Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
masih cinta..


__ADS_3

tak terasa waktu berjalan begitu cepat..


fahmi telah mencari zara selama satu tahun lebih,tapi sampai sekarang belum ada kabar tentang keberadaan zara...


zara pun sudah mulai melupakan fahmi.


setelah ardha dan ardhina lahir kehidupan zara mulai membaik..


ia mengurus perisahaan abi nya sendiri dari perusahaan kecil kini menjadi perusahaan besar..


menjadi ibu sekaligus ayah untuk kedua anak nya..


telah banyak ustad yang mengajak ta'aruf..


tapi zara selalu menolak nya dengan halus..


......


kediaman zara.


"ummiiii...dedek mau makan es clim raca setobeliii.."ucap dhina manja..


"gak boleh...dedek masih pilek,ummi gak mau nanti dedek jadi sakit..."balas zara dengan senyuman..


"dedek tetep mau es clim..."kekeh dhina merengek.


dan zara gak bisa melihat kedua anak nya menangis...


"ya udaah..ummi nyeraaah.."ucap zara


"ye..ye..yeee..dedek makan as clim setobelii.."ujar nya melompat girang..


"abang gimanaa...mau juga gak.."tanya zara


ardha yang dari tadi diam mengangguk.


"mau juga ummi,,abang mau laca coklat.."ucap ardha.


melihat tingkah pola ardha dan dhina membuat nya senang..


zara dan anak anak pun berangkat mencari es krim.

__ADS_1


..


"yuk kita turun.."ucap zara membuka pintu mobil..


"holeee...kita makan es klim.."ucap dhina yang terus menarik tangan ardha.


"dedek jangan lali telus abang capek.."ujar ardha tapi dhina tetap menarik nya..


"nah sekarang kalian boleh pesan es krim nya.."ujar zara tersenyum..


"paman..ana mau yang coklat..kacih dua yaa."pinta ardha.


"dan ana mau yang stobeli dua juga.."ucap dhina juga.


"ini yang coklat dan ini yang strawberi


."ujar si paman memberikan es krim nya dan tersenyum.


ardha dan dhina membalas senyuman nya..


"sekarang kita duduk dulu.."ujar zara dan mereka mengangguk..


..


"apa kita masih akan mencari zara..sudah satu tahun kebih kita mencari,tapi sampai sekarang belum juga ada info.."ucap rian..


"selama ini elo selalu minum minuman ber alkohol...keluar lah dalam dunia gelap itu.."sambung nya menasehati..


"dengan begini gue bisa ngurangin rasa penyesalan gue pada zara..."ujar nya..


"sudah fah!!..melihat lo kayak gini,buat hati gue hancur dan sebagai sahabat gue gak bisa lakuin apa apa.."ucap rian terduduk dan menunduk...


"enggak ian,,selama ini elo sudah banyak bantu gue dan prusahaan gue..kalau gak ada lo mungkin hidup dan prusahaan gue sudah lama hancur.."ujar nya dan memeluk sahabat nya itu..


"maaf gue tadi terlalu emosi..jadi sekarang gimana..apa kita masih ingin mencari zara.."tanya rian


fahmi pun mengangguk..


"sampai kapan pun gue gak akan menyerah..gue akan terus cari zara.."balas nya..


...

__ADS_1


ke esokan nya.


di kediaman zara..


"ummi..ummi.."panggil dhina..


"ada apa non dhina.."tanya si bibik..


"ummi non masih di kamar."jawab bibik


dhina pun langsung pergi ke kamar ardha untuk mengajak nya..


dhina pun langsung masuk kamar mereka..


"abang..kita ke kamal ummi yuk.."ajak dhina..


"mau ngapain ke kamal ummi.."tanya ardha..


"ikut ajah.."balas dhina..


sesampai nya di depan kamar zara..


mereka mendengar ummi nya sedang menangis..


"bang..ummi kenapa nangis..ciapa yang nakalin ummi.."tanya dhina


"syuut.."gumam ardha menutup mulut dengan satu jari yang maksud ny jangan berisik..


"kak..lihat lah anak kita sekarang sudah besar..apa kakak tidak merindukan mereka.."ucap zara lirih.


air mata nya terus mengalir..


"bang ..foto capa yang ummi pegang..


capa paman itu yang udah bikin ummi nangis.."ucap dhina berbisik..


"abang juga gak tau dek.."balas ardha..


mereka tau yang di pegang zara adalah foto seorang laki laki..


tapi mereka belum begitu faham..

__ADS_1


..


__ADS_2