
"Dari mana Abang tahu kalau namanya Diska?" tanya Rudi heran.
"Gadis itu kini sedang berada di pondokku, hari ini rencananya aku akan mengantarnya ke Desa Tanjung, tapi malang dia terjatuh yang mengakibatkan kakinya terkilir sehingga dia tidak sanggup melakukan perjalanan menuju desa," ujar Husein memberitahukan keadaan Diska saat ini.
"Benarkah, Bang?" tanya Rudi memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
Husein mengangguk.
"Alhamdulillah, ini kabar baik," ujar Rudi senang.
"Alhamdulillah, kalau begitu kalian bisa menjemputnya di pondokku," ujar Husein ikut senang.
Husein bersyukur, akhirnya gadis malang itu dapat bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya di desa Tanjung.
"Baiklah, Bang. Aku dan Rama akan menjemput Diska besok," ujar Rudi.
Rudi pun bergegas pamit pada Roni dan Husein, dia sudah tak sabar untuk memberitahukan kabar gembira itu pada sahabatnya, Rama.
"Senyuman Rama yang kini telah pudar di wajahnya akan kembali seperti dulu," gumam Rudi di dalam hati sebelum dia keluar dari warung kopi itu.
Roni dan Husein mengangguk.
"Syukurlah, kita bertemu Rudi di sini." Roni ikut senang.
Sementara itu di hutan, Diska beristirahat di pondok si wanita sambil memperhatikan wanita itu bekerja di kebunnya, saat sang wanita beristirahat mereka berbincang-bincang mengenai alasan si wanita bisa berada di pondok Husein.
Wanita itu mencurigai Diska dan Husein telah melakukan perbuatan asusila di tengah hutan ini.
Dengan jujur Diska menyampaikan apa yang terjadi padanya, Diska juga menceritakan asal usulnya yang bukan berasal dari desa Tanjung.
"Oh, begitu. Maaf ya, Dek, aku hanya penasaran," ujar si wanita.
Sebelum Dzuhur, Husein sudah kembali ke hutan, dia langsung menuju pondok si wanita yang sudah membantunya tadi.
"Istirahat, Kak?" sapa Husein saat dia sampai di pondok sang wanita.
"Iya, sebentar lagi waktu Dzuhur masuk," jawab sang wanita.
"Kamu sudah kembali? Cepat sekali?" ya ya si wanita pada Husein.
"Aku hanya menjual hasil kebun dan membeli beberapa kebutuhan yang saya perlukan saja, setelah itu saya kembali ke sini," jawab Husein.
"Oh, begitu," lirih si wanita mengangguk.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Husein pada Diska.
__ADS_1
"Mhm, begitulah," jawab Diska.
"Sakit yang dirasakannya masih sama seperti tadi.
"Ya udah, ayo kita ke pondok," ajak Husein pada gadis kota itu.
Diska mengangguk, dia berusaha berdiri.
"Sanggup berjalan?" tanya Husein langsung pada Diska saat melihat Diska hendak melangkahkan kakinya.
"Akan aku coba," jawab Diska.
Baru saja Diska melangkahkan kakinya satu langkah, Husein menangkap raut menahan sakit di wajah gadis itu, tanpa aba-aba dia langsung menggendong tubuh Diska dan membawanya ke pondok miliknya.
"Terima kasih, ya, Kak," ucap Husein pada wanita yang sudah menemani Diska di saat dia pergi.
"Oh, iya. Sama-sama," sahut sang wanita.
"Alhamdulillah, sampai juga," ujar Husein saat mereka sudah sampai di pondok milik Husein.
"Maaf, aku sudah merepotkanmu," lirih Diska merasa bersalah.
Husein menatap dalam pada gadis itu.
"Aku tidak merasa direpotkan karena aku sudah menganggapmu sebagai adikku, aku harap dengan membantumu ada orang dengan ikhlas menjaga adikku di sana," ujar Husein.
"Terima kasih, mulai sekarang kamu akan menjadi Abangku. Aku akan menganggapmu sebagai kakak," ujar Diska senang.
"Baiklah, untuk adik Abang. Aku ada sesuatu," ujar Husein sambil membuka kantong kresek yang ada di tangannya.
Husein mengeluarkan sebuah baju tidur lengan panjang, serta baju kaos lengan panjang dan rok plisket untuk dipakai Diska selama dia berada di hutan.
"Maaf, jika yang aku belikan ini tidak sesuai dengan seleramu," ujar Husein.
"Terima kasih, Bang. Model yang sesuai seleraku tidak penting saat ini," ujar Diska.
Setelah itu, Husein kembali menyodorkan kantong kresek kecil.
"Ini apa?" tanya Diska.
Husein hanya diam, dia tidak berani menjawab pertanyaan dari Diska.
Diska pun membuka kantong kresek itu, mata Diska membulat melihat isi kresek tersebut.
Di sana terdapat pakaian dalam untuk wanita, seketika wajah Diska memerah menahan malu.
__ADS_1
"Maaf aku tidak tahu itu apakah cocok untukmu," ujar Husein juga malu.
"Terima kasih, Bang. Aku benar-benar membuatmu susah," ujar Diska merasa tidak hati.
Baru kali ini Diska menemui pria yang benar-benar sangat perhatian padanya.
"Sudahlah, dari tadi kamu tidak bosan-bosan ngomong terima kasih," ujar Husein.
Husein teringat dengan pertemuannya dengan Rudi di pasar tadi, tapi Husein enggan menceritakan hal itu pada Diska.
Husein memilih untuk diam dan menunggu kedatangan Rudi dan temannya, Husein takut Diska justru berharap, sementara itu mereka belum bisa dipastikan akan benar-benar datang atau tidak.
Sementara itu Rudi tengah dalam perjalanan menuju Desa Tanjung. Dia ingin secepatnya sampai di desa, lalu dia akan menyusul Rama yang kini tengah berada di hutan.
Selang waktu satu jam perjalanan dari pasar Silaping ke desa Tanjung, Rudi pun sampai di rumahnya. Rudi langsung bersiap-siap untuk menemui Rama.
Di saat Rudi hendak berangkat ke hutan dengan jalan kaki. Dia tidak sengaja bertemu dengan Uci Desmi yang baru saja pulang dari sebuah warung
"Uci," panggil Rudi.
Uci Desmi langsung menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah Rudi yang kini berjalan menghampirinya.
Dia menatap heran pria yang selalu bersama Rama itu.
"Ada apa, Rud?" tanya Uci Desmi.
"Mhm, ada yang mau aku sampaikan," ujar Rudi.
"Apa, Rud?" tanya Uci Desmi lagi penasaran.
"Ada kabar gembira, Ci." Lagi-lagi Rudi menggantung ucapannya.
"Kabar apa, Rud? Mengenai Diska?" tanya Uci Desmi langsung.
Uci Desmi selalu memikirkan gadis itu, sejak Diska menghilang, dia sangat merasa kehilangan gadis itu.
Hingga saat ini dia masih sedih, keluarga Diska sengaja belum diberitahukan apa yang terjadi padanya karena mereka masih ingin berusaha mencari Diska di hutan.
Pak minta tim SAR untuk mencari Diska di hutan tersebut, tapi hingga saat ini sosok Diska belum juga ditemukan sama sekali.
"Iya, Ci. aku baru saja mendapatkan kabar bahwa Diska masih hidup, saat ini dia tengah tinggal bersama seorang petani yang bermalam di hutan." Rudi menceritakan pertemuannya dengan Roni dan Husein di pasar tadi.
Rudi juga menceritakan sosok Husein pada Uci Desmi.
"Alhamdulillah, semoga dia baik-baik saja. Lalu kapan kalian akan menjemputnya?" tanya Uci desmi tidak sabar untuk bertemu dengan gadis yang sudah dianggapnya sebagai putrinya.
__ADS_1
"Saat ini aku ingin menemui Rama yang masih berada di hutan, jika sempat hari ini kami akan menjemputnya, tapi jika memang tidak sempat kami akan menjemputnya esok hari," jawab Rudi.
Bersambung...