
kini dhina sudah kembali ke rumah kediaman ardha.
zara pun memapah dhina dan menuntun nya untuk duduk.
"pelan pelan sayang?"ucap zara memegang tangan dhina.
dhina pun menuruti zara.
fahmi dan ardha pun terduduk lemas.
"kalian sudah datang?"ujar keisya yang tiba-tiba muncul.
"iya sayang,bacasď..
"keke ambil air dulu ummi?"ucap keisya.
zara pun mengangguk.
kini perut keisya sudah terlihat semakin membesar.
"ini air nya ummi?"ucap keisya sambil memberikan air pada dhina.
zara pun mengambil nya.
"minum dulu sayang."ujar zara.
namun dhina hanya terduduk diam dan pandangan mata yang penuh dengan kesedihan.
"sayang kamu gak apa-apa kan?"tanya zara dengan cemas.
ardha dan fahmi pun hanya saling pandang dengan hati yang penuh iba.
"huhuhu!!! ummiii???"teriak dhina
ia pun langsung memeluk zara dengan tangisan yang terdengar sangat sendu
zara pun membalas pelukan putri nya itu.
"ummi a'na capek,a'na mau istirahat di kamar."sambung nya.
"ya udah ummi,saya antar dedek ke kamar dulu?"ujar keisya.
zara pun mengangguk.
keisya pun memapah dhina ke kamar.
ardha pun terus memandangi adik nya tersebut hingga tidak terlihat lagi.
"ummi juga mau ke kamar."ujar zara.
ia pun beranjak dari tempat tidur nya dan berlalu ke arah kamar tidur nya.
"bii,a'na gak sanggup melihat dedek seperti ini,dia pasti sangat terpukul?"ucap ardha lirih
"haaahhh!!"ardha pun menghela nafas panjang.
__ADS_1
ia terlihat sangat lelah.
memang saat dhina di rumah sakit ia tidak cukup beristirahat karena mencemaskan kan kondisi adik nya itu.
"kamu harus kuat,agar dedek pun merasa sedikit lebih baik,jangan pernah terlihat sedih di depan nya,karena dedek kita adalah orang yang sangat kuat."ujar fahmi sambil menepuk nepuk pundak putra nya itu.
ardha pun dengan spontan memeluk fahmi.
di dalam kamar dhina hanya duduk diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"dedek istirahat aja dulu,kakak akan buat kan bubur untuk dedek sarapan ya"?ucap keisya berlalu.
setelah keisya keluar.
dhina pun langsung menangis sekuat kuat nya.
"ya allah,apa yang harus ana lakukan,ana tau bercerai itu adalah termasuk dosa kecil dan yang paling engkau benci."ucap dhina dalam tangis nya.
"kak angga!! kenapa kakak melakukan ini sama ana,apa segitu gak suka nya kakak memiliki anak dari ana??'sambung nya dengan lirih.
ia masih menangis sendu.
kleekk. .
zara pun langsung masuk dan menghampiri dhina.
"sayang " panggil zara.
dhina pun menoleh dengan air mata masih membasahi pipi nya dan menetes dari pelupuk mata nya .
zara pun langsung mengusap air mata putri nya itu.
dhina pun mengangguk.
"sekarang jangan sedih lagi ya,ummi,abi ,abang dan kakak key akan selalu ada buat dedek?"ujar zara.
dhina pun mengangguk dan tersenyum paksa.
kleekk
keisya pun masuk sambil membayangkan semangkuk bubur dan segelas susu hangat.
"bawa kemari kak,biar ummi aja yang suapin dedek " ucap zara.
"iya ummi?"balas keisya sambil memberikan mangkuk bubur nya pada zara.
"makan dulu ya sayang. "ucap zara
dhina pun mengangguk dan mulai memakan bubur yang di buat keisya.
keisya pun tersenyum.
"ummi,"panggil keisya pelan.
"iya sayang,kenapa?"jawab zara sambil tetap menyuapi dhina tanpa melihat ke arah keisya.
__ADS_1
"emmm,,besok keke harus pulang kerumah mama papa keke.?"ujar nya.
zara pun langsung berhenti sejenak.
"ada apa sayang,kenapa keke harus pulang ??"tanya zara
"papa keke sakit ,jadi keke ingin pulang untuk sementara waktu."jawab keisya tertunduk lesu.
di mata nya terpancar kesedihan.
zara pun langsung berhenti dan dhina pun melihat ke arah keisya dengan iba.
dhina pun langsung memeluk keisya dengan erat.
keisya pun membalas pelukan hangat dhina.
"pergi lah kak,dedek baik baik aja kok,kakak gak perlu cemas?"ucap dhina.
Cuupp..
keisya pun mengecup lembut kening dhina.
"makasih ya dek.."balas keisya tersenyum.
dhina pun mengangguk.
ke esokan hari nya keisya pun kembali kerumah nya untuk menjenguk ayah ny
***
sudah tiga hari dhina berdiam di kamar.
dan kini hari sudah malam
"kenapa kak angga tidak ada datang atau menelfon ana sekedar tanya keadaan."gumam dhina sambil menitik kan air mata.
"mungkin keputusan bang ardha adalah yang terbaik,"samsud ng nya sambil melihat amplopl yang di letak kan ardha waktu siangaadi.
ia pun mengambil amplop tersebut dan membaca nya.
ia membaca dengan mata berkaca-kaca.
klakkk. ..
dhina pun terkejut saat seseorang membuka jendela kamar nya.
"siapa disana??"panggil dhina dengan perasaan sedikit takut.
seseorang pun masuk dari jendela tersebut.
dhina pun langsung tercengang saat melihat siapa yang masuk lewat jendela di lantai dua itu...
BERSAMBUNG**
(Kira-kira siapa ya yang datang)?????
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTAN NYA DI MINGGU DEPAN YA.😊😊😊
selamat membaca📖📖