
pagi hari..
kediaman keluarga sastrawijaya ..
setelah angga mengetahui kalau dhina memakai cincin yang ia kasih tanda di terima nya.
ia pun langsung memberitahu mama dan papa nya..
"mah,angga sudah melakukan apa yang jadi keinginan mama,mama ingin angga menikah dengan dhina kan??jadi angga langsung melamar dhina sendiri..."ujar angga.
anggi yang mendengar penuturan anak nya itu. .
membuat dia merasa sangat bahagia.
"mama bangga sama angga.."ucap anggi
"terus apa jawaban nya sayang...?"sambung nya penasaran.
"dhina menjawab iya,,dia mau menikah dengan angga.."ucap angga.
anggi pun tersenyum dan langsung memeluk anak nya itu..
"waah!!!..pagi pagi sudah peluk pelukan aja,kenapa nih..."ujar alam
yang tiba tiba datang dari belakang angga.
"Eh mass.. "Ucap anggi tersenyum
Dan ia pun melepas pelukan nya..
"Oya ngomong ngomong kenapa ni pagi pagi dah seneng banget.. "Tanya alam
Ia mulai sedikit penasaran.
Anggi pun melihat ke arah angga dan tersenyum.
"Di tanya kok malah senyum senyum sih.. 'Ujar alam ikut tersenyum
"Mas tau gak... "Ucap anggi yang terus saja tersenyum.
"Ya enggak lah mah,, orang mama aja belum bilang apa apa gimana mas bisa tau!! "Balas alam menggeleng kan kepala nya..
"mas anak kita ini akan segera menikah dengan gadis itu... "Ucap anggi girang sambil memeluk angga..
Alam pun langsung duduk di samping angga.
"Anggaa.,,bener yang di bilang mama mu.. "Tanya alam
"Iya paa,, aku akan menikahi dhina... "Ucap angga.
Alam pun langsung memeluk angga dan mencium kening nya..
"TIDAAAKK!!!! ....."teriak kakek angga
Yang saat itu sedang di atas dan mendengar obrolan mereka bertiga.
Ia pun langsung Turun.
"Papa!!.. "Ucap Alam Dan anggi bersamaan.
"Kakeek!!. "Gumam angga..
Mereka pun langsung berdiri saat kakek menghampiri mereka..
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah setuju dengan pernikahan ini!!.. "Sambung nya
"Alam,, kamu sebagai ayah nya harus nya memberi kebahagiaan pada cucu ku ini,, tapi kamu justru menghancurkan kebahagiaan masa depan nya..."Sambung nya dengan amarah..
"Ayah,, justru karena as ku ingin dia bahagia, jadi aku ingin dia menjadi pria
Yang bertanggung jawab... "Balas Alam..
"Aku yang menentukan kebahagiaan nya,, karena dia cucu ku.. "Ucap kakek.
"Tapi aku adalah ayah nya,..! "Balas Alam
Ia mulai kesal dengan sikap keras kepala mertua nya itu..
"Ma's,, Sudah cukup jangan berdebat dengan ayah.. "Ucap anggi dengan pelan.
"ciihh.. "Gumam Alam.
Ia pun langsung pergi dengan raut wajah kesal..
Anggi pun langsung menyusul suami nya ITU..
"Kel,, kenapa kakek selalu berdebat dengan papa.. "Ujar angga.
"cucu ku sayang, kamu tidak perlu mengetahui semua nya oke.. "Ucap kakek
__ADS_1
"Baik lah kek.."balas angga..
Ia pun segera pergi ke kamar nya.
"Alaam!! Kamu hanya ayah nya.. Tapi aku adalah kakek satu satu nya. Dan dia adalah cucu kesayangan ku.. Baik lah Sekarang aku akan mengalah Tapi nanti aku akan membuat nya membenci mu.. "Gumam kakek.
"HA.. HA.. HAAA... Karena aku ARGA SASTRAWIJAYA.. "Sambung nya.
***
Kediaman ardha.
"Hair ini abang akan pulang..jadi Ana akan kasih kejutan untuk nya.. "Gumam dhina senang.
Tutu.. Tutu.. Tutu..
"Halo!!. "Balas keisya via telfon.
"Assalammualaikum ukhti keisya... "Ucap dhina.
"Iya dhin kenapa.. "Tanya keisya.
"Ukhti malam ini kerumah Ana ya.. "Ujar dhina..
"Emmm, baik lah.. "Balas keisya..
Dhina pun menutup telfon nya..
Malam hari.
Dhina masih sibuk di kamar.
Tok.. Tok.. Tok...
"Ahh.. ukhti kei sudah datang... "Gumam dhina
Ia pun langsung berlari untuk membuka pintu..
Klekkk...
"Haii.... "Sapa keisya tersenyum.
"Assalammualaikum ukhti.. "Balas dhina
Dhina pun mempersilah kan keisya masuk..
"Neneek... "Panggil dhina.
"Nek tolong buat kan air dan camilan ya,, terus bawa ke kamar ana.. "Ujar dhina tersenyum.
Si mbok pun mengangguk.
"Yuk ukhti, kita ke kamar... "Ajak dhina.
Ia pun langsung menarik tangan keisya..
Sesampai nya di kamar.
Dhina pun langsung mengambil gamis nya di lemari.
"Ukhti pakai ini yaa.. "Ujar dhina tersenyum
"Aku gak bisa dhin,, akuu... "Ucapan keisya terhenti saat dhia menatap nya dengan tatapan memohon..
"Hemmm,, baik lah.. "Ucap keisya..
Dhina pun tersenyum.
Keisya pun langsung pergi ke kamar mandi untuk bergati pakaian..
Tok.. Tok.. Tok..
Suara pintu di ketuk.
tok.. Tok. Took..
"Hemmm, siapa yang datang.. "Gumam dhina..
Ia pun segera turun untuk membuka pintu.
**kleekkk**
"Abaaang,,, "jerit dhina
Ia pun langsung melompat dan memeluk ardha..
Ardha hanya tersenyum dan membalas pelukan adik nya itu.
"Yuk bang.. "Ajak dhina
__ADS_1
Menarik tangan ardha.
Ardha pun langsung dusuk di sofa.
"Dedek buatkan air dulu ya bang. "Ujar dhina.
Ardha pun mengaNgguk
Drapp.. Drapp..
Suara langkah.
Ardha pun langsung melihat ke arah suara.
Dan saat melihat ke arah suara
Ia pun langsung tertegun.
DEG.. Deg.. Deg..
Suara detak jantung ardha..
"bang,, ini aa..ir nya.. "ucapan dhina terhenti saat melihat abang nya terus melihat ke arah tangga..
Keisya pun terus memandang ardha.
"Emm,, ternyata abang diam itu karena melihat ukhti keisya.. "Gumam dhina..
Sifat jahil nya pun keluar..
"Ehem.. Eheeem... "Gumam dhina menggoda ardha dan keisya..
Mereka pun terkejut dan terlihst sedikit grogi...
Keisya pun turun..
Dan langsung duduk di damping dhina.
"Cantik.. "Gumam ardha.
"Apa baang.. "Tanya dhina.
"Enggak.. Bukan apa apa.. "Ujar ardha gugup.
Keisya pun tersenyum..
"Kei,, malam ini kamu canti mengenakan pakaian ini.. "Ucap ardha sedikit malu malu..
"makasih bang.."Balas keisya.
"Kalau boleh jujur, srbenar nya sku ingin mengenakan pakaian seperti dhina,, tapi aku gak bisa.. "Sambung keisya.
"Kenapaa?? ..."ucap ardha dan dhina bersamaan..
"Aku ingin jujur pada kalian,, selama ini kalian pasti bertanya tanya kenapa setiap kalian mengucapkan salam aku tidak pernah menjawab salam kalian,setiap kalian mengajak sholat berjamaah di kampus aku selalu memberi alasan untuk menolak... Itu semua karena kita beda... "Ujar Keisya.
"Beda gimana ukhti... "Tanya keisya.
Keisya pun langsung melepas hijab nya.
"Dari awal kita kenal Kalian belum tau nama lengkap ku kan.. Sebenar nya nama lengkap ku KEISYA KRISTIANINGRUM..aku ber agama kristen, dan itu adalah perbedaan kita.. "Ujar nya..
Ardha dan dhina pun terkejut..
"maaf ukhti.. Ana enggak Tau! Jika ana tau pasti aNa tidak akan maksa ukhti mengenakan pakaian ini.. "Ucap dhina sedikit menyesal.
"Enggak kok, harus nya aku yang bilang maaf karena dari awal aku udah gak jujur.. "Ujar keisya
Dhina pun langsung memeliakeisya..
"Ukhti kenapa gak jujur dari awal... "Tanya dhina
"Kalian sangat baik,, aku takut jika kalian mengetahui yang sebenar nya kalian tidak ingin beteman dengan ku lagi.. "Ujar nya.
Keisya pun mulai menangis..
Dhina pun langsung memeluk keisya..
"meski kita beda agama,, tapi ukhti tetap sahabat kita.. "Ucap dhina.
Keisya pun menatap wajah dhina dengan sendu.
Dan keisya pun langsung memeluk dhina..
"Anti enggak perlu takut dan malu meski kita beda agama kita tetap masih bisa jadi teman baik.. "Ujar ardha berusaha menghibur..
"Terimakasiih.. "Balas keisya.
Ia merasa iba.
__ADS_1
Ini pertama kali nya ia menemukan sahabat tanpa memandang perbedaan agama...
***