
ke esokan hari nya.
pagi pagi sekali dhina sudah bersiap untuk kerumah angga..
"dedek,pagi pagi kok udah siap aja?.mau kemana niii.."tanya Ardha.
"ana mau ngerjain tugas di rumah angga.."ucap nya sambil mengemasi barang yang akan di bawa nya.
"dedek gak apa apa gitu pergi sendiri.."ujar ardha sedikit cemas.
"iya abang ana gak papa kok.."balas ny tersenyum
"hmmm..ana sendiri yang hawatir.."batin ardha tersenyum.
dhina pun bergegas.
"bang ana pergi dulu,assalammualaikum..."ucap dhina
sambil berlari menuju mobil nya..
"waalaikumsalam.."balas Ardha
ia terus melihat mobil dhina melaju hingga tak terlihat lagi.
kediaman sastrawijaya.
dhina pun sampai di kediaman angga.
tok..tok..tok..
"assalammualaikum.."ucap dhina sambil sesekali mengetuk pintu.
klekk..
dhina terkejut karena angga sendiri yang membuka pintu nya.
ia mengira itu pembantu nya..
"assalammualaikum kak angga.."sapa dhina sedikit gugup.
"masuk lah.."balas nya.
dhina pun masuk mengikuti angga.
"kenapa sepi sekali ya.."batin dhina sedikit cemas.
"emmm,kak kenapa rumah kakak kok sepi nian ya..apa di rumah ini tak ada pelayan.."tanya dhina .
"iya kakek ku masih di kantor,kalau pembantu ada di belakang.."jawab nya..
"ya udah yuk kita ke kamar..."ajak angga..
"aaahh..ke..kenapa harus kekamar kak..."ujar dhina sedikit takut.
"huuh,,kan kita mau bikin tugas.."ucap nya..
"gak ah kak..kita kan bukan muhrim jadi gak boleh berduaan.."balas dhina.
"bukan nya sekarang kita lagi berduaan juga kan.."ucap angga.
"tapi kan kalau disini setidak nya ada pelayan rumah kakak di dapur.."balas dhina.
angga mulai kesal
"alah cewe munafik,sok suci banget sih.."ujar angga dengan kasar.
"cukup kak,,ana mau pulang kita gak perlu lanjutin bikin tugas nya.."ucap dhina sambil mengemasi buku nya..
dengan emosi dhina pun langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.
angga yang melihat dhina akan keluar.
dengan cepat ia menarik tangan dhina.
dhina yang terkejut karena tangan nya tita tiba di tarik angga..
"kak..lepasin tangan ana.."jerit dhina ketakutan..
bukan nya melepas tangan dhina justru angga dengan kuat menarik tangan dhina...
meski dhina sudah meronta ronta berusaha melepaskan tangan angga dari pergelangan nya.
tangan angga yang menggenggam tangan dhina dengan kuat membuat semua usaha dhina sia sia..
pembantuyang mendengar teriakan dhina langsung berlari ke arah sumber suara.
"tuaaan..anda mau ngapain tuan angga.."panggil salah satu pembantu rumah itu.
angga yang mendengar teriakan pembantu nya langsung menghentikan langkahnya.
"kalau kalian berani buka mulut..kalian semua saya pecat..paham.."ujar angga dengan kasar..
angga pun membawa dhina ke dalam kamar nya.
angga pun langsung melempar tubuh dhina ke atas ranjang..
klekkk..
angga pun langsung mengunci pintu kamar nya.
dhina langsung berdiri saat ia tau julika pintu kamar nya di kunci oleh angga.
angga pun mulai berjalan bendekati dhina..
__ADS_1
"kak..kakak..mau ngapain,jangan dekati ana.. "ujar dhina
ia sangat ketakutan ketika langkah angga mulai mendekati nya..
"kak ana mohon lepasin ana.."ucap dhina memohon
"huuh..kemana gadis pemberani itu pergi..kemarin dengan berani nya kamu menampar ku di depan umum,sekarang kemana pergi nya keberanian itu.."ujar angga dengan senyuman yang membuat orang takut..
"huuh..dasar cewe munafik..gue jijik lihat cewek model kaya elo.."sambung nya.
"ana minta maaf..tapi tolong lepasin ana.."pinta dhina
ia terus memohon tapi angga tidak mendengar permohonan dhina.
dhina pun mulai menangis..
"hemmm sekarang gue mau lihat seperti apa wajah cewe aneh ini.."gumam nya.
angga terus mendekati dhina.
ia berusaha menghindar.
brugkh..
tanpa ia sadari ia berjalan mundur membuat nya tidak melihat ke arah belakang..
ia pun terjatuh ke tepi ranjang.
"hemmm..sekarang kita lihat seperti apa tampang loo.."ujar angga.
ia memegang cadar dhina..
"jangan kak,ana mohon.."ucap dhina
tapi angga tetap tidak menghirau kan teriakan dhina..
dengan kuat angga menarik cadar dan hijab dhina..
itu membuat hijab dhina terlepas dari kepala dan wajah nya.
angga pun langsung menatap dhina.
wajah cantik yang basah penuh engan air mata dhina..
"ternyata cewe aneh ini punya paras yang sangat cantik.."batin angga.
"kak anggga tolong jangan..teriak dhina..
"teriak lah sekencang kencang nya,toh ****0 gak ada yang tolong kan..."ujar angga
ia pun mulai membuka pakaian nya di lanjut kan dengan membuka celana nya.
dhina pun langsung teriak..
"tolong bang..,bang Ardha toloong anaa.."jerit dhina
angga langsung **** tubuh dhina dan membuka gamis yang di kenalan dhina..
"kak..ana mohon jangan lakuin itu,ana mohon lepasin ana..."ujar dhina sendu.
dhina terus menangis membuat suara nya menjadi serak..
"eemmmm...."teriak dhina karena angga langsung melumat bibir dhina dengan kasar nya..
dhiana yang saat itu terus meronta ronta berusaha melepaskan diri.
namun tetap tidak berhasil.
pagi itu kehormatan dhina telah di renggut paksa dari nya.
oleh laki laki yang tidak ia cintai..
"uuhhh..emmmmm...."desah angga..
ia pun langsung terbaring lemah di samping dhina.
dhina terus menangis meratapi nasib nya.
angga yang kelelahan pun langsung tertidur..
melihat angga tertidur.
dhina langsung mengambil gamis nya dan mengenakan nya..
ia pun langsung berlari keluar kamar ..
ia keluar tanpa mengenakan hijab dan cadar nya lagi..
para pembantu yang melihat dhina berlari keluar dari kamar dalam keadaan menangis terisak isak sendu..
"kasihan nasip wanita itu,.."gumam salah satu pembantu angga.
dhina pun segera melajukan kendaraan nya dengan kecepan tinggi...
"ya allah,kenapa nasib ana begitu buruk,ana sudah kehilangan abi dan ummi,sekarang ana juga harus kehormatan ana telah di renggut seorang pria bajingan dengan paksa..."ujar nya..
"sekarang ana sudah menjadi wanita yang kotor..seharus nya ana mendengarkan ucapan bang Ardha untuk tidak datang ke rumah sastrawijaya...lihat sekarang ana adalah wanita yang sangat kotor.."sambung nya.
ia terus melajukan kendaraan nya dengan cepat..
sesampai nya di rumah.
dhina langsung berlari sekuat tenaga..
__ADS_1
"eh dedek dah pu....."ucap Ardha terhenti saat melihat dhina langsung berlari ke atas dalam keadaan kusut dan menangis..
"dek..dedek.."panggil Ardha
"dedek tungguuuu.."teriak Ardha memanggil.
tapi dhina tidak memperdulikan panggilan Ardha.
ia terus berlari kekamar nya..
BLAMMM..
dhina langsung masuk dan membanting pintu kamar.
Ardha yang merasa cemas dengan keadaan adik nya langsung menelfon rian dan sarah.
setelah menelfon ia segera menyusul ke atas.
di dalam kamar.
dhina duduk di atas tempat tidur ia terus saja menangis.
"ummiii,abiii..."jerit dhina.
"ana ingin ikut kalian,ana sekarang sudah kotor,apakah allah akan mengambil surga dari kalian karena sekarang ana bukan lagi wanita yang suci.."jerit nya
ia terus menangis dan memukuli wajah nya sendiri..
ia menatap wajah nya di cermin dan menatap bayangan nya sambil memegang pipi nya dengan lembut..
dan ia pun teringat kejadian yang baru ia hadapi..
"wajah ini kini begitu menjijik kan dan begitu hina...."ucap nya dengan kesal.
dengan amarah dhina langsung melempar ponsel nya kearah cermin..
PRAANGGKK..
Cermin rias dhina pun pecah.
rian dan sarah yang saat itu tiba di rumah Ardha pin langsung menyusul Ardha ke atas..
"Ardhaa..di mana dhina.."tanya rian dengan raut wajah yang penuh kecemasan..
"dedek masih di dalam,dedek pun mengunci pintu nya..dari tadi ana mengetuk pintu kamar nya tapi dia tetap diam..gimana ini paman ana takut terjadi apa apa dengan dedek.."ucap Ardha penuh dengan ketakutan..
"jangan seperti itu,semoga saja tidak terjadi apa apa dengan dhina.."balas sarah sambil menepuk pundak Ardha dan berusaha menenangkan Ardha..
"dha,di mana kunci kamar cadangan nya.."tanya rian.
Ardha pun langsung tersadar dan ia pun langsung berlari ke kamar..
"di mana kunci itu."gerutu Ardha kesal.
ia membuka lemari membuka semua laci kamar nya..
."aah..ini kunci nya.."teriak Ardha senang..
ia pun langsung kembali ke kamar dhina.
"paman..ini kunci nya.."ujar ardha.
rian pun segera membuka kunci kamar dhina..
KLEEKKK...
rian,sarah dan Ardha pun masuk..
Ardha melihat dhina duduk termenung di tempat tidur sambil mrnsngus..
Ardha pun berusaha mendekati dhina..
"jangaaan..jangaang dekati ana.."teriak dhina dengan histeris..
Ardha yang melihat keadaan adik nya merasa terpukul.
"tolong baaang...bang Ardha toloooong..ana takut.."jerit nya dengan histeris..
"deek..ini abang,,bang Ardha.."ucap Ardha.
ia terus berjalan pelan mendekati dhina..
"jangaaan...jangaaan...tolooong ana bang Ardha.."teriak dhina.
Ardha pun mulai dekat dengan dhina ..
saat mulai dekat Ardha pun langsung memeluk dhina dengan erat..
"bang tolong..tolongin ana bang...ana takut. "gumam dhina.
"bang tolong dedek..dia datang dia dataang diia menarik dedek,dia memaksa dedek,,tolong dedek,,dedek takut ..."ucap dhina dalam gumaman nya..
"dia siapa dek.."tanya Ardha..
"diaa..diaa.."ucapan dhina terhenti.
karena menangis terus ia pun kelemahan dan tertidur...
"ya sudah,biar kan dia istirahat sekarang kita tunggu di bawah aja.."ujar rian..
sarah dan Ardha pun mengangguk..
mereka pun segera turun...
__ADS_1
di dalam kamar dhina tertidur dalam keadaan air mata masih terus keluar dari mata nya yang terpejam...
...