
setelah acara pernikahan selesai semua orang pun berkumpul di rumah bekas abi nya zara dulu.
"ehem,eheem pengantin baru ini kok dari tadi diam aja sih,"ujar dhina menggoda
Ardha pun tersenyum sambil menatap keisya
keisya langsung tersipu malu membuat pipi nya menjadi merah merona
"dedek,sudah ah jangan ganggu abang terus,lihat tu pipi mereka jadi merah,"ucap sarah menambah
semua pun langsung tertawa
"bibiik,,"gumam Ardha dengan malu
"hahaa,ternyata abang nya dedek bisa malu juga,"sambung dhina yang terus saja menggoda Ardha dan keisya
semua pun tertawa.
"maa,aku keluar dulu ya ,aku mau cari angin,"bisik alam
anggi pun mengangguk.
"saya buat air dulu ya,,"ucap sarah ia pun segera pergi
Anggi langsung menyusul sarah.
"emmmmm!!!"gumam dhina menutup mulut nya ia pun bergegas ke belakang
"dhiin,mau kemana"panggil angga
tapi dhina terus berlari.
"huhhh,"gumam angga menggeleng kan kepala nya.
dhina berlari masuk ke dalam kamar mandi
"huweekk,,huweeekk,"suara dhina muntah muntah di kamar mandi
anggi dan sarah yang saat itu berada di dapur mendengar suara dhina pun langsung berlari
tok tok tok
"sayaang,kamu gak kenapa napa kan,"panggil anggi dengan cemas
"deek,dedek kenapa,apa dedek sakit."ucap sarah dengan cemas sambil mengetuk pintu WC
"ana gak ap!!..huweekkk!!"balas dhina
ucapan nya terhenti karena ia merasa ingin muntah lagi
setelah hampir lima menir di WC dhina pun langsung keluar
klekk!!
"sayang kamu gak apa apa,"tanya anggi dan sarah bersamaan.
"emm,gak kok bik,maa ana gak kenapa napa kok,hanya saja kepala ana sedikit pusing dan ana merasa mual,mungkin masuk angin,"balas dhina mengelap mulut nya
anggi dan sarah saling pandang raut wajah khawatir kini berubah jadi terlihat senang
anggi pun mendekat
"sayaang,jangan jangan kamu hami!"ujar anggi memegang lembut kepala dhina
"iya sayang,mungkin kamu lagi hamil."timpal sarah tersenyum
dhina pun terkejut dan sedikit tidak percaya apa yang di katakan sarah dan anggi
"gak mungkin bik,maa ana pasti cuma masuk angin karena kecapean dan kurang istirahat,ya udah ma bik ana balik duluan kekamar ya"ujar dhina
"uya sayang,sebaik nya kamu banyak istirahat jangan sampe kecapean ya,,"ucap anggi
cupo
anggi pun mencium lembut kening dhina
dhina pun langsung pergi.
__ADS_1
di luar pesantren
alam dan rian sedang mengobrol
"mas alam,aku masih yakin kalau kamu itu fahmi,apa kamu gak ada sedikit pun mengingat masa lalu mu,"tanya rian.
"rian,aku mau jujur dengan mu,"ucap alam
"iya. ada apa mas"tanya rian sedikit penasaran.
"sebenar nya sebelum pergi kesini waktu aku masih di luar negri,aku sudah mengingat semua masa lalu ku,tentang zara,Ardha dan dhina"sambung alam
rian pun tertegun mendengar nya
ia pun langsung memeluk alam
"kenapa kamu gak bilang dari awal,sekarang kita temui dhina dan Ardha mereka pasti bahagia karena ternyata masih hidup,"ucap rian sambil menarik tangan alam
"tungguuu,aku gak bisa bilang sekarang"ujar alam menahan rian.
rian pun terkejut dan langsung menghentikan langkah nya
"kenapa gak bisa,apa kamu tidak ingin memeluk Ardha dan dhina,apa kamu tidak merindukan nya,,"tanya rian dengan keras
"bukan itu,tapi anggi atau zara dia belum mengingat sedikit pun masa lalu nya.dan saat aku bilang pada kakek angga tuan sastrawijaya bahwa aku sudah mengingat masa lalu ku dan akan bilang pada angga jika kami akan kembali pada Ardha dan dhina,ia mengancam ku,bila aku memberitahu semua nya pada angga maka dia akan menyakiti dhina,,aku tidak mau jika anak anak ku di sakiti maka dari itu aku belum berani mengungkap semua nya,,"ujar alam menceritakan semua detail nya pada rian
rian pun langsung menggertak kan gigi dan mengepalkan tangan nya dengan penuh amarah
"kurang ajar,dasar kakek tua bangka,aku akan hajar habis habisan dia.."ucap rian dengan emosi
alam pun menepuk nepuk pundak rian
ia berusaha menenangkan sahabat nya itu,
rian memandang wajah fahmi dan memeluk nya dengan erat.
"aku merindukan mu fahmi,aku,sarah,Ardha dan dhina begitu terpukul saat mendengar kau dan zara sudah tiada,terutama dhina ia benar benar sangat terpukul,aku begitu tidak tega melihat nya seperti itu."ujar rian masih dalam keadaan memeluk fahmi
mereka pun terbawa suasana dan menangis bahagia.
fahmi dan rian pung bergegas mengusap air mata nya.
"iyaaa,kita akan menyusul,"jawab fahmi
anggi pun langsung kembali kedalam
"yuk masuk."ajak fahmi rian pun mengangguk
sedangkan Dhina sendirian dikamar ia asik mengemil
"hemm,ana ingin makan yang seger seger deh,makan apa ya?"gumam nya
ia pun langsung mengambil ponsel nya
semua orang sudah berkumpul di ruang makan
derrrtt!!
ponsel angga bergetar
"pesan dari dhina,"batin angga ia pun membuka pesan nya
ISI PESAN DHINA: kak sini kekamar dulu bentar,kepala ana sakit..
angga pun terlihat sedikit bingung.
"angga,ada apa sayang"tanya anggi yang saat itu ia melihat angga sedikit kebingungan.
"emm,kata nya dhina lagi pusing,jadi dia menyuruh ku untuk kekamar,"ucap angga
"emm,pergilah nak,"ujar anggi tersenyum
angga pun mengangguk.
ia pun bergegas ke kamar.
dikamar
__ADS_1
"kenapa din,,"tanya angga menghampiri dhina yang sedang duduk di tempat tidur.
"kak,ana ingin makan yang seger seger ni,buat kan ans rujak dong,"ujar dhina dengan manja
"apaaa!!..malam malam gini mau makan rujak,gak takut sakit itu perut"ujar angga terkejut
"enggak akan,buat kan ya kak,yaa,yaaaa!!.."pinta dhina manja sambil mencium pipi angga
"huh,baik lah aku buat kan,"ucap angga
dhina pun langsung tersenyum
angga pun berlalu pergi
"dasar manjaa,"gumam angga.
di dapur angga langsung membuka kulkas
"hanya ada jambu di sini,,"gumam angga
ia pun segera menyuci dan memotong motong jambu.
ia pun melanjutkan dengan menggiling bumbu rujak nya
di ruang makan
"aku akan mengambil air minum lagi di belakang"ucap anggi
semua orang melanjutkan makan nya.
anggi pun langsung pergi ke dapur.
"angga,ngapain kamu di dapur nak,"tanya anggi terkejut melihat angga sibuk di dapur
"gadis aneh itu malam malam ingin makan yang seger seperti rujak ini,gak takut sakit perut nya apa"balas angga kesal
anggi pun tersenyum dan menghampiri nya
"jangan jangan istri mu lagi hamil deh,tadi muntah muntah sekarang tiba tiba ingin makan yang segar ,"ucap anggu
angga pun terkejut.
"apaa!!!mama jangan becanda deh"balas angga
"angga sudah siap ,angga duluan ya ma"ujar angga
anggi pun mengangguk.
**
"ini rujak nya,,"ujar angga menyerahkan pada dhiba
"makasih sayaaa,"ucap dhina dengan manja
nyaamm
"haaahh,pedas pedas,pedas nian kak,"teriak dhina kepedasan
ia pun segera minum air putih banyak banyak
"masak sih ah,padahal tadi kasih cabe nya sedikit lo"ucap angga
ia pun mengambil rujak di meja dan mencucipi nya
"waah beneran pedas,,"gumam angga
"ya udah makan aja,kan tau aku gak bisa bikin nya,masih nyuruh aku lagi,"ujar angga
"gak mau,ana tetep mau,buat kan lagi yang baru,ana ingin nian memakan nya"ucap nya dengan manja dan sedikit merengek
"emm,oke okee akan ku buat kan lagi"balas angga sedikit kesal
ia pun kembali ke dapur
"jangan jangan bener hamil deh,beberapa hari ini tinggal nya berubah ubah*gumam angga
akhir nya mau gak mau ia pun harus membuat yang baru.
__ADS_1