Cinta Sahabatku

Cinta Sahabatku
Gelisah


__ADS_3

Malam ini aku suntuk banget memikirkan kejadian di sekolah tadi aku masih kesal dengan penglihatanku mengenai Reyhan dan Mala. Aku ingin mengalihkan pikiran ku melirik ponsel yang dari tadi sepi.


Katanya Bara akan menghubungiku tapi dari pagi hingga malam gini kok gak ada. Aku menghubungi nomornya tidak tersambung ponselnya kenapa sih kok gak bisa di hubungi.


Seketika aku panik dan kuatir aku takut sesuatu telah terjadi pada Bara. Selama ini belum pernah ponsel Bara tidak dapat dihubungi aku terus menghubungi Bara timbul perasaan curiga pada Bara.


Biasanya ponsel Bara selalu aktiv 24 jam. Tapi kenapa sekarang ponselnya mati.


"Huh...!" keluhku sambil menarik napas panjang. Aku merasa suntuk selama ini aku jarang ngobrol banyak dengan Bara. Saat ini aku benar-benar butuh Bara aku ingin bicarakan banyak hal padanya terutama hal tentang tenggangnya hubunganku dengan Mala dan Reyhan. Aku butuh seseorang untuk mendengarkan keluh kesah ku. Aku butuh Bara.


Tiba-tiba terdengar deringan ponselku buru-buru aku menjawab panggilan masuk itu yang ternyata itu Bara. Seketika senyumku mengembang akhirnya orang yang ku tunggu-tunggu menelpon juga.


📞"Hay... selamat malam...!" ucap Bara.


📞"Malam juga... kemana aja sih kok gak hubungi aku dari kemarin aku kangen tau!" cetusku.


📞"A- maaf aku sibuk banget Tan...," sahut Bara.


📞"Sibuk ngapain?" tanyaku kepo.


"Bantu mama di kafe," jelas Bara.


📞"Oh iya kah apa itu benar?" aku meragukannya.


"Kamu gak percaya padaku?"


📞"Hem percaya kok aku hanya bercanda ujarku yang takut Bara tersinggung.


Hampir setengah jam aku ngobrol dengan Bara hilang sejenak pikiran suntuk ku rasa rinduku juga sudah terobati karna sudah mendengar suara dari Bara. Aku mengakhiri pembicaraan ku dengan Bara mengingat waktu sudah larut malam takut kesiangan besok akan sekolah.


Berat rasanya mengakhirinya namun mataku sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi aku pun menutupnya dan pergi tidur membawa wajah Bara di dalam tidur ku. "Semoga malam ini aku bertemu dengan Baraku...," lirihku terseyum sendiri sambil menatap langit-langit kamar ku.


💞💞💞


Sepertinya biasa pagi itu aku pergi ke sekolah. Sekolah masih tampak sepi aku sengaja pergi awal karna aku gak mau bertemu dengan Reyhan dan Mala karna aku tau mereka pergi nya selalu siang.


Tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang.


"Tebak siapa?" ujarnya.


"Bara? kok kamu udah datang?" ujar ku menebak.

__ADS_1


"Kok kamu tau sih aku Bara?" Ia tampak cemberut.


"Yah tahulah, mencium aroma harum tubuhmu dan sentuhan tangan mu yang lembut itu aku sudah hafal kamu kan pacar aku mana mungkin aku tidak tau," ucapku.


"Hem... apa iya?" Bara meragukan ucapanku.


"Iya," jawabku cengengesan.


Bara menatap ku lekat-lekat.


"Intan ayo kita ke sana!" Bara mengajakku mojok ke tempat sepi. Aku mengikut saja dengan pasrah.


Bara duduk di samping tembok belakang sekolah. Sepertinya ia menyembunyikan sesuatu di tangannya.


"Apaan yang kau sembunyikan itu?" tanya ku curiga.


"Tara...!" Bara memberiku sekuntum bunga mawar.


"Wah bunga nya cantik banget." aku menciumi bunga tersebut.


"Makasih ya... aku suka bunganya."


Bara meraih tanganku dan mencium tanganku dengan lembut aku jadi serba salah antara gugup dan malu.


Bara melirikku, "Intan apa aku boleh meminta sesuatu dari kamu?"


Waduh gimana nih Bara meminta apaan ya...


"Apa itu Bar?" tanyaku.


Bara membetulkan rambut ku yang berterbangan ia mengelus wajahku dan memegang daguku dan menaikkannya sedikit keatas lalu Bara mendekatkan wajahnya ke wajahku dan seketika ia mengecup bibirku. Aku terpejam hatiku dek-dekan bagaimana kalau anak-anak lihat aku pasti malu banget.


"Kamu kenapa seperti takut gitu?" tanya Bara bingung.


"Aku malu Bar...!" jawabku sambil menunduk.


"Gak usah malu gitu, kamu kan pacar aku." Bara terseyum ke arahku.


"Hem, aku... aku masuk kelas dulu ya...!" aku pamit lansung berlari secepat mungkin meninggalkan Bara karena malu. Bara memanggilku seakan tidak mau aku pergi. Tapi aku mengabaikannya.


Bara... kamu keterlaluan sudah mencium ku disekolah! ini sudah kelewatan banget, ucap ku antara suka dan sebel. Bisa-bisa nya bara melakukan itu. Aku tidak habis pikir sambil berjalan dengan tergesa-gesa aku ingin segera sampai di kelas. Tidak ku sadari aku telah menabrak seseorang yang kebetulan berpapasan jalan.

__ADS_1


"Hah, kamu?"


"Punya mata tidak main tabrak aja!" dengusnya.


"Maaf aku tidak sengaja...," ucap ku tanpa banyak komen aku lanjut berjalan menuju kelasku.


Duh kok bisa tabrakan dengan Reyhan sih dengusku merasa geram. Untung saja aku lagi baik hari ini. Jadi, aku tidak mau meladeni dia karna malas juga melihat tampang nya.


Reyhan memandangiku dengan bingung.


"Kok tumben dia gak nyolot biasa kan dia selalu ganas!" cibir Reyhan iya pun pergi ke kelasnya. Sedangkan aku juga pergi ke kelasku.


Sesampai dikelas aku langsung duduk di bangkuku dengan bertopang dagu memikirkan tentang inseden barusan.


Tidak lama Mala juga sampai di kelas. Aku membuang muka ke arahnya.


Ia mendelikan matanya kearah ku, sepertinya ia bingung dengan sikap ku yang tiba-tiba cuek padanya.


Mala duduk di sebelahku aku menggeser posisi duduk ku dan tidak menegurnya sama sekali.


"Intan! kamu kenapa sih...?" tanyanya.


Aku diam saja tidak mengabaikan teguran dari dia.


Ia menarik tangan ku dan menatapku.


"Kamu kenapa? ada apa dengan mu? tiba-tiba cuek seperti ini?" tanya Mala bingung.


"Tidak apa-apa kok, aku kurang enak badan aja...," ucapku datar.


"Yaellah, pake ngeles lagi udah bicara saja ada apa? apa aku punya salah padamu?" tanya Mala ngegas.


Aku menggelengkan kepalaku.


Mala menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya. "Baiklah kalau gak mau bicara."


Mala pun duduk dengan bertopang dagu sambil bingung memperhatikan sikapku yang tiba-tiba itu.


Tidak lama kemudian Reyhan datang mengajak Mala ke kantin. Mala pun pergi tanpa memberitahu kuh.


Se yg gtelah mereka pergi aku mengintip dari jauh melihat kedekatan mereka aku jadi iri. "Bagus kamu Mala, sudah jadian sama Reyhan aku gak akan pernah jadi teman kalian lagi" dengusku memandang sinis kearah mereka. Dua-duanya sama-sama nyebelin... aku mengepalkan tanganku ingin menonjok seseorang.

__ADS_1


Aku pun pergi duduk di bawah pohon mangga di belakang sekolah di situ aku menyendiri menenangkan pikiranku dan amarahku. Seketika aku merasa sedikit lega. Ngapain juga aku mikirin hal yang tidak penting bukankah aku masih punya Bara yang selalu sayang padaku.


Aku meraba bibirku yang barusan bara kecup tadi seolah masih terasa kecupan itu. Aku pun tersenyum sendiri memikirkan hal itu.


__ADS_2