
Jam istirahat telah usai aku dan Mala masuk kelas. Untungnya Reyhan juga udah pergi. Aku pun lega.
Hari ini aku gak semangat buat belajar bawaan nya pengen nagis aja. Bunga yang Bara berikan untuk ku sudah di buang Reyhan ke tong sampah "Sampai hatinya Reyhan lakuin itu padaku... batinku merasa kesal.
"Kamu jahat Reyhan, kamu benar-benar jahat! aku akan membencimu selamanya," desah ku sambil merebahkan diri di atas meja.
"Intan kamu kenapa sih?" tanya Mala. "bangun dong bentar lagi Pak guru akan datang lho...!"
"Diam Mala, gak usah berisik! aku ngantuk banget. Tolong jangan ganggu aku." ujarku sinis.
"Oke, terserah kamu saja!" Mala mengeluarkan buku pelajaran yang sebentar lagi akan di pelajari.
"Selamat siang anak-anak...," ucap pak Jaki akan memulai pelajaran.
"Siang...!" ucap anak-anak secara bersamaan.
"Baiklah, sekarang keluarkan buku PR nya dan kumpulkan di depan!" perintah Pak Jaki pada semua murid. Mala melirik aku yang masih terlelap.
Murid-murid sibuk mengumpulkan PR di depan dan mengerjakan tugas baru yang disuruh Pak Jaki. Tapi, aku sibuk dengan tidur ku yang nyenyak... di dalam tidurku aku bermimpi berduaan dengan Bara di sebuah taman yang indah banget di dalam mimpiku Bara menyelipkan bunga di telingaku ia mengecup puncakku dengan mesranya.
"Intan...!" panggil Pak Jaki padaku.
Aku yang setengah sadar tidak mau menghiraukan panggilan itu, aku pokus dengan mimpiku yang asyiknya tersenyum melihat Bara memberikan aku sekuntum bunga yang cantik, aku pun mencium bunga tersebut.
"Makasih Bara...!"ucapku.
"Bara maaf ya bunga tadi sudah rusak Reyhan sudah merusaknya...," ujarku sedih.
"Gak apa-apa kok, itu aku sudah ganti bunga yang baru dan lebih indah jangan sedih ya...." Bara menyerka air mataku dan memeluk aku.
"Bara...!" ucapku.
"Bara? Heh intan kamu mengigau ya...!" bentak Pak Jaki. Aku terus terseyum pada Bara. Tapi aku bingung kenapa ada Pak Jaki di depan ku perasaan tadi Bara yang memberiku bunga.
Pak Jaki meneriaki aku. aku terkejut dan langsung terbangun.
__ADS_1
"Bapak?" ucapku kaget.
"Enak banget ya tidur nya? basuh muka sana!" teriak Pak Jaki.
"Hi...," aku cengengesan di hadapan Pak Jaki karena malu ketahuan tidur. Aku ngacir pergi ke toilet.
"Intan!" tegurnya lagi.
"Ada apa Pak...?" aku menoleh.
"Apa kamu tidak melupakan sesuatu?"
"Sesuatu? Apa itu Pak?" tanyaku bingung.
Pak Jaki geleng kepala melihat kelakuanku tampak ngiler saat tidur tadi.
"Itu apa yang basah?!" tunjuk pak Jaki.
Ya ampun malunya aku semua anak-anak tertawa melihatku. Aku pun mengambil tisu dari dalam tas ku dan mengelap ilerku yang membasahi meja.
"Apaan sih Tan!" liriknya.
"Kamu kok tega banget ngak kasi tau aku kalau ada Pak Jaki!" bisikku.
"Bukan nya kamu yang bilang tadi gak mau di ganggu?"
Aku memanyunkan bibirku, "Jahat banget kamu!"
"Lho kok aku yang salah?" Mala tidak terima.
Aku pergi ke toilet membawa wajah malu ku.
Mala tega banget sih aku kan jadi malu huaaa... aku meringis sambil berlari ke toilet.
Saat di toilet aku berpapasan dengan Reyhan yang akan ke toilet juga. Aku membuang muka ke arah Reyhan ingin aku maki lagi dia namun aku gak mau bikin masalah lagi. Hari ini cukup banyak masalah.
__ADS_1
Aku yang diam melewati Reyhan tiba-tiba dia menghalangi jalanku.
"Heh makhluk abrak kamu harus tanggung jawab ya...! kaki aku masih sakit gara-gara kalian," dengusnya
"Hah, gak salah bicara kamu bilang aku mahluk abrak bukan nya kamu yang genderuwo! muka jelek bopeng itam legam lagi iih...," aku mendelik geram.
Aku pun berlalu secepat mungkin meninggalkan Reyhan yang berusaha menarik tangan ku tapi berhasil ku tepis.
"Intan! mau lari kemana kamu, kalian berdua Mala harus tanggung jawab!" Ternyata kaki Reyhan beneran sakit tampak ia lari terbirit-birit mengejarku.
"Kejar aku kalau dapat. Wek...." Aku menjulurkan lidah padanya.
"Dasar cewek jadi-jadian!" teriaknya.
Reyhan beralih arah ke toilet cowok tidak mengejarku lagi karna aku sudah masuk area toilet cewek ia tidak berani mengikuti aku.
"Kurang ajar kamu Intan, awas saja kamu pulang nanti!" omel Reyhan sendirinya.
Aku merasa lega melihat Reyhan tidak lagi mengejarku. setelah selesai membasuh muka aku kembali ke kelasku lagi.
Sepulang sekolah...
Aku merasa kuatir melihat Reyhan dari kejauhan memandangku dengan tatapan tajam seolah ia ingin berbuat sesuatu padaku. Aku pun sengaja menunggu Bara di koridor untuk berlindung padanya agar tidak digangguin Reyhan.
"Sialan Intan berhenti di sana. Sepertinya ia mengetahui kalau aku akan memberi dia pelajaran."
Reyhan pun pergi ke arah parkiran mencari motornya dan pergi.
Aku tersenyum melihat Reyhan sudah pulang. Aku masih menunggu Bara lewat.
Akhirnya Bara nongol aku pun merasa lega.
"Intan kamu tunggu siapa?" tanyanya.
"Menurutmu?" aku mengenyitkan mata.
__ADS_1
"Oh, lagi nungguin aku ya? ya sudah ayo pulang!" ajak Bara memegang tanganku. Aku pun dengan semangatnya mengikuti langkah kaki Bara menuju parkiran, kami pun pulang sama-sama.