Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
perubahan


__ADS_3

di kediaman angga.


di dalam kamar angga berbaring di atas ranjang


"haaahhh,,kenapa sih dari tadi gak bisa tidur,"ujar nya berguling guling di atas tempat tidur


"kenapa ya kok aku jadi kangen si cewe aneh itu sih,"sambung nya menenggelamkan wajah nya di bantal.


angga terlihat sangat


kediaman Ardha


"masak iya sih yang di bilang bibi,kalau ana lagi hamil,"gumam dhina yang sedari tadi terus saja memikir kan kata kata sarah dan keisya


"aahh,udah ah ana mau tidur"sambung nya sambil memejam kan mata nya


di kamar Ardha


"bii!!"panggil keisya dengan lembut


"hmmm"balas Ardha


"umi rasa,dedek lagi hamil deh,"ujar keisya


"haaah!!"balas Ardha terkejut


"iya,bukan umi aja yang merasa seperti itu tapi bibik dan tante anggi juga merasakan hal yang sama,"ucap keisya melihat ke arah Ardha


Ardha hanya terdiam


"abii,"panggil keisya


"hmm"ucap Ardha terkejut


"iya umi kenapa?"tanya Ardha


"kok abi yang tanya,harus nya kan umi yang tanya,abi kenapa melamun,"ucap keisya


Ardha hanya menggeleng kan kepala dan tersenyum


"ya udah lah,yuk kita bobok,"ajak Ardha


keisya pun langsung memanyun kan bibir nya


"iihhh,gemezz banget deh sama istri abi yang cantik ini,"ujar Ardha mencubit pipi keisya dengan gemas nya


"aawww,abiik sakit tauu"jerit keisya


ia pun langsung tidur dan menarik selimut nya


"uuh,istri abi ini lagi ngambek yaa,"ujar Ardha tersenyum dan ia pun terus menggoda keisya sambil memeluk keisya dari belakang.


pagi hari


kediaman sastrawijaya


angga baru bangun dari tidur nya


"hemmmm,"gumam angga sambil menggosok gosok mata nya


angga pun segera pergi mandi


setelah mandi ia pun mengenakan pakaian santai


"dhiin,mana sarapan ku,!!"panggil angga


namun dhina tidak menjawab


"dhii,dhinaaa!!"panggil angga ia terus memanggil manggil dhina


"ya ampun,gue lupa,kalau semalam dhina menginap di rumah Ardha,"ucap angga


ia pun bergegas mengambil kunci mobil nya dan turun


"pagi ma,pa,kek,,"sapa angga di meja makan

__ADS_1


"pagi"jawab mereka bersamaan


"yuk makan saya,'ajak anggi


"enggak ah mah,angga belum lapar!"ucap angga menolak


"angga pergi duluan ya maa,"ucap angga


ia pun berlalu dan pergi


"angga tungguu!!"panggil kakek


angga pun langsung menghentikan langkah nya


"ia keek,"jawab angga


"kamu sepagi ini mau kemana?"tanya nya


"angga akan kerumah Ardha,jemput dhina"jawab angga


"dasar gadis tak tau diri,makin lama dia semakin berani,bahkan cucu ku pun sampai harus menjemput nya,kakek mau kamu segera menceraikan nya.."ujar tuan sastrawijaya


angga langsung terdiam begitu juga anggi mereka langsung tertegun mendengar kata kata kakek nya


alam mulai terlihat emosi


BRAKKK


alam langsung memukul meja dengan kuat


semua orang terkejut


"sudah cukup paa,kenapa papa selalu bicara buruk tentang dhina,"teriak alam dengan kesal


"tutup mulut mu,jaga ucapan mu itu,"balas tuan sastrawijaya


"selama ini saya selalu diam mendengar ucapan papa tentang dhina mau pun keluarga,"ujar alam kesal


"kauuuu,berani menentang ucapan ku,"ucap tuan sastrawijaya dengan tatapan sedikit mengancam


"sudah mas,tenang dulu kita kan nisa bicara baik baik tanpa emosi,"ucap anggu menenangkan


"angga!!jaga ucapan mu,sekarang kamu sudah mulai membantah ucapan kakek dan bicara tidak sopan pada kakek"bentak tuan sastrawijaya dengan kesal


"maaf kek,angga tidak bermaksud membantah,tapi angga ingin menjalani kehidupan angga sendiri dengan dhina angga sangat mencintai nya,maaf kek"ucap angga


ia pun langsung pergi keluar


alam pun langsung tersenyum


"ciiih,,"gumam tuan sastrawijaya


ia pun berlalu meninggal kan al dan anggi di meja makan.


"maas,kamu harus sabar saat bicara pada papa,kamu kan tau kalau papa bisa melakukan apapun jika ia tidak suka terhadap sesuatu,aku takut papa akan melakukan sesuatu sama mas,"ujar anggi


"dia itu bukan papa kamu,dia itu adalah orang yang sangat kejam"ujar alam


Plaakkk..


anggi langsung menampar alam


"cukup mas,meski mas sangat membenci papa,tapi kamu gak berhak bilang tentang papa seperti itu,meski papa hanya orang tua angkat ku tapi aku menyayangi nya,"ujar anggi sedikit kesal


anggi pun langsung pergi ke kamar


"maa,!"panggil alam


ia pun berusaha mengejar anggi


"maa,papa minta maaf,papa gak bermaksud bilang begitu,papa tadi hanya terbawa suasana,"ujar alam


anggi hanya diam dalam tangis nya


alam terus berusaha membujuk nya

__ADS_1


**


kediaman Ardha


tok..tok..tok


"assalammualaikum "ucap angga sambil terus mengetuk pintu


"wa'alaikumsalam,bentar"jawab keisya dari dalam


"aku buka pintu dulu yaa"ucap keisya


Ardha dan dhina mengangguk


mereka pun melanjut kan sarapan nya


klekk


keisya membuka pintu


"angga!!"gumam keisya sedikit terkejut melihat angga yang datang


"assalamualaikum, kak"sapa angga tersenyum


"wa..wa'alaikum salam"balas keisya gugup


ia masih terlihat kaget


"dhina nya ada kak?"tanya angga


"oh,eh,iya ada silah kan masuk,"ucap keisya mempersilahkan angga pun mengangguk


mereka pun menyusul Ardha dan dhina di meja makan


"assalamualaikum bang ardha,dhina"ucap angga


Ardha dan dhina pun langsung menoleh ke arah suara


"kak angga"gumam dhina tertegun


"angga!!"sambung Ardha


"yuk,ikut sarapan,"ajak keisya


"gak usah kak,"Jawab angga


gerrrohh (suara perut angga)


"pefff"gumam dhina tertawa kecil


"udaah,gak usah kak,yuk sini kita makan bareng"ujar dhina


angga pun mengangguk


mereka makan sambil sesekali tertawa


"begitu hangat suasana di sini,beda saat di rumah ku,saat makan pun pasti ada suasana tegang,sedangkan mereka terlihat santai dengan tawa bahagia ini adalah yang nama nya keluarga yang sebenar nya..."batin angga


melihat kearah dhina


"abaaaang,itu punya dedek,!"ucap dhina


"kan abang yang dapat duluan,berarti jadi punya abang,"balas angga sambil menggigit ayam goreng nya


"abaang"teriak dhina manja ia pun langsung memanyun kan bibir kecil nya


"udah,,udaah,kalian ini bukan anak kecil lagi masih saja berebut makanan,di dapur masih ada kok,"ucap keisya mengusap lembut kepala dhina


"dia terlihat bahagia,selama menikah aku belum pernah melihat nya tertawa dengan begitu lepas,sekarang aku akan berusaha membuat nya bahagia dan tak kan pernah merasa seperti juh dari keluarga nya"batin angga tersenyum


"kak,kenapa senyum sendiri,di makan makanan nya."panggil dhina


"iyaa,ni aku makan"balas nya tersenyum


mereka makan sambil bercanda

__ADS_1


angga pun ikut tertawa


kini angga dan Ardha terlihat lebih akrab


__ADS_2