
Keesokan harinya setelah pulang kerja aku langsung naik angkot ke kosan Mei. sesampainya disana 'tling' pesan dari Mei, lalu kubuka
'beb, aku lagi diluar kamu tunggu ya, cuma sebentar kok, mau beli cemilan doang'
terpaksa aku nunggu di depan kamar Mei.
10 menit berlalu sambil mainkan hp, kulihat fotoku dan Mei, ya tuhan apa aku sanggup menceritakan semuanya.
"nunggu lama ya beb" sapa Mei.
Aku menoleh dan kaget ternyata Rendra bersama Mei.
"akh, hmm. . . gak kok"
"yuk masuk" sambil membuka pintu kamrnya Mei masuk terlebih dulu dengan Rendra, sedangkan aku menyusul dari belakang.
Aku duduk di sudut kasur Mei depan meja yang ada laptopnya, Mei sibuk mengeluarkan belanjaannya, sedang Rendra merebahkan badannya di lantai dekat meja TV karna kosan Mei hanya 1 kamar tidak begitu besar jadi membuat kami tidak terlalu berjauhan, waktu itu jantungku tak karuan aku bingung mengatakannya pada Mei,
"beb, kamu kenapa?" kata Mei
"eh,, hehe, gapapa kok, oh iya, aku minjem laptop kamu ya, aku mau buka fb"
"ya udah sok, aku juga ke kamar Indira dulu ya bentar beb mau nanya tugas besok, mumpung Rendra tidur"
"ehhh. . . gak enak atuh, aku ikut ya"
__ADS_1
"gapapa beb, dia tidur ini" sambil menunjuk ke arah Rendra.
"ya udah deh" kataku sambil buka laptop dan langsung buka FB.
Mei keluar dan menutup pintu,
'ya tuhan,,, ini gimana,,'
hatiku makin gelisah, sesekali aku menoleh ke Rendra
"aku tau kamu lagi liatin aku" sambil bangun dan menghampiriku
"ehh kok?? Bukannya kamu tidur?? Kok, duh maaf klo ke ganggu aku keluar deh"
aku menutup laptop tanpa keluar dr fb dan berdiri untuk keluar tetapi Rendra menahan tanganku
"Ren, tolong jangan bikin aku kaya gini, Mei itu sahabatku, meski kamu bilang kamu gak suka sama sikap Mei, tapi sekarang dia yang ada disamping kamu, jadi tolong jangan bikin Mei salah paham sama aku"
Rendra hanya menatapku dan menghapus air mataku, lalu dia memelukku.
"maaf aku gak maksud bikin kamu kaya gini, dari awal seharusnya kamu tau aku suka sama kamu, apa kamu gak pernah tau? Tolong aku hanya suka sama kamu" memelukku erat.
Aku hanya bisa menangis dan berusaha melepaskan pelukannya.
"maaf aku gak bisa nyakitin Mei, meskipun aku juga mulai menyukai kamu Ren"
__ADS_1
terdengar dari luar suara Mei yang menghampiri kamar.
kamipun langsung keposisi semula. Sama seperti biasanya tak ada jalan keluar dari pembicaraan aku dan Rendra.
"beeebbbbb,,,, aku mau beli bakso kamu mau gak??" menawarkan padaku
"akh gak beb, aku mau pulang"
"loh kamu nangis beb? Kenapa??"
"gak tadi ini gak sengaja kecolok tangan,,hehehe,, ya udah aku pulang ya,,, daahhh" sambil pergi keluar kamar
"lohhh..loohh kenapa sih" kata Mei
Rendra hanya melirik padaku.
Di angkot aku hanya diam, kenapa semuanya jadi begini...
'tling'
pesan dari Mei, ada apa ya,, kubuka
'Lisaaaaa..... Ada apa sih kenapa begini sih,,, aku Putus sama Rendra,, aku gak tau mesti gimana ini..'
haaaahhhh??!! PUTUS?!! Apa Rendra bilang sama Mei, ya tuhan.. Mau apa Rendra sebenarnya... Aku coba menelpon Mei tapi tidak ada jawaban.
__ADS_1
Aku harus kembali kekosan.