Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
air mata (2)


__ADS_3

pagi hari


sudah dua hari dhina terus mengurung diri di kamar..


tok..tok..tokk...


Ardha terus mengetuk kamar dhina.


klekkk..


dengan pelan Ardha membuka pintu kamar.


ia melihat dhina masih terus menangus dan sesekali melamun..


"dedek,kita makan dulu yuuuk..."ajak Ardha dengan lembut.


dengan pelan dhina melihat ke arah Ardha yang membawa semangkuk bubur..


ia terus menatap Ardha dengan tatapan sendu.


wajah pucat dengan mata yang bengkak akibat ia terus menangis..


itu semua membuat hati Ardha sangat hancur..


ia pun menghampiri dhina dan memeluk nya..


"abang.."gumam dhina lirih.


"iya dek l,kenapa..."tanya Ardha.


"apa allah akan mengambil surga dari ummi dan abi.. "tanya dhina pelan.


"enggak..allah gak akan mengambil surga itu dari abi dan ummi,karena abi sama mmi adalah orang orang baik dan karena dedek udah jadi anak yang sholeha..pasti allah akan kasi tempat paling indah di surga untuk ummi dan abi. "balas Ardha sambil mengelus pelan rambut dhina dan sesekali mencium kepala adik nya itu..


"tapi bang,sekarang ada sudah sangat kotor dan menjijik kan,.karena allah membenci orang yang berbuat zina.."sambung dhina..


arda pun langsung menatap wajah adik nya itu..


"dengar ya dek,,dedek tetap jadi wanita yang bersih ,suci,dan wanita baik ..karena kejadian itu bukan keinginan dedek..tapi dedek adalah korban dari laki laki bejat itu.."ujar Ardha.


dhina pun hanya diam mendengar kata kata dari ardga..


"ya udah sekarang kita bukan dulu ya.."ucap Ardha


ia pun menyuapi dhina..


baru dua suapan dhina sudah menggelengkan kepala..


tanda ia tidak menginginkan kan nya lagi..


dhina pun langsung berbaring dan membelakangi Ardha..


Ardha pun tidak bisa memaksanya lagi..


"ya udah..dedek istirahat aja ya,abang sayang sana dedek.."ujar Ardha mengecup kening dhina.


ia pun segera keluar dari kamar nya dhina..


"dedek juga sayang abang,,"gumam nya dengan pelan.


hampir satu jam dhina duduk terdiam.


ia pun berdiri tiba tiba dan ia membuka laci meja nya..


dan ia menemukan sebuah gunting..


dhina pun segera mengambil gunting dan langsung duduk di tepi ranjang.


"bang,,maafin dedek,dedek sayaang banget sama abang!!..tapi ana gak sanggup menghadapi semua ini,,ana kangen ummi sama abi,ana ingin ikut mereka,,ana sayang abang...maafin dedek bang..."gumam dhina lirih.


jleebbb..


"aaaaaa....."jerit dhina kesakitan.


siang hari.


Ardha naik ke atas dengan membawa semangkuk bubur untuk dina.


"sekarang waktu nya dedek makan siang.."ujar Ardha sedikit tersenyum


ia mulai sedikit lega karena dhina sekarang sudah mulai mau di ajak bicara..


klekkk...


Ardha pun membuka pintu dengan pelan.


praaaangggg....


mangkuk bubur yang ia pegang langsung terjatuh dan pecah..


ia sangat syok saat melihat dhina terbaring di tempat tidur.


dengan lantai bersimbah darah..


lantai penuh darah yang keluar dari pergelangan dhina dengan gunting yang masih tertancap di pergelangan tangan nya..


"dedeeeeeeeeek..."jerit Ardha histeris.

__ADS_1


si mbok yang mendengar teriakan Ardha dari kamar dhina pun langsung berlari menghampiri Ardha..


"ada apa deeen.."ujar nya.


ia terkejut melihat Ardha menangis sambil memeluk dhina di pangkuan nya.


dengan badan penuh dengan darah dhina..


"deek..dedeeekk..bangun.."jerit ardha histeris


"akan abang bunuh laki laki biadab itu,gak akan abang ampuni dia..gara gara dia sekarang keadaan dedek jadi seperti ini.."sambung nya dengan raut wajah yang penuh amarah dan kebencian dari mata nya.


si mbok pun langsung berlari turun.


dengan cepat ia menghubungi rian


tuut..tuut..tuut..


"halo.."jawab sarah via telfon.


"halo..non sarah ..non dhina..non dhinaa.."ujar nya dengan panik..


"ia biik..non dhina kenapa.."tanya sarah ..


saat itu ruan yang sedang bersama sarah di ruang tamu langsung berdiri saat mendengar ucapan sarah yang terdengar cemas..


"ada apa bik..kasih tau saya ada apa..kenapa dengan dhina.."ujar sarah dengan cemas.


"non...non dhina bunuh diri.."ucap si mbok.


kletaaakkk ..


gagang telfon yang sarah pegang terjatuh..


sarah pun langsung terduduk lemah..


spontan rian terkejut dan menghampiri sarah yang tengah terduduk lemah..


"maa..mama kenapaa.."tanya rian cemas melihat istri nya yang terduduk lemah itu.


"paah..papaaa..dhina..dhinaaaa..."teriak sarah...


"iya kenapa dengan dhina!!.."tanya rian yang mulai cemas..


"dhinaaa...dhina bunuh diri paaaa.."ujar sarah dengan isakan tangis..


"apaaaa..dhinaaa.."ucap rian terkejut saat mendengar kabar tersebut...


setelah menenangkan sarah ia pun langsung pergi ke rumah Ardha..


"dedeeeeek..."jerit sarah saat ia masuk ke dalam kamar


dan melihat baju Ardha penuh darah dan di pergelangan tangan dhina tertancap sebuah gunting..


sarah pun menangis histeris..


rian pun langsung menelfon mobil ambulan.


...


dhina pun segera di lari kan ke rumah sakit..


dhina pun masuk ke dalam ruang oprasi.


ia menjalani oprasi untuk mencabut gunting dari pergelangan tangan nya..


di luar ruangan.


Ardha terduduk diam karena ia masih syok dengan kejadian barusan.


gak lama pun keisya yang mendengar kabar tersebut langsung menyusul ke rumah sakit tempat dhina di rawat..


sesampai nya di sana ia melihat


Ardha terduduk diam


sedangkan rian,dan sarah mondar mandir di depan pintu ruang oprasi.


ia pun menghampiri Ardha..


"kaak.."panggil keisya.


Ardha pun langsung menoleh ke arah keisya..


Ardha memandang keisya dengan tatapan sendu.


keisya yang melihat tatapan Ardha merasa iba.


ia pun langsung memeluk Ardha..


Ardha yang merasa sedikit putus asa dengan beban yang ia hadapi saat ini.


merasa nyaman dalam pelukan keisya..


"sabar ya kaak.."ujar keisya menenangkan Ardha.


"Ardha,,sebenar nya apa yang terjadi.."tanya rian

__ADS_1


"semua ini gara gara keluarga sastrawijaya itu..******** itu yang sudah membuat keadaan dhina jadi seperti ini.."ujar Ardha dengan nada bicara penuh amarah.


ia pun langsung berdiri.


"sekarang juga ana akan habisi ******** itu..."ucap Ardha dengan emosi


ia pun langsung berjalan dengan cepat..


"cepat hentikan dia,jangan sampai dia melakukan kesalahan yang membuat nya susah nanti. "ujar ruan cemas..


keisya pun langsung berlari mengejar Ardha..


"kaak..kakaaa..."panggil keisya


tapi Ardha tetap tidak mau berhenti saat mendengar panggilan keisya.


karena sekarang hati dan jiwa nya sudah dikuasai amarah dan kebencian.


Ardha pun langsing melajukan mobil nya dengan cepat..


krisya pun mengikuti nya dengan naik mobil nya sendiri..


semampai nya di kediaman sastrawijaya..


Ardha turun dengan keadaan penuh amarah.


"anggaaa..anggaaaa..keluar kamu ********.."teriak Ardha di depan rumah angga .


"siapa sih yang sedang buat masalah di depan rumah ku.."gumam kakek angga.


"heeiii..lihat siapa yang teriak teriak di luar..."ujar sastawijaya.


"baik tuhan besar.."jawab salah satu pembantu..


angga yang saat itu sedang di kamar mendengar orang berteriak memanggil nama nya itu...ia langsung keluar..


"siapa kek di luar..berisik banget. "ujar angga kesal.


ia pun segera turun.


"angga..kamu mau kemana.."panggil kakek sastrawijaya.


"angga mau lihat siapa sih di jam segini cari masalah sama kita."jawab angga..


angga pun langsung membuka pintu.


saat itu Ardha melihat angga yang membuka pintu.


ia pun langsung menghampiri nya dan


bug..bug..bug..


Ardha memukul angga sekuat tenaga.


itu menyebabkan angga meringis kesakitan..


pembantu yang melihat angga di pukuli pun langsung berlari memberitahu kakek angga...


"tuan..tuan besar..di luar tuan muda sedang di pukuli seorang laki laki. "ucap pembantu itu .


kakek angga yang mendengar pun segera turun..


"penjaga..penjaga..."panggil kakek angga..


para penjaga pun segera datang..


"tolongin angga..dan habisi peria yang sudah memukuli cucu ku itu.."ujar nya kesal..


"baik tuan.."jawab mereka..


mereka pun segera melepaskan angga dari genggaman Ardha..


para penjaga itu pun langsung memukuli ardha.


"kak..kak Ardha.."teriak keisya yang saat itu baru sampai.


ia berusaha menghentikan orang tersebut memukuli Ardha lagi .


akibat nya keisya terjatuh pingsan sebab terkena pukulan pria kekar itu..


Ardha pun langsung berusaha menolong keisya.dan ia pun langsung membawa kesya masuk ke mobil nya..


"angga ..lihat saja gue akan balas perlakuan biadab lo terhadap adek gue..lo udah buat krmehidupan adek gue rusak dan sekarang ia sedang terbaring keritis di RS. "ujar Ardha


ia pun langsung melakukan mobil nya untuk membawa keisya ke RS..


angga masih terdiam mendengar kata kata Ardha..


kakek anda sangat kesal dengan sikap ardha..


"ciih..dasar anak ingusan,masih bau kencur aja udah berani ngancam keluarga sastrawijaya."ujar kakek angga sambil menarik tangan angga untuk masuk..


angga masih diam.


ia masih memikirkan kata kata Ardha barusan...


.....

__ADS_1


__ADS_2