2


"loh kenapa?" tanya Mei.


"soalnya aku ada janji lagi nih, jadi biar cepet aja. Kan aku mesti anter Mei juga" tegas Rendra.


Aku yang hanya bisa diam, karena tidak tau harus berkata apa. Tiba-tiba 'cling-cling' pertanda sms masuk. Kulihat dari Mei yang duduk di kursi belakang berkata, " kamu ikut ke kosan aku aja ya, nginap jadi Rendra gak anter kamu pulang, kan besok minggu Lis, yaaaa".


"oh, ok!" balasku.


"Ren, aku kayaknya turun di kosan Lisa aja deh, soalnya besok libur sekalian mau ikut senam di alfamart, hehe". Mei yang mendengar ucapanku menepuk jidatnya, aku paham pasti Mei bilang dalam hati "ampun deh si Lisa gak bisa cari alesan lain apa"


"loh? Tiba-tiba ya? Atau kamu takut aku anter pulang ya?"


"akh,, gak kok, hehe. Tapi, memang aku suka ikut senam disana ( nyengir )"


"oke, berarti besok aku bisa jemput kamu ya di kosan Lisa"


Mei dan aku pun saling bertatapan.


"bisa kok, bisa,, malah seneng kamu mau main ke kosan aku" jawab Mei.


"oke berarti boleh ya".


Akhirnya sampai juga di depan gang. Aku dan Mei pun turun dari mobil Rendra yang terlihat mengkilap bahkan lalat pun pasti terpeleset kalau nempel di mobilnya.


"makasih ya sudah repot anter"


kataku


"iya sama sama, aku seneng kok ketemu sama kamu gak buat kecewa. Sampe ketemu besok!" jawab Rendra.


Mei menarik lenganku sambil pergi, sampai di pintu kosan 'astagfirullah' HP ku tertinggal di mobil Rendra, teringat saat aku menaruh Hpku di kursi setelah membalas sms Mei.


"Mei, sebentar ya aku kedepan dulu"


"oh iya, nanti pencet bel aja, kaki aku capek"


"oke!"

__ADS_1


aku berlari sekuat tenaga berharap mobil Rendra masih didepan, 'Alhamdulillah' ucapku


Rendra berdiri di depan pintu mobil sambil tersenyum, sedang aku yang separuh nafasku hilang karena berlari,


"Ren,,hosh,, maaf,, itu,, HP,, hosh,,"


belum sempat melanjutkan,


"ketinggalan?!, hehe.. Cerobohnya kamu Mei" sambil menarik tanganku dan memberikan HP ku


"makasih ya, aku kira kamu udah pergi"


"gak kok, aku masih pengen disini"


"kenapa?!"


"gapapa, kamu mau nemenin?"


"duh, gimana ya aku gak enak sama Lisa"


"aku lagi butuh seseorang" kulihat raut wajah yang berbeda dengan yang pertama kali kulihat.


"kamu sms Lisa aja, bilang kamu pergi cari makan dulu" lanjutnya.


Sms pun terkirim dan Mei menjawa "jangan lupa pang meserkeun sorabi Enhai nya nu telor keju".


Kami pun melaju ke sorabi Enhai, Rendra memesan kopi fullcream sedangkan aku secangkir bajigur haneut, hehe..


"kamu kenapa sih? Kok diem terus?" tanyaku.


"aku lagi rindu Mei sama cewek"


Whatt??!! klo Mei yang asli denger langsung kaya gini pasti dia jengkel, soalnya akupun begitu.


"ohh, iya, rindu ya, kenapa gak di samperin?"


"gak bisa di samperin Mei, dia udah di surga, aku sayang banget sama dia, hidupku jadi tidak berwarna, dia yang menyemangatiku waktu aku pertama masuk kepolisian"


"ohh... Maaf ya, gak tau aku"


"hehe, kenapa minta maaf, aku justru seneng karena kamu hampir mirip sama dia, serasa terobati"

__ADS_1


duh tiba-tiba aku jadi 'ge-er', gak boleh kalau Mei tau aku 'ge-er' bisa-bisa aku di omelin deh.


"ah bisa aja kamu, oh iya in udah malem banget nih, takut Lisa curiga lagi"


" 5 menit lagi ya.." sambil memegang tanganku. OMG lagi-lagi jantung ini berdegup kencang.


"oke" sambil menarik tanganku.


Lima menit berlalu akupun diantarnya sampai depan kosan


"aku masuk dulu ya Ren, makasih sorabinya"


"hehe, iya sama-sama.. Enak nih jadi sorabi di bawa masuk sampe kedalem" candanya.


"yeee,, apaan sih, ngeress deh!! Dah, aku masuk ya, oh iya ini nomor HPku" sambil mengetik nomor HP dan 'tling-tling' eh ada panggilan masuk dari 'Ren-Gan', pas kutengok ternyata Rendra yang menelpon. Heran, kapan aku save nomor dia, pikirku.


"kenapa? Bingung ya? Tadi pas Hp kamu tertinggal, aku save nomorku sendiri"


"ohh,,terus Ren-Gan maksudnya?! Rendra Ganteng gitu?!"


"hahahah... Aku gak senarsis itu kali Mei, Ren-Gan itu Rendra GunawaN"


"ooooohhh,, ahahahaha ya dikira gitu, oke aku masuk ya"


"oke"


BLAam (suara pintu tertutup).


Keesokan harinya kulihat Mei masih tertidur pulas sambil memeluk Hello kitty nya, waktu menunjukkan pukul 05.00 WIB. Aku bergegas ke toilet untuk melaksanakan tanggung jawab setor pagi hari. Oh iya aku tinggi semampai di bandingkan dengan Mei yang imut, berat badanku termasuk berat ideal. Yah, hanya saja cara berpakaianku yang masih belum update.


Setelah setor tunai kulihat HP ku, 'OMG' ada 15 panggilan tidak terjawab dan 2 sms masuk.


Kulihat dari si ajudan,


"Mei, jujur aku jatuh hati sama kamu, gak tau kenapa aku nyaman dekat kamu" begitulah bunyi sms pertama. Lalu "aku tau ini terlalu cepat, tapi bisa gak kita jalanin dulu? Dan aku gak mau kenyataan yang sebenarnya aku mau kamu" sms kedua.


Heran sih dengan bunyi sms kedua 'kenyataan yang sebenarnya' maksudnya apa ya?


"siapa sih Lis, serius amat liatin HP!"(ngucek mata) tanya Mei


"ooh gak ini, biasa info dari pabrik" sambil mematikan HP.

__ADS_1


Akupun berlalu...


__ADS_2